Evanescence Hadirkan Luka Lama dan Energi Baru di ‘Who Will You Follow’  

Oleh: nanack - 20 May 2026

CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Kembalinya Evanescence selalu terasa seperti membuka kembali sebuah bab lama yang belum benar-benar selesai. Dan lewat single terbaru mereka, ‘Who Will You Follow’, band yang dimotori Amy Lee itu seolah mengingatkan mengapa mereka pernah menjadi salah satu nama paling penting dalam lanskap alternative rock dan gothic metal awal 2000-an. Dirilis pada 10 April 2026 sebagai single kedua dari album mendatang “Sanctuary”, lagu ini langsung memberi sensasi familiar bagi para pendengar lama khususnya mereka yang tumbuh bersama era “Fallen”. Bahkan sejak pertama kali mendengarnya, sulit untuk tidak teringat pada energi emosional dan nuansa gelap dari ‘Going Under’.

‘Who Will You Follow’ dibuka dengan cara yang sangat khas Evanescence: dentingan piano sunyi yang mengiringi vokal Amy Lee, rapuh namun tetap terdengar penuh kuasa. Tetapi ketenangan itu tidak berlangsung lama. Setelah verse pertama, lagu ini berubah menjadi hantaman besar gitar distorsi dan lapisan elektronik yang pekat yang terdengar megah. Namun di balik dentuman musiknya, liriknya membawa keresahan yang terasa sangat relevan dengan dunia hari ini. Lgu ini lahir dari kegelisahan terhadap derasnya misinformasi, polarisasi sosial, hingga hilangnya rasa percaya terhadap realitas. Sebuah refleksi atas dunia digital yang terasa semakin bising, manipulatif, dan membuat manusia perlahan kehilangan koneksi satu sama lain.

Nuansa itu diperkuat lewat video music sinematik garapan sutradara Jensen Noen, yang tayang pada 15 Mei lalu. Berlatar jalanan Los Angeles, video tersebut menampilkan Amy Lee berjalan di tengah kerumunan manusia yang seperti kehilangan kesadaran, terjebak layar ponsel, waktu yang membeku, hingga realitas yang perlahan runtuh di sekitar mereka. Adegan jalanan yang retak, mobil melayang, bangunan yang hancur, serta elevator menuju ruang bawah tanah menciptakan visual distopia yang terasa sangat selaras dengan pesan lagunya: sebuah dunia yang kacau, penuh distraksi, dan pertanyaan besar tentang siapa atau apa yang masih layak dipercaya.

Single ini sekaligus membuka jalan menuju album keenam mereka, “Sanctuary”, yang dijadwalkan rilis pada 5 Juni 2026. Sebelumnya, Evanescence juga telah memperkenalkan ‘Afterlife’, lagu yang dipilih menjadi soundtrack serial animasi original Netflix Devil May Cry, memperlihatkan bahwa identitas dark cinematic mereka masih terasa sangat relevan bahkan di era sekarang.

Bagi penggemar Asia Tenggara, rasa rindu itu tampaknya akan segera terbayar. Evanescence dijadwalkan tampil di National Hockey Stadium, Kuala Lumpur pada 28 November mendatang, Lalu muncul satu pertanyaan yang sulit dihindari: setelah mampir ke Malaysia, mungkinkah Amy Lee dan kawan-kawan akhirnya juga menyapa Indonesia? Mengingat basis penggemar Evanescence di tanah air masih sangat besar.

Jika ‘Who Will You Follow’ adalah petunjuk arah menuju “Sanctuary”, maka Evanescence tampaknya tidak sedang mencoba mengejar tren atau membentuk identitas baru. Mereka justru kembali pada sesuatu yang paling mereka kuasai: menciptakan musik yang terdengar seperti luka lama yang belum benar-benar sembuh. Gelap, emosional, megah, dan tetap sulit untuk diabaikan.

 

Author

nanack

More from Creative Disc