no na Tembus THE FIRST TAKE: Momen Pembuktian Girl Group Indonesia di Panggung Global

Oleh: nanack - 20 May 2026

CREATIVEDISC.COM -JAKARTA – Kalau ada satu kanal YouTube musik yang belakangan terasa seperti “ruang ujian” para musisi, mungkin jawabannya adalah THE FIRST TAKE. Channel asal Jepang besutan Sony Music Entertainment Japan yang mulai berjalan sejak 2019 ini punya konsep yang deceptively simple: satu studio dan satu kesempatan rekam. Justru karena konsep sesederhana itu, THE FIRST TAKE pelan-pelan menjelma jadi panggung bergengsi buat para musisi lintas negara.

Sebelum nama-nama seperti Harry Styles, Avril Lavigne, Måneskin, Hikaru Utada sampai Laufey ikut mampir, salah satu performance yang dulu bikin kanal ini meledak datang dari LiSA saat membawakan ‘Gurenge’ di tahun 2019. Penampilannnya viral, views-nya bahkan sempat melampaui video musik resminya sendiri, sesuatu yang cukup langka. Apalagi ‘Gurenge’ saat itu juga sedang ada di puncak popularitas sebagai opening anime Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba. Dari situ, THE FIRST TAKE perlahan berubah dari sekadar kanal performance menjadi semacam panggung pembuktian.

Tahun ini, sorotan datang ke Indonesia. Girl group besutan 88rising, no na, resmi mencatat sejarah sebagai musisi Indonesia pertama yang tampil di kanal tersebut. Rasanya ini lebih dari sekadar pencapaian “akhirnya ada wakil Indonesia”, tapi juga sinyal kalau musik pop Indonesia mulai semakin diperhitungkan di radar internasional. Dalam sesi pertama yang tayang 11 Mei lalu, Baila, Esther, Shaz, dan Christy membawakan lagu debut mereka ‘shoot’ dalam format khas THE FIRST TAKE. Sederhana secara visual, tetapi justru menuntut kualitas vokal untuk berbicara lebih banyak.

no na tidak berhenti di satu penampilan saja. Hanya berselang sekitar satu minggu, mereka kembali lewat ‘rollerblade’. Jika ‘shoot’ terasa lebih rapi dan vokal-sentris, maka ‘rollerblade’ datang dengan energi yang lebih liar, ritmenya lebih menghentak, terasa lebih percaya diri, dan sedikit lebih “nakal” dalam cara mereka membangun suasana. Esther membuka sesi dengan sapaan bahasa Jepang yang terdengar natural, menjadi detail kecil yang terasa personal bagi audiensi lokal. Lalu tentu saja ada momen yang mungkin diam-diam ditunggu fans Indonesia: frasa khas Christy, “udah siap belum?”, yang perlahan mulai terasa seperti identitas No Na di atas panggung. Ditambah punchline Baila, “jedag-jedug, 3, 2, 1,” yang membuat lagu ini terasa makin playful .

Yang paling menarik dari dua penampilan ini justru ada di satu hal sederhana: pembuktian.  Karena pada akhirnya, format one take seperti ini tidak banyak memberi ruang untuk bersembunyi. Dari ‘shoot yang lebih mid-tempo sampai ‘rollerblade’ yang lebih enerjik, No Na terlihat cukup nyaman memainkan keduanya. Dan kalau THE FIRST TAKE memang sering dianggap sebagai semacam “tes kejujuran” bagi musisi, No Na tampaknya berhasil melewatinya dengan cukup meyakinkan.

 

Tags: ,

Author

nanack

More from Creative Disc