CreativeDisc Exclusive Interview with Milli Matijević of Steelheart: Kisah di Balik Comeback ‘Without You’

Oleh: nanack - 30 Jul 2026

CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Ada lagu-lagu yang tidak pernah benar-benar pergi. Bagi banyak penikmat rock di Indonesia, ‘She’s Gone’ adalah salah satunya. Lagu itu telah melewati begitu banyak generasi. Dari era kaset, CD, karaoke keluarga, hingga kini hidup di platform streaming. Rasanya hampir mustahil membicarakan Steelheart tanpa menyebut lagu yang telah menjadi soundtrack masa kecil banyak orang.
Itulah yang menjadi pembuka perbincangan CreativeDisc bersama Miljenko “Milli” Matijević, vokalis legendaris Steelheart.

Steelheart Bukan Sekadar Nama Band

Saat ditanya apa arti Steelheart baginya hari ini, Milli memberikan jawaban yang jauh lebih dalam daripada sekadar nama sebuah band.
Menurutnya, Steelheart adalah tentang resiliensi.
Tentang tidak pernah menyerah, tetap jujur terhadap diri sendiri, menghormati orang lain, dan selalu bangkit ketika hidup menjatuhkan kita.
Yang menarik, makna itu kini juga menjadi sesuatu yang sangat personal.
Milli bercerita bahwa beberapa tahun lalu dirinya harus menjalani operasi setelah dokter menemukan Patent Foramen Ovale (PFO), yaitu lubang pada jantung yang kemudian ditutup menggunakan implan berbahan titanium.
Sambil tertawa ia berkata, “Sekarang saya benar-benar punya steel heart.”
Kalimat sederhana yang justru terasa begitu kuat. Nama Steelheart yang selama puluhan tahun identik dengan kekuatan, kini benar-benar menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Mengapa Baru Sekarang Merilis ‘Without You’?

Steelheart baru saja merilis versi cover ‘Without You’, lagu klasik ciptaan Badfinger yang kemudian dipopulerkan oleh Air Supply, Mariah Carey Hingga Runner Up American Idol musim ke 2 Clay Aiken.
Namun ternyata, hubungan Milli dengan lagu ini sudah dimulai jauh sebelum banyak orang menyadarinya.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya telah merekam ‘Without You’ puluhan tahun lalu. Namun ketika versi Mariah Carey meledak secara global, ia memilih menyimpannya.
“Saya tidak akan bersaing dengan Mariah Carey,” ujarnya sambil tersenyum.
Baru sekitar tiga dekade kemudian, percakapan dengan label rekamannya mengenai kemungkinan membawakan lagu klasik membuat ‘Without You’ kembali muncul ke permukaan.
Kali ini, menurutnya, waktunya terasa tepat.
Bagi Milli, musik bukanlah soal mengikuti tren ataupun mengejar pasar.
Ia hanya akan merekam sebuah lagu jika lagu itu benar-benar menyentuh dirinya.

Bukan Sekadar Cover

Hal pertama yang langsung mencuri perhatian dari versi cover ‘Without You’ adalah aransemennya.
Alih-alih mengikuti pendekatan balada piano seperti versi-versi sebelumnya, Steelheart memilih membangun nuansa yang jauh lebih megah lewat balutan orkestra sinematik.
Proses rekamannya bahkan melibatkan orkestra beranggotakan sekitar 50 musisi di Skopje, menghasilkan atmosfer yang terasa lebih seperti musik film dibanding sekadar lagu cover.
Saat ditanya mengenai keputusan artistik tersebut, Milli menjelaskan bahwa semuanya mengalir secara alami.
Ia tidak pernah berusaha membuat versi yang “lebih baik” dari siapa pun.
Ia hanya mengikuti intuisi dan membiarkan musik berkembang sesuai arah yang ia rasakan.

‘She’s Gone’ yang Tak Pernah Menua

Di tengah pembahasan mengenai karya terbaru, tentu mustahil melewatkan lagu yang telah menjadi identitas Steelheart.
Lebih dari tiga dekade setelah dirilis, ‘She’s Gone’ masih terus menemukan pendengar baru.
Lagu ini berhasil melewati berbagai perubahan zaman. Mulai dari kaset, piringan hitam, CD, MP3, hingga era streaming.
Ketika ditanya mengapa lagu tersebut masih terus dicintai lintas generasi, jawaban Milli sederhana.
Baginya, musik yang lahir dari kejujuran akan selalu menemukan jalannya sendiri.
Mungkin itulah mengapa ‘She’s Gone’ terasa tidak pernah usang.
Teknologi berubah.
Cara orang mendengarkan musik berubah.
Namun emosi yang dibawa sebuah lagu akan selalu bertahan.

Rock Terus Bergerak Maju

Di usia karier yang telah melewati lebih dari tiga dekade, Milli sama sekali tidak terdengar seperti musisi yang hanya hidup dari nostalgia.
Justru sebaliknya.
Semangatnya ketika berbicara mengenai proyek-proyek baru, proses kreatif, hingga masa depan musik rock terdengar sama besarnya seperti seorang musisi yang baru memulai perjalanan.
Baginya, perubahan industri adalah sesuatu yang harus diterima.
Yang tidak boleh hilang adalah kejujuran dalam berkarya.
Karena pada akhirnya, itulah yang membuat sebuah lagu mampu bertahan melampaui zaman.
Dan mungkin, itulah makna sebenarnya dari Steelheart.
Bukan sekadar nama band.
Bukan hanya lagu-lagu dengan nada tinggi yang legendaris.
Melainkan sebuah pengingat bahwa selama masih memiliki keberanian untuk bangkit, terus berkarya, dan tetap jujur terhadap musik yang kita ciptakan, semangat itu akan selalu hidup.
Sama seperti namanya.
Steelheart.

Simak interview selengkapnya berikut ini:

Author

nanack

More from Creative Disc