Photo: Sulinda Sumardi
CREATIVEDISC.COM – Jakarta; Kemeriahan Java Jazz Festival (JJF) 2026 berlanjut ke hari kedua. Cuaca Jakarta sempat membuat khawatir karena mendung dan beberapa titik mengalami banjir. Namun, area festival di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2 tetap ramai oleh pengunjung.
Suasana venue terpantau ramai namun tetap tertib. Meski hawa di sekitar lokasi tetap terasa panas, tapi itu hanya terjadi di panggung outdoor. Panggung indoor yang full AC dan ‘dingin-banget’ menjadi tempat ternyaman untuk menikmati JJF 2026. Potret menjadi salah satu penampil yang membuka kemeriahan sore itu di panggung myBCA. Indoor kok.
TheOvertunes sukses menghentak Teh Botol Sosro Hall lewat panggung comeback mereka. Setelah hiatus beberapa tahun, penampilan mereka sangat dinantikan oleh penggemar setia. Panggung yang sama juga menjadi saksi antrian panjang yang mengular hingga ke pintu masuk untuk menyaksikan special show Wave to Earth. Lokasi hall yang dekat dengan pintu masuk menciptakan ilusi visual bahwa semua orang sedang mengantre masuk festival demi band indie-pop asal Korea Selatan ini.
Penghormatan untuk musisi legendaris terjadi di Tribute to Erros Djarot. Panggung ini dimeriahkan oleh kolaborasi apik dari Dwiki Dharmawan & Friends, Dira Sugandi, Once Mekel, Monita Tahalea, Andre Hehanusa, dan Balawan. Sementara itu di Zurich Stage, Lisa Simone memberikan pengalaman menonton yang berbeda. Anak dari legenda Nina Simone ini tampil di panggung berbentuk 360 derajat. Konsep ini membuat penonton bisa menikmati penampilannya yang memukau dari segala angle.
![]()
Panggung internasional hari kedua semakin lengkap berkat penampilan Dave Koz and Friends Summer Horns. Dalam sesi wawancara sebelumnya, Dave Koz sempat membocorkan bahwa ini adalah kali pertama ia membawa formasi lengkap Summer Horns ke Indonesia. Konsep yang diusung menjanjikan pertunjukan yang spektakuler dan menyenangkan. Mereka bahkan tampil layaknya sebuah boyband dengan mengenakan pakaian seragam yang sama. Janji tersebut terbukti nyata di atas panggung saat mereka membawakan lagu ‘Together Again’. Penonton dibuat terpukau saat melihat para peniup saksofon dan trompet ini beraksi memainkan musik jazz yang dinamis sambil membawakan koreografi yang kompak.
Panggung outdoor tidak kalah seru dengan adanya sesi Nyanyi Bareng Jakarta. Mereka sukses mengajak penonton menyanyikan lagu ‘Don’t You Worry ’bout a Thing’. Lucunya, hal yang harus dikhawatirkan penonton justru baru datang saat malam hari.
Hujan.
Memasuki malam, hujan gerimis mulai membasahi area festival. Kondisi ini membuat penonton bergerak masuk dan memilih meramaikan indoor stage. Pilihan ini sangat nyaman karena tahun ini JJF menyediakan lebih banyak panggung dalam ruangan.
![]()
Puncak romansa R&B terjadi pada special show Ella Mai. Penyanyi asal Inggris pemenang Grammy Award ini tampil perdana di Indonesia lewat JJF 2026. Ella Mai tampil emosional dan sempat menahan haru karena tidak menyangka musiknya diapresiasi begitu besar di Indonesia. Ia membawakan lagu-lagu hits seperti ‘Drip’, hingga lagu wajib ‘Boo’d Up’ dan ‘Trip’ yang membuat seluruh isi hall bernyanyi bersama.
Keseruan hari kedua akhirnya ditutup oleh Ziva Magnolya. Sang princess riffs and runs ini tampil memukau di atas panggung. Meskipun jadwal penampilannya sempat molor dan ngaret dari waktu yang ditentukan, penonton tetap setia bertahan. Penampilan apik Ziva resmi menutup rangkaian keseruan hari kedua JJF 2026 di tengah rintik hujan gerimis yang mengguyur daerah PIK.