CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Adam Lambert resmi merilis album studio keenamnya, “ADAM”, pada 10 Juli melalui labelnya sendiri, More Is More, dan didistribusikan oleh The Orchard. Album berisi 12 lagu baru ini menjadi rilisan pertama Lambert sejak debut Broadway-nya sebagai Emcee dalam produksi pemenang Tony, “Cabaret at the Kit Kat Club” pada 2024, serta penampilannya sebagai Judas berdampingan dengan Cynthia Erivo dalam “Jesus Christ Superstar” di Hollywood Bowl pada Agustus 2025.
Album ini digarap secara eksekutif oleh Pete Nappi, yang sebelumnya pernah bekerja dengan Jonas Brothers dan Rihanna, serta menampilkan artwork garapan fotografer fashion ternama, Nick Knight.
“ADAM” banyak dipengaruhi oleh musik alternatif dan elektronik era 90-an, memadukan berbagai genre dengan sederet referensi musisi yang membentuk selera musik Adam Lambert, mulai dari Nine Inch Nails, Björk, Prince, Muse, Goldfrapp, Daft Punk, George Michael, Massive Attack, hingga The Crystal Method. Album ini dibuka dengan single ‘EAT U ALIVE’ yang dirilis Mei lalu, disusul single kedua ‘UNDER THE RHYTHM’ yang turut menghadirkan sentuhan interpolasi Eurodance.
Adam Lambert menjelaskan bahwa “ADAM” mengeksplorasi sisi terang dan gelap kehidupan, serta batas tipis yang memisahkan pengalaman positif dan negatif, sebagai cara untuk merangkul proses penerimaan diri yang rumit namun perlu dilalui setiap orang.
Secara personal, album ini juga menandai fase transformatif dalam hidup Adam Lambert usai berpisah dari kekasihnya pada musim panas 2025 setelah empat tahun menjalin hubungan. Ia mengungkapkan bahwa ketika berada dalam sebuah hubungan, seseorang cenderung mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari pasangan, sehingga ketika kembali menjadi lajang, ada proses penyesuaian untuk kembali menemukan dirinya sendiri. Selain menyuarakan pengalaman pribadinya, Adam Lambert yang dikenal sebagai sosok gay terbuka dalam industri musik juga turut menyerukan pentingnya solidaritas komunitas LGBTQ+ di tengah situasi sosial yang menurutnya semakin memudar akibat pergeseran budaya mainstream belakangan ini.