CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Musisi pendatang baru yang masih belia, Alyssa Grace kembali mencuri perhatian lewat ‘bloodstream’, lagu yang menampilkan sisi paling personal dan emosional dari penulis lagu asal Torrance, California tersebut. Dirilis pada 4 Juni 2026, ‘bloodstream’ menjadi bagian dari EP “spilling my guts” yang dirilis pada Juli 2026.
Sejak awal, ‘bloodstream’ terasa seperti sebuah pengakuan yang sangat dekat dengan pengalaman pribadi. Lagu ini berbicara tentang keterikatan emosional yang begitu kuat terhadap seseorang hingga sosok tersebut seolah-olah sudah menjadi bagian dari diri sendiri. Dalam penjelasannya mengenai lagu tersebut, Alyssa menggambarkan bagaimana seseorang bisa begitu melekat sampai terasa seperti berada di dalam “aliran darah” kita dan sulit untuk dikeluarkan dari pikiran.
Menariknya, makna “bloodstream” berkembang setelah lagu tersebut dibagikan di TikTok. Alyssa awalnya menulis lagu ini dengan terinspirasi dari percakapannya dengan sang ibu mengenai mantan pasangannya yang toxic.
Kekuatan utama lagu ini terletak pada vokal Alyssa yang terdengar rapuh, bergetar, dan penuh tekanan emosional. Pendekatan tersebut memang menjadi bagian khas dari gaya bernyanyinya. Apple Music menggambarkan Alyssa sebagai penyanyi-penulis lagu dengan pendekatan yang sangat terbuka dan penampilan vokal yang intens serta penuh kesedihan.
Di balik kesan emosional tersebut, ’bloodstream’ sebenarnya juga membawa pesan tentang proses penyembuhan. Alyssa menjelaskan bahwa pengalaman menulis dan membawakan lagu ini membantunya memvalidasi perasaannya sendiri sekaligus menjadi bagian dari proses untuk bergerak maju. Pada akhirnya, ada kesadaran bahwa seseorang tidak selalu bisa menyelamatkan orang lain dan terkadang satu-satunya pilihan adalah mulai menyelamatkan diri sendiri.
Single ‘bloodstream’ kini masuk di Top 50 Spotify beberapa negara termasuk Inggris, Irlandia, Selandia Baru dan Australia.