CREATIVEDISC.COM – JAKARTA –Di tengah riuhnya LaLaLa Festival 2026, Creative Disc mendapatkan kesempatan untuk duduk bersama Summer Salt, band asal Austin, Texas, yang musiknya seolah punya kemampuan untuk membuat musim panas terasa tidak pernah berakhir. Dengan perpaduan surf pop, bossa nova, dan nuansa retro-indie yang hangat, Summer Salt memiliki formula tersendiri dalam menghadirkan musik yang terasa seperti perjalanan panjang di tepi pantai, sore yang santai, dan momen-momen sederhana yang ingin kita simpan lebih lama.
Sebelum tampil di hadapan para penonton LaLaLa Festival 2026 di Jakarta, kami mendapatkan kesempatan singkat untuk mengenal lebih dekat band yang digawangi oleh Matthew Terry, Eugene Chung, dan Winston Triolo ini.
So, CD Besties, let’s dive into our flash conversation with Summer Salt!
Kami membuka obrolan dengan pertanyaan yang cukup seru. Jika Summer Salt harus membuat sebuah lagu atau musik yang terinspirasi dari Indonesia, kira-kira seperti apa bunyinya?
Eugene mengatakan bahwa musik tersebut mungkin akan dipenuhi dengan floor tom dan jungle beats, kemudian dipadukan dengan karakter gitar yang surfy.
Sementara itu, Matthew membayangkan adanya tambahan vibe seperti The Beach Boys, terutama dengan nuansa lagu Let’s Go Surfin’. Bedanya, kali ini mereka akan mengganti liriknya menjadi Let’s Go to Bali! lengkap dengan guitar riff yang seru.
Beranjak ke pertanyaan berikutnya, kami penasaran dengan ritual wajib masing-masing personel Summer Salt ketika musim panas tiba.
Eugene mengatakan bahwa setiap musim ia sepertinya akan tetap membuat musik. Namun, jika berbicara mengenai ritual musim panas, traveling menjadi salah satu hal yang tidak bisa dilewatkan.
Bagi Matthew, ritual musim panas yang paling menyenangkan adalah camping bersama keluarga, terutama menghabiskan waktu bersama anak-anaknya. Baginya, momen tersebut menjadi salah satu aktivitas yang paling menyenangkan untuk dilakukan saat summer.
Sementara itu, Winston yang kini tinggal di Oregon memiliki banyak pilihan aktivitas outdoor yang bisa dilakukan. Mulai dari hiking hingga menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman-temannya di danau dan sungai yang menawarkan suasana relaxing.
Berbicara mengenai pengalaman mereka tampil di Asia, khususnya Indonesia, Summer Salt pun kompak mengungkapkan rasa senangnya bisa kembali tampil di kawasan ini. Jakarta menjadi salah satu kota yang memberikan kesan tersendiri bagi mereka karena sambutan dari para penggemar dan penonton terasa begitu hangat.
Simak video interview selengkapnya:
Photo: Sulinda Sumardi
Malam itu, Summer Salt berhasil tampil memukau di Karma Stage LaLaLa Festival 2026. Mereka tidak hanya menghibur para penggemar yang sudah mengenal musik mereka, tetapi juga berhasil mengajak penonton yang mungkin baru menemukan Summer Salt melalui panggung festival tersebut untuk ikut menikmati musik mereka.
Membawakan sejumlah lagu seperti Morning Dew, Summer Salt, Revvin’ My CJ7, dan Sweet to Me, Summer Salt juga menghadirkan Driving to Hawaii dengan sedikit sentuhan spesial untuk Jakarta. Kali ini, mereka mengubahnya menjadi Driving to Jakarta, sebuah momen yang tentu saja terasa spesial bagi penonton malam itu.
![]()
Tidak ketinggalan, lagu yang menjadi salah satu hit pertama mereka, Candy Wrappers, turut dibawakan dan berhasil membuat suasana semakin hangat. Para penonton pun ikut bergoyang ringan menikmati alunan musik Summer Salt yang terasa seperti membawa kita sejenak ke pesisir pantai, langit biru, udara musim panas, dan tentu saja super summer vibe ala Summer Salt.
Bagi CD Besties yang malam itu hadir di LaLaLa Festival, penampilan Summer Salt terasa seperti menambahkan perbedaan sedikit hawa musim panas dari Austin, Texas, langsung di tengah panasnya suasana Jakarta.
![]()
Summer may end, but with Summer Salt, the summer feeling never really does.