ROSÉ mengusung warna alt-pop energik dengan sentuhan punk-rock dan nuansa komedi romantis era ’90-an. Sutradara Dave Meyers merekam seluruh visual video musiknya menggunakan iPhone 18 Pro untuk kampanye Shot on iPhone. Rosé meramu pesan bangkit dari patah hati dengan balutan cerita yang lebih ceria. Lagu ini dirilis pada 17 September.
Visual video musik bernuansa hitam-putih karya Mert Alas mengabadikan momen kebersamaan Miley Cyrus dan sang tunangan di Chateau Marmont. Lagu ini menyuarakan keinginan untuk melangkah ke jenjang pernikahan sekaligus merayakan perjalanan mencintai diri sendiri. Materinya menjadi bagian utama dari peluncuran album studio ke-10 miliknya. Lagu ini dirilis pada 18 September.
Troye Sivan memakai sampel klasik Madonna ‘Music’ ke dalam aransemen electro-dance yang penuh energi. Sutradara Gordon von Steiner membawa konsep visualnya ke era abad pertengahan berlatar kastil di Inggris. Sang penyanyi tampil mengeksekusi koreografi intens dalam balutan busana ksatria. Lagu ini dirilis pada 17 September.
Teddy Swims membedah dinamika ekspektasi diri serta proses menerima ketidaksempurnaan sebagai sosok pasangan dan ayah. Lagu emosional ini lahir dari refleksi pribadi sepanjang 15 bulan setelah kelahiran putranya. Peluncurannya menjadi materi pembuka menuju album studio keduanya yang siap meluncur awal tahun depan. Lagu ini dirilis pada 18 September.
Freya Skye mengolah warna indie-pop uptempo dengan chorus asik seusai membawakannya secara perdana di New York City. Liriknya menangkap kekacauan emosi saat tertarik pada seseorang yang berpotensi memicu patah hati. Visual video musiknya menampilkan aksi liar Freya Skye di tempat makan hingga jalan tol. Lagu ini dirilis pada 16 September.
Dua musisi ini memanfaatkan sampel lagu klasik Bill Withers untuk membangun nuansa R&B yang hangat dan cerah. Sutradara Dave Meyers mengeksekusi visual video musiknya dengan menggandeng aktris Jennifer Freeman. Lagu ini resmi menjadi karya pembuka dari proyek album kolaborasi penuh perdana mereka. Lagu ini dirilis pada 15 September.
Kolaborasi yang telah dinantikan penggemar sejak lama ini akhirnya resmi ada versi penuh dari rekaman studio mereka. Pertemuan vokal keduanya menghadirkan warna musik emosional yang siap memanaskan tur panggung mendatang. Lagu ini dirilis pada 18 September.
Dua vokalis berkarakter kuat, Chaka Khan dan Siam berduet mengolah metafora kontras antara elemen panas dan dingin dalam balutan musik disco-pop modern. Produser Greg Kurstin mengawal penggarapan album penampungnya yang turut melibatkan Sia di penulisan lagu. Sajian ini menjadi salah satu trek paling menonjol dari sang legenda musik dunia. Lagu ini dirilis pada 18 September.
James Arthur menyajikan vokal gaya gospel bermuatan soul-pop emosional seusai membawakannya secara perdana di panggung Scarborough. Cerita di balik lagunya menyoroti keberanian untuk menerima diri dan melepaskan hal-hal yang tidak lagi bernilai. Lagu ini dirilis pada 18 September.
Girl group asal Indonesia ini memamerkan rasa percaya diri tinggi lewat balutan genre Island Pop berunsur R&B dan synth-funk. Lirik lagunya merajut identitas budaya lokal seperti sepeda motor, kue terang bulan, hingga alunan gamelan. Lagu ini dirilis pada 18 September.