CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Pink akhirnya buka suara mengenai kontroversi yang melibatkan Macklemore dan Ed Sheeran setelah sebelumnya mendapat kritik karena me-repost unggahan yang menyerukan agar Macklemore dikeluarkan dari tur The Loop. Dalam pernyataan panjang di media sosial, Pink menjelaskan bahwa ia menyesal tidak menyampaikan pandangannya sendiri sejak awal dan mengatakan bahwa unggahan ulang tersebut tidak sepenuhnya mewakili kata-kata yang ingin ia gunakan. Ia juga menjelaskan bahwa sebagai perempuan Yahudi, sejumlah pernyataan Macklemore di atas panggung membuatnya merasa takut untuk dirinya dan orang-orang yang ia cintai.
Pink menegaskan bahwa keberatannya bukan terhadap seruan “Free Palestine” ataupun hak Macklemore untuk menyampaikannya. Menurutnya, yang memicu reaksinya adalah pernyataan Macklemore kepada penonton Yahudi setelah mendapat kritik atas sikapnya terhadap konflik Israel-Palestina. Pink juga menyinggung kontroversi Macklemore pada 2014 terkait kostum yang kemudian ia minta maaf, serta penampilan terbarunya bersama Ed Sheeran yang menurut Pink menampilkan gambar kekerasan dari perang sebelum Macklemore menyampaikan pesannya kepada penonton. Pink mengatakan dirinya tidak pernah meminta artis lain dibungkam maupun meminta Macklemore dipecat dari tur, tetapi ingin bisa menyampaikan kekhawatirannya tanpa dianggap mendukung kekerasan terhadap warga Palestina.
Dalam pernyataannya, Pink juga menyebut pengalaman panjangnya sebagai UNICEF ambassador dan berbagai isu kemanusiaan yang pernah ia dukung. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak berbicara atas nama Israel maupun pemerintah mana pun dan tetap meyakini bahwa warga Palestina berhak memiliki masa depan yang menghormati kemanusiaan serta aspirasi mereka. Pernyataan tersebut muncul di tengah kontroversi setelah Macklemore akhirnya dikeluarkan dari sisa tur Ed Sheeran di Amerika Serikat, menyusul pemberitahuan dari sejumlah venue yang disebut tidak mengizinkannya tampil.
Lihat postingan ini di Instagram