Catatan dari Panggung Synchronize Fest Day 2: Jadwal Padat dan Banjir Penonton

Oleh: welly - 20 Oct 2026

Penulis: Rouli Hutahaean
Foto: Docs Synchronize Fest 2026
CREATIVEDISC.COM – JAKARTA –
Setiap harinya selalu ada yang seru di Synchronize Festival 2026. Memasuki hari kedua, 17 Oktober 2026. Area Gambir Expo, Kemayoran, terlihat lebih ramai dibandingkan hari pertama. Di hari kedua banyak sekali penampilan musisi yang sangat dinantikan oleh warga-wargi dari berbagai genre musik.

Terlihat di hari kedua ini warga wargi sudah memenuhi area Synchronize Festival 2026 sejak jadwal penampilan pertama, ada yang langsung menikmati musisi yang sudah ditunggu, ada yang melakukan booth hopping karena banyak sekali freebies yang bisa didapatkan serta promosi dan merchandise yang menarik dari sponsor dan pendukung acara.

Salah satu booth yang juga ramai adalah booth official merchandise para musisi yang tampil dalam Synchronize Festival 2026. Booth ini selalu ramai setiap tahunnya karena ini menjadi salah satu tempat untuk para fans mendukung musisi idolanya dan juga menjadikan merchandise ini sebagai barang koleksi, begitu pun dengan booth official merchandise Synchronize Festival yang setiap tahunnya pasti selalu antri dari t-shirt, tote bag, lanyard, gantungan kunci, sticker, kaos kaki, pouch gantung, topi dan korek api.

Salah satu penampil yang menjadi pembuka hari ini adalah WALI, para wali (sebutan fans dari Wali) terlihat hampir memenuhi area panggung. Dengan membawakan lagu hits mereka yang bernuansa religi, selain itu sang vokalis juga mengajak warga wargi untuk memanjatkan doa untuk saudara-saudara kita yang saat ini masih terkena dampak Karhutla. Selain WALI, ada FSTVLST, Sajama Cut dan beberapa musisi lainnya yang yang tampil di sore hari.

Tribute to Warkop menjadi salah satu panggung yang banyak dituju oleh warga wargi, di panggung ini kita diajak untuk kembali mengingat dan menyanyikan lagu-lagu ikonik yang ada dalam film-film Warkop DKI. Indro Warkop hadir dan berkolaborasi bersama dengan GJLS – Trio komika yang terdiri atas Rigen, Rispo, dan Hifdzi. Duo Bahlul penyiar radio yang bernama Sahil dan Kamal serta band pengiringnya adalah Orkes Nunung CS. Dalam kesempatan ini, Indro pun menyampaikan curahan hatinya mengenai betapa besar rasa rindu yang ia simpan terhadap kedua sahabatnya tersebut. Indro tak kuasa menahan air mata dan menyampaikan kerinduannya yang mendalam kepada Dono dan Kasino di hadapan warga wargi, saat membawakan lagu “Dan Aku Rindu” lagu kolaborasinya dengan Nunung Cs yang dirilis pada Juni 2026 sebagai bentuk terima kasih Indro kepada sahabat-sahabatnya di Warkop DKI yang telah lebih dulu berpulang.

Di panggung lainnya ada penampilan pasangan suami istri Rizky Febian dan Mahalini, yang menamakan pertunjukkan mereka dengan “Babak Romantika – Sebuah Pertunjukan Menurut Selina”, menggambarkan kehidupan rumah tangga mereka bersama sang anak, Baby Selina, yang terdengar dari rekaman suara Selina dan  lengkap dengan aksi memakai piyama/baju tidur di atas panggung. Dibuka dengan lagu Alamak, lalu keduanya bertukar lagu, Rizky Febian membawakan lagu milik Mahalini (Sisa Rasa) sebaliknya, Mahalini membawakan lagu Cuek milik Rizky. Pasangan ini juga menyanyikan lagu duet Berpisah Itu Mudah dan Hikayat Cinta sambil menari. Ada kejutan lainnya yang diberikan di penghujung acara yaitu memutarkan lagu hits Mahalini dengan aransemen dangdut koplo dan menutup pertunjukan ini dengan lagu Susis milik Sule (ayah Rizky Febian) sebagai hidangan penutup yang meriah.

Panggung Bernadya dan Indonesian Girl Group yang menampilkan Cherrybelle, 7Icons Princess Tale, Super Girlies, G String, Agatha Pricilla, Febby Rastanty, Ify Alyssa, and Sivia dengan Music Director Jebung  full house pada malam ini. Warga wargi memenuhi panggung ini dan semuanya bernyanyi mengikuti set list yang dimainkan.

Panggung lainnya yang juga full house adalah saat penampilan PIJAR berlangsung, karena ini adalah salah satu momen reuni yang paling dinantikan setelah 6 tahun vakum dan hiatus dari panggung musik tanah air, grup pop-indie asal Medan ini akhirnya melakukan comeback mereka, walau sang vokalis (Jakboy) sempat mengungkapkan kepada warga wargi, bahwa mereka sendiri sebenarnya belum tahu pasti apakah setelah ini Pijar akan benar-benar lanjut aktif kembali atau panggung reuni ini hanya untuk satu malam saja. Suasana jadi semakin seru saat penonton diajak  untuk bernyanyi bersama di panggung, tentunya Pijar membawakan lagu-lagu andalan seperti Antologi Rasa dan Akhir Pekan yang sukses memicu karaoke massal penuh nostalgia.

Malam ini, Float memberikan pertunjukan spesial bertajuk Float: 3 Hari Untuk Selamanya. Pertunjukan ini menandai hampir dua dekade (19 tahun) sejak film 3 Hari untuk Selamanya garapan Riri Riza dirilis pada era 2000-an. Kesempatan ini juga dijadikan sebagai puncak perayaan rilis ulangnya album ikonis Music For 3 Hari Untuk Selamanya dalam format piringan hitam (vinyl) dan cakram padat (CD) oleh demajors records bekerja sama dengan Miles Films. Lagu yang dibawakan juga merupakan lagu-lagu dari album soundtrack tersebut.

Synchronize Festival 2026 menjadi panggung pertama untuk Ayu Ting Ting dalam festival musik ini. Bu Ayu sapaan akrabnya memadukan konsep koreografi ala K-pop idol (terinspirasi dari idolanya, Jennie BLACKPINK) dengan gaya panggung yang glamor berbalut busana bernuansa emas. Aransemen dangdut dibuat lebih pop dance oleh bang pengiring. Lagu hits Ayu banyak dinyanyikan pada malam ini seperti Minyak Wangi, dan Geboy Mujaer. Shabrina Leanor diajak untuk berkolaborasi bersama dalam lagu Alamat Palsu.Celetukan Bu Ayu juga membuat penonton terhibur seperti “Cantik banget anak Ayah Ojak, bodinya bagus, badannya langsing!”. Menjelang akhir penampilan, Ayu mengajak Bilqis (putrinya) dan Ayah Ojak ke atas panggung untuk ikut bernyanyi dan bergoyang bersama pada lagu Sik Asik.

Semakin malam semakin seru, dibuat santai oleh pertunjukkan Konser Musikal Senja Teduh Pelita, kolaborasi antara Jakarta Movin dan Maliq & D’Essentials yang membawakan lagu-lagu Maliq & D’Essentials seperti Senja Teduh Pelita, Aurora, Menari, dan mashup Idola x Himalaya. Diceritakan dalam pertunjukkan ini, tentang kisah fiksi tentang Pasukan Pelita (sekumpulan anak-anak yang berpetualang mencari orang tua dan membangun kembali dunia yang lebih baik.

Menutup malam minggu dengan pertunjukan dari Hindia dalam pertunjukan khusus bertajuk “Post Order Set”, yang memainkan lagu-lagu Hindia dengan aransemen full elektronik, di panggung lainnya ada Seringai, Souljah, The Panturas, Emo Revival dan ditutup dengan penampilan hip dut dari ANTINRML dan Disko Tanah by DJ Desa x Fahmy Fay (featuring Toton Caribo, Jacson Zeran, and Ecko Show) di panggung the Oleng Upuk yang selalu membuat warga wargi nyangkut sebelum pulang di panggung ini.

Author

welly

More from Creative Disc