Slank Buktikan Musik Tak Kenal Sekat di Java Jazz Festival 2026

Oleh: welly - 01 Jun 2026

Photo: Sulinda Sumardi
Teks: Rouli Hutahaean
CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Setelah 17 tahun berselang, Slank kembali ke panggung Jakarta International Java Jazz Festival 2026 pada Minggu, 31 Mei 2026 di NICE, PIK 2, Tangerang. Slank tampil sebagai musisi pembuka di MyBCA Hall.

Bimbim, Kaka, Abdee, Ridho, dan Ivanka membuka penampilan mereka dengan lagu ‘Bang Bang Tut’. Grup rock legendaris Indonesia ini tidak hanya berhasil mengumpulkan massa dari era mereka, tetapi juga terlihat banyak Gen-Z yang ikut menyanyikan lagu-lagu mereka dengan penuh antusias. Jika biasanya Slankers harus berdiri dan berdesakan untuk menyaksikan penampilan mereka, kali ini Slankers bisa menikmati musik Bimbim cs dengan duduk santai sambil menyanyikan lagu-lagu hits Slank seperti ‘Tong Kosong’, ‘Mawar Merah’, ‘Poppies Lane Memory’, ‘Sympathy Blue’, ‘Koepoe Liarkoe’, dan ‘Terlalu Manis’ dengan sentuhan aransemen jazz.

‘Republik Fufufafa’, lagu Slank yang sempat viral, juga dibawakan pada hari ketiga Java Jazz Festival 2026. Lagu yang berisi kritik sosial terhadap kondisi negara ini membuat Slankers bersorak dan menyanyikannya dengan penuh semangat. Tidak hanya mengejutkan dengan membawakan lagu viral tersebut secara langsung, Bimbim juga menghadirkan kesegaran dengan menyanyikan ‘Esokkan Masih Ada’ diiringi piano dari Ridho. Lagu ini membawa Slankers yang hadir kembali bernostalgia dan ikut bernyanyi bersama.

Kolaborasi dengan musisi senior Margie Segers menjadi salah satu mimpi Slank yang akhirnya terwujud. “Ada mimpi, beberapa mimpi yang belum kesampaian. Alhamdulillah di Java Jazz Festival 2026 ini ada mimpi kita yang akan kesampaian. Kita mau duet sama the one and only, Margie Segers,” ujar Kaka sambil mempersilakan Margie Segers naik ke panggung. Slank dan Margie Segers kemudian membawakan ‘Semua Bisa Bilang’ bersama. Margie Segers adalah musisi jazz legendaris sejak akhir tahun 1960-an dan dikenal sebagai “eyang putri”-nya musik jazz Indonesia. Improvisasi yang dihadirkan Slank bersama Margie Segers menciptakan kenangan baru yang tak terlupakan lewat lagu tersebut.

Fashion Slank tidak berubah, tetap rock and roll meski tampil di panggung jazz. Terlihat dari Kaka yang tetap tampil topless dengan celana berwarna terracotta, Ridho dengan topi fedora dan vest kulitnya, Bimbim dengan jaket denim dan kaus hitamnya, Abdee dengan kemeja putih lengan panjang, serta Ivanka dengan kaus merah dan topi fedoranya.

‘I Miss You But I Hate You’ menjadi penutup yang sangat manis. Dengan aransemen groove dan jazz yang telah disiapkan, Slankers benar-benar menikmati lagu terakhir ini sambil bergoyang kecil. Penampilan Slank ini menjadi bukti bahwa Slank selalu memiliki tempat di hati penikmat musik, dan bahwa rock bisa dikolaborasikan dengan genre apa pun.

Author

welly

More from Creative Disc