CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Dua nama besar dari dunia musik, Elton John dan Brandi Carlile, resmi merilis album kolaborasi mereka yang sangat dinantikan, “Who Believes In Angels?”, pada 4 April 2025. Album ini menjadi penanda kolaborasi ketiga mereka setelah Brandi tampil di album “Give Up the Ghost” tahun 2009 dan dokumenter “Elton John: Never Too Late” di tahun 2024.
Berisi 10 lagu, album yang diproduseri oleh Andrew Watt ini mempertemukan warna musik yang unik dari masing-masing penyanyi, dengan sentuhan luar biasa dari para musisi pendukung, seperti Chad Smith (Red Hot Chili Peppers) pada drum, Josh Klinghoffer (eks RHCP) pada gitar, dan Pino Palladino pada bass. Proses rekaman berlangsung di Sunset Sound Studios, Los Angeles, dan hanya memakan waktu 20 hari.
Tak lama setelah perilisannya, Elton dan Brandi langsung tampil memukau di Saturday Night Live, membawakan dua lagu utama dari album tersebut yakni ‘Little Richard’s Bible’ dan ‘Who Believes In Angels?’.
Dalam sebuah pernyataan emosional, Elton John menyebut album ini sebagai salah satu karya tersulit sekaligus paling berarti dalam hidupnya. “Album ini memberi saya ruang untuk melangkah ke depan. Rasanya seperti memasuki era baru. Ini bukan akhir, tapi justru awal dari karier saya versi Mark 2,” ujar penyanyi berusia 78 tahun tersebut dengan penuh semangat.
Brandi Carlile pun mengungkapkan rasa syukurnya bisa terlibat dalam proyek sebesar ini. “Aku masih tidak percaya bisa menjalani ini semua. Standar Elton John dalam menulis lagu membuat semua orang jadi naik level. Suasananya terasa seperti keluarga, semua orang saling mendengarkan dan berkontribusi.”
Di balik proses kreatif yang hangat, mereka juga dihadapkan pada kenyataan dunia yang sedang tidak baik-baik saja. Elton John sempat bercerita bahwa ide awal album muncul saat sarapan bersama Brandi, sambil membaca berita tentang krisis dunia. “Waktu itu saya bilang, ‘Bagaimana kita bisa nulis album di tengah semua kekacauan ini?’ Tapi justru dari situ muncul energi untuk membuat sesuatu yang relevan untuk masa sekarang,” ungkapnya.