CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Slayyyter kembali mempertegas posisinya sebagai salah satu sosok paling provokatif di pop modern lewat album ketiganya, “WOR$T GIRL IN AMERICA.” Berisi 14 lagu, proyek ini menghadirkan perpaduan antara energi electro-industrial yang kasar dengan pop yang tetap terasa lentur, eksplosif, dan euforia. Setelah “STARFUCKER” pada 2023 menonjol lewat permukaan dance-pop yang glamor dan menggoda, rilisan terbaru ini justru bergerak ke arah yang lebih intens, lebih abrasif, dan terasa lebih gelap secara emosional, namun tetap mempertahankan sisi tajam dan penuh karakter yang selama ini menjadi identitas Slayyyter.
Sepanjang album, pemilik nama asli Catherine Grace Garner tersebut memadukan keberanian lirik dengan produksi yang agresif, menghasilkan karya yang terasa seperti katarsis pop yang tidak takut tampil kotor, eksistensial, dan frontal. Sejak awal, single utama ‘BEAT UP CHANEL$’ langsung membuka album dengan ledakan energi yang menuntut perhatian penuh, sementara lagu-lagu seperti ‘CRANK’ dan ‘$T. LOSER’ memperlihatkan kepercayaan diri khas Slayyyter lewat baris-baris yang tajam, jenaka, dan sangat self-aware.
Salah satu momen paling mencolok datang di penutup album, ‘BRITTANY MURPHY.’, saat Slayyyter membayangkan kematian dan warisan yang mungkin ia tinggalkan, sambil membandingkan dirinya dengan mendiang aktris tersebut. Dibuka dengan denyut elektronik yang gelap lalu berkembang lewat perkusi dan gitar yang terdengar mentah, lagu ini menjadi penutup yang dramatis sekaligus memperluas palet sonik album. Lewat track tersebut, Slayyyter seolah menegaskan bahwa jika ia memang harus dikenang sebagai figur pop yang kontroversial, ia akan memastikan kehadirannya meninggalkan jejak yang sulit diabaikan.