Penulis: Rouli Hutahaean
CREATIVEDISC.COM – JAKARTA – Hari terakhir Synchronize Festival 2026 menjadi penutup yang berkesan. Tidak seramai hari kedua tapi tetap menyenangkan serta banyak penampilan yang sangat ditunggu di hari terakhir ini, seperti penampilan kolaborasi Reality Club x Phum Viphurit, Endank Soekamti, Kangen Band, J-Rocks, .Feast, Timur Basudara dan Dipha Barus.
Menutup hari terakhir ini, Nadhif Basalamah menjadi salah satu musisi pembuka dan membawakan lagu-lagi andalannya seperti Penjaga Hati, Bergema Sampai Selamanya dan Kota Ini Tak Sama Tanpamu. Selain ada Nadhif, Sisitipsi juga membuka hari Minggu ini di panggung lainnya. Dilanjutkan dengan penampilan dari Vierratale yang memberikan kejutan kolaborasi bersama dengan Mezzaluna, putri dari Bimbim Slank membawakan Bersamamu, kemudian kolaborasi berikutnya bersama dengan Kaka SLANK, membawakan lagu “Kesepian”. Sebelum berakhir Mezzaluna, Kaka dan Vierratale membawakan lagu ikonis Slank berjudul “I Miss U But I Hate U” dengan kehadiran Bimbim di atas panggung. Kemudian ditutup dengan lagu “Jadi Yang Kuinginkan” disertai dengan kembang api berwarna pink dan ungu di langit Gambir Expo, Kemayoran.
Penampilan Indra Lesmana “Little Things From the Heart” juga mendapatkan banyak pujian dari warga wargi, tampil bersama sang anak Eva Celia dan juga Teza Sumendra, Monita Tahalea dan Michael Jakarimilena serta musisi pendukung lainnya seperti Barry Likumahuwa, Rafi Muhammad, Andre Dinuth dan Kyriz Boogieman. Dalam kesempatan ini juga Indra Lesmana mengenang satu tahun kepergian Dennis Junio saksofonis kenamaan Indonesia.
Ada juga sebuah aksi yang dibuat oleh teman-teman Dompet Dhuafa yang menghadirkan relawan karhutla berpakaian lengkap menggunakan Baju Pemadam Dalkarhutla lengkap dengan Full Face Mask Gas Respirator sambil membawa poster dan juga harapan salah satunya adalah Tidak ada lagi Karhutla, udara bersih dan bebas dari kabut asap, serta hutan tetap lestari dan ekosistemnya tetap terjaga.
Setelah aksi ini, warga wargi kembali siap untuk memenuhi panggung yang ada untuk menonton musisi kesayangan mereka, dilanjutkan dengan penampilan dari J-Rocks, sambil membawakan lagu hits mereka seperti Ceria, Fallin’ in Love, dan Lepaskan Diriku, personil J-Rocks mengajak warga wargi untuk berdoa sebentar untuk bencana kebakaran yang sedang melanda Indonesia agar pemulihan wilayah terdampak semakin cepat.
![]()
Di panggung yang berbeda ada kolaborasi yang juga sangat ditunggu dari Reality Club dan Phum Viphurit . Kedua musisi lintas negara ini baru saja menyelesaikan penampilan kolaborasi spesial mereka yang bertajuk “SEAblings”, Kolaborasi ini terasa sangat emosional karena hubungan mereka sudah terbangun sejak tahun 2019, ketika Reality Club menjadi band pembuka untuk konser solo Phum Viphurit di Jakarta. Kedua musisi ini saling bertukar lagu, di penghung lagu, mereka berduet bersama membawakan lagu hit dari Reality Club “Is It the Answer?” dan lagu populer milik Phum Viphurit, “Lover Boy”.
Di hari terakhir ini, warga wargi juga bisa menyaksikan penampilan dari Isyana Sarasvati, Reggae Gank, The Best of 80’s Indonesian Pop Creative dengan pengarah musik Nikkita Dompas dan kolaborasi bersama dengan penyanyi Indonesia Ardhito Pramono, Isyana Sarasvati, Teddy Adhitya, Teza Sumendra, Agatha Pricilla, Ify Alyssa dan Sivia Azizah yang membawakan lagu – lagu 80’an seperti Astaga, Surat Cinta, Anak Sekolah, Sesaat Kau Hadir dan lagu hits lainnya.
![]()
Penampilan .Feast juga sangat ditunggu oleh warga wargi, karena akan memberikan persembahan utuh Album “Membangun & Menghancurkan”, yang akan memainkan semua lagu dalam album ini secara berurutan. Panggung ini menjadi salah satu pertunjukan paling membara, yang penuh dengan kritik sosial, dan emosional. Lagu O Tuan dan Tarian Penghancur Rakyat dimainkan untuk mengenang saudara kita yang terkena dampak dari kelalaaian kebijakan pemerintah, kebakaran hutan, kasus keracunan, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta dukungan visual yang sangat menggambarkan carut-marutnya kondisi sosial di Indonesia.
Endak Soekamti, juga ikut bersuaran lewat penampilan mereka terkait dengn kondisi Indonesia saat ini begitu pun dengan The Adams. Penampilan The Adam kali ini akan memainkan lagu – lagu yang sudah di request Pelantur (sebutan fans The Adams) lewat sosial media.
Di panggung yang berbeda Timur Basudara mengajak warga wargi untuk menutup malam ini berjoget dengan lagu-lagu dari Timur seperti Stecu stecu, Lu Kenal Veronica Ko, Kasih Slow, Orang Ketiga dan lagu hits lainnya. Walau pun di penghunjung lagu gerimis turun tidak memudarkan semangat warga wargi untuk tetap berjoget. Menuju pintu keluar Oleng Upuk bersama Dipha Barus menjadi closingan warga wargi malam ini bersama kolaborasi dengan musisi lainnya The Adams, Reality Club, Matter Mos, Naykilla, dan Swellow. Perpisahan malam ini sungguh sangat gembira. Oleng Upuk yang tidak pernah sepi setiap malamnya, akan selalu ditunggu di setiap Synchronize Festival, ada magis sendiri yang menarik warga wargi sehingga tidak jadi langsung pulang.
Sampai ketemu di Oleng Upuk tahun depan warga wargi !