Instagram: @achmadbaqas
CREATIVEDISC.COM - JAKARTA - Sidang hukum antara NJZ (dulu NewJeans) dan mantan agensi mereka, ADOR, semakin sengit setelah klaim baru yang muncul pada (7/3).
Dalam sidang di Pengadilan Distrik Seoul, ADOR menyatakan bahwa masing-masing anggota NewJeans telah menerima pembayaran sebesar 5 miliar KRW (sekitar 3,75 juta USD) sebagai bagian dari penyelesaian kontrak mereka, yang masih berlaku hingga 2029. ADOR menegaskan bahwa klaim NJZ untuk memutuskan kontrak mereka tidak berdasar, karena mereka telah memenuhi kewajiban kontrak dengan adil, yang memungkinkan NewJeans mencapai kesuksesan besar.
Meski begitu, NJZ tetap melanjutkan gugatan mereka untuk mengakhiri kontrak eksklusif, dengan alasan merasa tidak dilindungi dan kehilangan kepercayaan terhadap manajemen. Dalam sidang tersebut, kelima anggota NJZ—Danielle, Minji, Haerin, Hyein, dan Hanni—hadir untuk memberikan pernyataan, menjelaskan bahwa mereka ingin mengakhiri kontrak karena perlakuan yang tidak adil yang mereka terima dibandingkan artis HYBE lainnya.
Menurut kuasa hukum NJZ, masalah besar dimulai sejak 2023 hingga 2024, dengan NewJeans merasa mendapat perlakuan berbeda yang semakin memperburuk hubungan mereka dengan agensi. Minji, mewakili para member NJZ, mengatakan, "ADOR mengklaim bahwa ketidakadilan kami adalah kesalahpahaman yang bisa diperbaiki jika kami kembali, namun itu justru memperburuk luka kami."
Sidang ini menggambarkan ketegangan antara kedua belah pihak dan menyoroti masalah besar yang dihadapi oleh artis terkait kontrak dan perlakuan manajemen. Persidangan ini akan terus menarik perhatian publik, mengingat dampaknya pada industri hiburan.