recordstoreday

Record That Change My Life

Setiap tahunnya, di hari Sabtu minggu ke-3 di bulan April adalah Record Store Day yang dimulai sejak 2007. Dan ini dia album pilihan para kontributor CreativeDisc yang membuat mereka semakin cinta terhadap dunia musik.

Marina and the Diamonds

Album of the Day: Marina and the Diamonds – Froot

Marina Diamandis atau yang lebih kita kenal sebagai Marina and the Diamonds sejenak meminggirkan aroma club dan pop-dance di album ketiganya, “Froot“, dan memilih untuk menghadirkan barisan lagu yang lebih lekat dengan pop yang melankolis. Balada atau power pop adalah senjata utama, tapi jangan kuatir, karena Marina and the Diamonds akan meminggirkan sentimentalia atau melodramatisasi yang mendayu-dayu, karena lagu-lagu justru dibangun dengan kedalaman pada tema, lirik dan juga melodi yang cukup terjaga. Album dibuka dengan track ‘Happy’, yang berlawanan dengan judulnya, justru merupakan sebuah balada atmosferik yang murung. Vokal Marina terdengar pedih dan diselubungi duka, meski jika kita mencermati liriknya,

Walk the Moon

Single of the Day: Walk The Moon – Shut Up And Dance

Walk the Moon mungkin band pengusung alternative rock, namun bukan berarti mereka tidak berani keluar dari zona aman dan mengeksplorasi sesuatu yang berbeda. Dan rasa-rasanya mereka cukup kerap melakukannya, termasuk dalam single ‘Shut Up and Dance ‘ ini. Lagu dibuka dengan beat yang berderap dan berdegup, namun alih-alih rock, justru mengindikasikan semangat pop, atau lebih tepatnya pop 80-an, dengan kuat. Ritmis, dan mengajak pendengarnya untuk bergerak mengikuti iramanya, sebagaimana yang terlampir di lagu, dance! Meski begitu tentunya Walk the Moon tidak melupakan rock itu sendiri. Chorus menjadi sarana curahan riff gitar elektrik dan gebukan drum yang bersemangat, menghantarkan intensitas rock

Jason Derulo

Single of the Day: Jason DeRulo – Want to Want Me

Percepatan gaya rilis single di masa sekarang ini sering membuat kita tak percaya akan umur sebuah single. ‘Talk Dirty’ contohnya, kurang dari 4 bulan lagi, single milik Jason DeRulo ini akan berusia 2 tahun! Ia berhasil menciptakan trend bukan hanya untuk kalangan urban dan R&B, tapi juga dunia pop, dimana infus terompet sebagai perisa dalam lagu menjadi sebuah epidemik. Tough act to follow memang, tapi Jason sudah mengeluarkan ‘Want to Want Me‘ dengan pendekatan lain yang tak kalah atraktif. Apa pendekatan tersebut? Adalah perilisan video musik lewat jalur aplikasi media sosial Tinder. Tergolong tak biasa, Jason tampak begitu ambisius untuk

The Script

Single of the Day: The Script – Man On A Wire

Salut buat The Script yang punya warna musik sendiri dan hingga album keempatnya mereka masih mampu mempertahankan kemurniannya. ‘Man on a Wire‘ adalah yang terbaru dari Danny dkk, yang masih berasal dari album “No Sound Without Silence”. Lagu ini memiliki melodi yang benang merahnya sangat tebal dengan ‘The Man Who Can’t Be Moved’, ‘For the First Time’, ‘Hall of Fame’ ataupun ‘Superheroes’, bukti bahwa karakter musik mereka hidup, tumbuh, dan dipupuk dengan cara seksama. Untuk lirik pun demikian. I stand on my opinion from day one until today kalau dalam urusan lirik, The Script adalah pujangga modern. Barisan lirik yang

Album of The Month: Katy Perry – Teenage Dream

PhotobucketMungkin beberapa penggemar Katheryn Elizabeth Hudson atau yang di kenal dengan nama bekennya Katy Perry, sudah tahu bahwa Teenage Dream merupakan album ketiga, dimana pada awal karirnya, Perry muncul dengan aliran musik gospel pada album pertamanya, merupakan cikal bakal Perry masuk ke jalur mainstream pada album keduanya, One Of The Boys yang ternyata meraih sukses. Tidak mau berlama-lama tenggelam dengan kesuksesan album keduanya, bekerja sama dengan Max Martin, Dr. Luke, Benny Blanco, Rico Love, Greg Wells, Tricky Stewart serta Stargate, Perry sangat jeli memanfaatkan peluang dalam meramu album ketiganya ini. Berubah cukup banyak? Ya, itulah yang saya rasakan ketika menikmati keseluruhan album ini. Patut diakui, banyaknya penyanyi wanita yang mengambil jalur pop, electropop hingga dance-pop ini, berhasil mangubah aliran musik yang pada beberapa album sebelumnya, Perry bermain di jalur pop rock.

Menarik! Itulah yang bisa saya katakan pada saat menyimak keseluruhan materi yang disediakan pada Teenage Dream ini, meski saat ini usia Perry bukan tergolong ‘ABG’ atau remaja, Perry tampaknya mau mengajak pendengarnya terbawa suasana fun, menikmati hura-hura masa remaja namun pada beberapa track, serius tentunya. Ya sesuai dengan judul albumnya. Komposisi yang dibuat cukup menyegarkan. Suka? Tidak suka? Terlalu memaksa dengan konsep baru Perry ini? Semua tergantung pendengar bagaimana memandang album ini. Dapat dipastikan, produser yang diajak Perry dalam memproduksi album ini, memang membuat Teenage Dream berbeda dengan album sebelumnya. Namun jangan khawatir, track dengan nuansa pop-rock serta ballad masih bisa dinikmati. Sisanya? Sudah pasti akan mengajak pendengar semangat menikmati track-track yang disuguhkan.

“Teenage Dream” merupakan track pembuka dengan mid-tempo, alunan electropop yang menghentak menjadikan track yang tepat sebagai pemanasan. Mendengarkan “Teenage Dream” saya seperti diajak untuk terus menikmati/mengingat masa remaja, sangat menyenangkan. Berlanjut dengan “Last Friday Night (T.G.I.F.)” menceritakan tentang suasana minum-minum pada malam Jum’at, dengan beat-beat yang sangat catchy, akan menjadi anthem baru pada album ini. Perry mengajak Snoop Dogg pada “California Gurls” yang terbukti ampuh dan menjadi single andalan pertama sebagai come back-nya, dengan musik dan lirik yang memang bernuansa fun, tidak perlu berpikir terlalu lama untuk menyukai single ini. Mari menikmati . “Firework” dimana musik electro dipadu dengan alunan biola memberi nilai lebih pada track ini.

Mau yang sedikit nakal dan menghentak? “Peacock” sekilas mengingatkan pada single “The Best Damn Thing” miik Avril Lavigne. Meski Perry terdengar sedikit memaksa dan kurang tepat dengan gaya menyanyi seperti ini, namun masih bisa di tolerir. Dengarkan jeritan menyayat pada “Circle the Drain” dimana beat techno yang disajikan selain juga menghentak tetapi terdengar sedikit gelap begitu juga degan “The One That Got Away” masih mengandalkan upbeat -tempo. Cukup mendengarkan Perry dalam nuansa up-beat tempo, “E.T.”, “Who Am I Living For?” serta “Pearl” yang menggunakan komposisi down-tempo electropop, Perry tampil maksimal dengan kualitas vokalnya yang memang tidak diragukan lagi. Sepuluh track telah berlalu, inilah track yang pasti paling ditunggu, yakni pada “Hummingbird Heartbeat” Perry kembali pada jalur musik semula, pop rock dan ditutup dengan ballad piano “Not Like the Movies”, sebagai tambahan pada track penutup ini merupakan track ballad yang berbeda dibandingkan dengan track ballad pada album sebelumnya, dengan lirik yang unik dan masih berkaitan dengan track pertama, “Teenage Dream” Perry mengajak pendengar untuk tetap realistis dalam kehidupan yang sebenarnya, terutama dalam hal membangun hubungan.

Apakah keberuntungan akan berpihak pada Perry melalui album ini? Saya rasa YA! Dua belas track yang disajikan, dengan lirik yang nakal, art work album yang berani, serta mendapat label explicit content pada lirik seperti album sebelumnya, Perry ingin membuktikan bahwa ia tidak hanya ingin bermain di jalur yang sama seperti album terdahulunya, dan itu berhasil. Meski pada beberapa track memiliki sound yang hampir sama, tetapi perbedaan tempo, tema lagu serta vokal Perry yang prima dan tidak tenggelam dalam balutan irama electro, membuat Teenage Dream menjadi layak untuk masuk dalam daftar koleksi CD dan pastinya tidak membosankan. Satu hal yang pasti, mendengarkan Teenage Dream ini, saya seperti diajak kembali menikmati masa remaja yang tentunya menyenangkan. Bagaimana dengan pembaca yang meski bukan remaja, telah siap kembali masuk ke dalam dunia remaja bersama Katy Perry? Untuk yang masih remaja betulan tentunya, enjoy this album!
Official Websitenya
Official Facebook
Official Twitter
(Joe Ari Shasta / CreativeDisc Contributors)

Track List:
1. “Teenage Dream” 3:47
2. “Last Friday Night (T.G.I.F.)” 3:50
3. “California Gurls” (featuring Snoop Dogg) 3:54
4. “Firework” 3:47
5. “Peacock” 3:51
6. “Circle the Drain” 4:32
7. “The One That Got Away” 3:47
8. “E.T.” 3:26
9. “Who Am I Living For?” 4:08
10. “Pearl” 4:07
11. “Hummingbird Heartbeat” 3:32
12. “Not Like the Movies” 4:01

38 Comments

  1. Joe Ronald Reply
  2. joe Reply
  3. Yudh4_D_bl4ck0uT Reply
  4. ilow Reply
  5. ezza400 Reply
  6. winda Reply
  7. Iman Reply
  8. RIZKI RAMADHANIS Reply
  9. jojon Reply
  10. meli Reply
  11. Gun_guN Reply
  12. Omarizer Reply
  13. hendra Reply
  14. mamank somay Reply
  15. Rigida Reply
  16. cansERiA Reply
  17. Jelita kira Reply
  18. Rony Reply
  19. wardanifirdha Reply
  20. JonnaGaga Reply
  21. Erwin Sagata Reply
  22. welly Reply
  23. @rerewmonster Reply
  24. aris Reply
  25. IV.an Reply
  26. Jovan Reply
  27. welly Reply
  28. ochie Reply
  29. didi Reply
  30. welly Reply
  31. danun Reply
  32. Didotz Reply
  33. Didotz Reply
  34. Joe Ronald Reply
  35. welly Reply
  36. joe Reply
  37. guz Reply
  38. Joe Ronald Reply

Reply

Album of The Day American Idol Artist Interviews Artist of The Month Artist to Watch Behind The Music Concerts Review Creative Disc Exclusive Single Photo Gallery Single of The Day The Voice US The X Factor US Time Tunnel Top 10 Music Videos
Exclusive Interview With Cash Cash: Ingin Kolaborasi Dengan Bruno Mars
Record That Change My Life
The Voice 8 – Top 12
Kanye West, Taylor Swift & Björk Di Antara Nama Yang Masuk 100 Most Influential People Majalah TIME
David Hasselhoff Luncurkan Musik Video Penuh Aksi Untuk Single ‘True Survivor’
Adam Lambert Ungkap Cover Art Untuk Single ‘Ghost Town’
The Jungle Giants Akan Tampil Dalam G’day Mate! A Gathering For Australian Alumni And Friends
Billboard Streaming Songs – 20 Apr
Billboard Digital Songs Chart – 20 Apr
Countdown Banten TV Top 10 Chart – 18 Apr
Flamboyant Top 20 – 18 Apr