Album of The Month: Katy Perry – Teenage Dream

PhotobucketMungkin beberapa penggemar Katheryn Elizabeth Hudson atau yang di kenal dengan nama bekennya Katy Perry, sudah tahu bahwa Teenage Dream merupakan album ketiga, dimana pada awal karirnya, Perry muncul dengan aliran musik gospel pada album pertamanya, merupakan cikal bakal Perry masuk ke jalur mainstream pada album keduanya, One Of The Boys yang ternyata meraih sukses. Tidak mau berlama-lama tenggelam dengan kesuksesan album keduanya, bekerja sama dengan Max Martin, Dr. Luke, Benny Blanco, Rico Love, Greg Wells, Tricky Stewart serta Stargate, Perry sangat jeli memanfaatkan peluang dalam meramu album ketiganya ini. Berubah cukup banyak? Ya, itulah yang saya rasakan ketika menikmati keseluruhan album ini. Patut diakui, banyaknya penyanyi wanita yang mengambil jalur pop, electropop hingga dance-pop ini, berhasil mangubah aliran musik yang pada beberapa album sebelumnya, Perry bermain di jalur pop rock.

Menarik! Itulah yang bisa saya katakan pada saat menyimak keseluruhan materi yang disediakan pada Teenage Dream ini, meski saat ini usia Perry bukan tergolong ‘ABG’ atau remaja, Perry tampaknya mau mengajak pendengarnya terbawa suasana fun, menikmati hura-hura masa remaja namun pada beberapa track, serius tentunya. Ya sesuai dengan judul albumnya. Komposisi yang dibuat cukup menyegarkan. Suka? Tidak suka? Terlalu memaksa dengan konsep baru Perry ini? Semua tergantung pendengar bagaimana memandang album ini. Dapat dipastikan, produser yang diajak Perry dalam memproduksi album ini, memang membuat Teenage Dream berbeda dengan album sebelumnya. Namun jangan khawatir, track dengan nuansa pop-rock serta ballad masih bisa dinikmati. Sisanya? Sudah pasti akan mengajak pendengar semangat menikmati track-track yang disuguhkan.

“Teenage Dream” merupakan track pembuka dengan mid-tempo, alunan electropop yang menghentak menjadikan track yang tepat sebagai pemanasan. Mendengarkan “Teenage Dream” saya seperti diajak untuk terus menikmati/mengingat masa remaja, sangat menyenangkan. Berlanjut dengan “Last Friday Night (T.G.I.F.)” menceritakan tentang suasana minum-minum pada malam Jum’at, dengan beat-beat yang sangat catchy, akan menjadi anthem baru pada album ini. Perry mengajak Snoop Dogg pada “California Gurls” yang terbukti ampuh dan menjadi single andalan pertama sebagai come back-nya, dengan musik dan lirik yang memang bernuansa fun, tidak perlu berpikir terlalu lama untuk menyukai single ini. Mari menikmati . “Firework” dimana musik electro dipadu dengan alunan biola memberi nilai lebih pada track ini.

Mau yang sedikit nakal dan menghentak? “Peacock” sekilas mengingatkan pada single “The Best Damn Thing” miik Avril Lavigne. Meski Perry terdengar sedikit memaksa dan kurang tepat dengan gaya menyanyi seperti ini, namun masih bisa di tolerir. Dengarkan jeritan menyayat pada “Circle the Drain” dimana beat techno yang disajikan selain juga menghentak tetapi terdengar sedikit gelap begitu juga degan “The One That Got Away” masih mengandalkan upbeat -tempo. Cukup mendengarkan Perry dalam nuansa up-beat tempo, “E.T.”, “Who Am I Living For?” serta “Pearl” yang menggunakan komposisi down-tempo electropop, Perry tampil maksimal dengan kualitas vokalnya yang memang tidak diragukan lagi. Sepuluh track telah berlalu, inilah track yang pasti paling ditunggu, yakni pada “Hummingbird Heartbeat” Perry kembali pada jalur musik semula, pop rock dan ditutup dengan ballad piano “Not Like the Movies”, sebagai tambahan pada track penutup ini merupakan track ballad yang berbeda dibandingkan dengan track ballad pada album sebelumnya, dengan lirik yang unik dan masih berkaitan dengan track pertama, “Teenage Dream” Perry mengajak pendengar untuk tetap realistis dalam kehidupan yang sebenarnya, terutama dalam hal membangun hubungan.

Apakah keberuntungan akan berpihak pada Perry melalui album ini? Saya rasa YA! Dua belas track yang disajikan, dengan lirik yang nakal, art work album yang berani, serta mendapat label explicit content pada lirik seperti album sebelumnya, Perry ingin membuktikan bahwa ia tidak hanya ingin bermain di jalur yang sama seperti album terdahulunya, dan itu berhasil. Meski pada beberapa track memiliki sound yang hampir sama, tetapi perbedaan tempo, tema lagu serta vokal Perry yang prima dan tidak tenggelam dalam balutan irama electro, membuat Teenage Dream menjadi layak untuk masuk dalam daftar koleksi CD dan pastinya tidak membosankan. Satu hal yang pasti, mendengarkan Teenage Dream ini, saya seperti diajak kembali menikmati masa remaja yang tentunya menyenangkan. Bagaimana dengan pembaca yang meski bukan remaja, telah siap kembali masuk ke dalam dunia remaja bersama Katy Perry? Untuk yang masih remaja betulan tentunya, enjoy this album!
Official Websitenya
Official Facebook
Official Twitter
(Joe Ari Shasta / CreativeDisc Contributors)

Track List:
1. “Teenage Dream” 3:47
2. “Last Friday Night (T.G.I.F.)” 3:50
3. “California Gurls” (featuring Snoop Dogg) 3:54
4. “Firework” 3:47
5. “Peacock” 3:51
6. “Circle the Drain” 4:32
7. “The One That Got Away” 3:47
8. “E.T.” 3:26
9. “Who Am I Living For?” 4:08
10. “Pearl” 4:07
11. “Hummingbird Heartbeat” 3:32
12. “Not Like the Movies” 4:01

About The Author

38 Comments

  1. Joe Ronald Reply
  2. joe Reply
  3. Yudh4_D_bl4ck0uT Reply
  4. ilow Reply
  5. ezza400 Reply
  6. winda Reply
  7. Iman Reply
  8. RIZKI RAMADHANIS Reply
  9. jojon Reply
  10. meli Reply
  11. Gun_guN Reply
  12. Omarizer Reply
  13. hendra Reply
  14. mamank somay Reply
  15. Rigida Reply
  16. cansERiA Reply
  17. Jelita kira Reply
  18. Rony Reply
  19. wardanifirdha Reply
  20. JonnaGaga Reply
  21. Erwin Sagata Reply
  22. welly Reply
  23. @rerewmonster Reply
  24. aris Reply
  25. IV.an Reply
  26. Jovan Reply
  27. welly Reply
  28. ochie Reply
  29. didi Reply
  30. welly Reply
  31. danun Reply
  32. Didotz Reply
  33. Didotz Reply
  34. Joe Ronald Reply
  35. welly Reply
  36. joe Reply
  37. guz Reply
  38. Joe Ronald Reply

Reply