fbpx

Trending News

Blog Post

James Bay: Sebuah Cerita Masa Kini
Artist to Watch

James Bay: Sebuah Cerita Masa Kini 

Ada kekosongan tahta pasca kesuksesan Adele beberapa tahun lalu, namun hal itu tak menunggu lama, muncul Sam Smith sebagai pelepas dahaga pecinta musik gundah gulana. Memasuki 2015, album terbaru Adele kembali tertunda, Sam Smith pun baru akan memulai pengerjaan album keduanya. Kembali terjadi status-quo, beberapa media online dan majalah bergegas menyebut beberapa nama yang pantas menjadi the next stars.

Diantara sekian nama pendatang baru, salah satunya adalah James Bay. Berumur 24 tahun, pemuda ini berpenampilan terlalu keren. Benar, saya memilih jujur. Sekilas tampak seperti Johnny Depp muda, jika diperhatikan lagi ia mirip pemeran tokoh Tony di season awal serial remaja-tanggung-pembuat-onar, Skins. Perbedaan yang mencolok tentu rambut gondrong dan fedora hat, skinny jeans, jaket kulit, James Bay begitu kekinian.

Ok, boleh kita akui pemuda asal Hitchin, Inggris ini memiliki selera yang bagus dalam mengemas penampilannya. Tapi musiknya? Saat tak sengaja mendengarkan single “Let It Go”, saya pribadi sempat berpikir, “Ed trying something new? Hmm..” Ya, James Bay juga adalah seorang gitaris yang sempat berkuliah di Brighton Institute of Modern Music. Gitar adalah instrumen utama yang digunakannya dalam menciptakan lagu. Dan materi awal mini albumnya terdengar sangat folk.

Sepertinya pendatang baru akan selalu disandingkan dengan senior yang telah lebih dahulu menapaki karir. Di artikel yang lain bahkan James Bay disebut sebagai versi James Blunt dengan topi fedora. Well its sucks then.

Mari kita coba pendekatan lain. Album debutnya “Chaos and the Calm” baru saja rilis 23 Maret lalu, sempat memuncaki tangga album Inggris pada minggu pertama. Ia juga adalah runner-up jajak pendapat “BBC Sound of 2015”, Brit Awards tak ketinggalan menganugerahi Critics Choice Award 2015 mengikuti jejak pendahulunya Adele dan Sam Smith. Oh crap! Rumit sekali untuk melepaskan diri dari bayang-bayang seniornya.

Kini James Bay tengah melakukan tur di Amerika Serikat dan Inggris yang tiketnya telah ludes dalam beberapa jam saja. Selain itu ia diberi kepercayaan sebagai pembuka Taylor Swift dalam tur eropanya tahun ini. Sebelumnya ia telah satu panggung dengan banyak band dan penyanyi kenamaan. The Rolling Stones, ZZ Ward, Kodaline, Tom Odell, John Newman, adalah beberapa nama tersebut. Tahun ini pun merupakan debut penampilan pertamanya di Glastonburry Festival dan festival “T in the Park” di Skotlandia. Cukup sibuk bukan?

Bagaimana jika kita runut jauh ke belakang? Bagaimana seorang James Bay ditemukan? Sembari kuliah, James menyibukkan diri dengan tampil di pub dan bar sekitaran kampus. Suatu hari seseorang merekam penampilannya, dan meminta izin untuk mengunggah video tersebut ke situs youtube. Iya, ternyata kisah ini dimulai sebagaimana kebanyakan penyanyi zaman kini ditemukan. Beberapa bulan setelah video itu diunggah, James Bay mendapat pinangan dari label musik Republic Records asal Amerika Serikat, cukup jauh memang, ia terbang menuju New York menandatangani kontrak internasionalnya, sebelum akhirnya bersepakat dengan Virgin Records sebagai label musik di tanah britania.

Setelah itu segalanya terasa lebih mudah bagi James Bay. Ia mengambil kesempatan untuk merekam materi debutnya di studio kenamaan kota Nashville, Blackbird Studio bersama Jacquirre King yang telah berkolaborasi bersama Kings of Leon dan Tom Waits. Album “Chaos and the Calm” merupakan sebuah usaha perkenalan James Bay, cobalah mendengar album ini lebih lanjut dan lebih dalam, maka bayang-bayang nan telah diasosiasi kepadanya lambat laun akan memudar. Ia tak serta merta bermain gitar akustik kok, sebagian besar lagunya justru dihiasi gitar elektrik, tapi ia pun tak hendak memperdengarkan kemampuan jari jemarinya menapaki batas-batas fret gitar. Ia bermain seperlunya, bahkan untuk membuktikan itu ia pun diiringi piano pada beberapa lagu.

James Bay adalah masa kini. Tak usah sandingkan dengan beberapa pendahulu lagi. Ia sempat mengakui sebelum mengambil kuliah tentang musik, ia belajar secara mandiri untuk memainkan gitar. Dan Youtube adalah tempatnya mempelajari banyak hal saat itu, ia sempat berujar “Siapa yang butuh sekolah, jika youtube telah mengajarkan segalanya?”. Ini bukti sah bahwa James Bay adalah bagian dari hari ini, mengawali usahanya dengan belajar dari youtube, dan mendapatkan ganjaran kesuksesan setelah video penampilannya diunggah ke situs berbagi video tersebut. James Bay, sebuah cerita masa kini.

iTunes: “Chaos and the Calm”

Website: www.jamesbay.com

Twitter: https://twitter.com/jamesbaymusic

Youtube: https://www.youtube.com/user/jamesbayofficial

Awards: Runner-up BBC Sound of 2015 Poll, Brit Awards “Critics” Choice Award 2015

Noverdy Putra
CreativeDisc Contributor

Related posts

Leave a Reply