Quantcast

HONNE Special Interview: Cinta Budaya Jepang, Gig Cari Jodoh dan Konsistensi Bermusik

By - 6 months ago in Artist Interviews

Melihat antusiasme pecinta duo electronic asal UK, yakni James Hatcher dan Andy Clutterbuck yang tergabung dalam Honne pada penampilannya di Jakarta beberapa pekan lalu, benar-benar membuat kami penasaran lebih jauh tentang mereka dan musik yang mereka kerjakan. Sebuah gayung bersambut, senang sekali kami mendapatkan tawaran menakjubkan dari Warner Music Indonesia untuk melakukan sesi interview bersama Honne di salah satu hotel dikawasan Thamrin Jakarta. Simak percakapan Creative Disc bersama James dan Andy berikut.

Hi, Honne! Bagaimana rasanya akhirnya tampil perdana di Jakarta kemarin?
James: It’s great! Kami tidak menyangka bahwa responnya sangat diluar dugaan. Menyenangkan melihat para fans kami bernyanyi sepanjang pertunjukkan, benar-benar kami tidak menyangkanya.
Andy: I can say, they were the loudest . It’s crazy,yeah!

Crowd terbesar yang pernah kalian temui sepanjang tour dimana kira-kira?
James: The biggest crowd we’ve had is Albania recently. Kurang lebih 20.000 audiens meramaikan pertunjukan kami. Dan itu sungguh gila.

Lebih menyenangkan perform di sebuah festival besar atau gig yang lebih intim bersama fans kalian?
James: Sebenarnya, show di Jakarta ini cukup menggambarkan crowd favorit kami, sekian ribu orang mengenali musik kami dan masih terasa keintimannya bersama mereka.

Mengapa jarak rilis album terbaru “Warm on a Cold Night” kalian terbilang cukup lama dari rilisan – rilisan EP album Honne terdahulu?
James: kami ingin mengukur respon audiens kami dari karya-karya yang kami rilis. Sehingga memakan sedikit waktu untuk meramu sebuah full album agar terdengar sesuai dengan apa yang ingin kami suguhkan.

Apa sih definisi dibalik nama Honne bagi kalian?
James: Honne diambil dari kata bahasa Jepang yang berarti tujuan yang sebenarnya alias true intention. Kami ingin agar musik yang kami bawakan adalah sebuah kejujuran dalam bermusik dan mampu menjangkau hati para pendengar kami.

Ngomongin album remixed “Warm on A Cold Night” yang melibatkan kolaborasi banyak sekali produser musik dan musisi electronic keren seperti Gnash & 4e, Pat Lok, SOHN, MXXWLL , Riton dan lainnya. Bagaimana kalian mendapat ide semacam ini?
James: Sebenarnya kami saling menggemari karya satu sama lain. Sehingga saat ide ini muncul mereka dengan senang hati membantu kami untuk membuat remix dari album kami ini.

Lalu, apakah hal itu juga yang terjadi antara kalian dan Fickle Friends dalam remix single mereka Cry Baby?
Andy: Kami beberapa kali bertemu dan kenal karena berada di panggung yang sama lalu secara spontan Natti vokalis Fickle Friends pernah mendatangi kami dan menawarkan apakah kami mau me-remix lagu mereka, dan terjadilah.

Apa project terbaru yang sedang kalian lakukan akhir-akhir ini?
James: Kami sudah mulai menggarap bahan untuk album selanjutnya. Bocorannya akan ada sekitar 6-7 lagu didalamnya degan vibe yang tentunya berbeda dari sebelumnya. Semoga bisa terlaksana lebih cepat.

Semudah atau sesusah apa sih kalian menemukan ide dalam bermusik dan membuat lagu?
James: Oh, ya. Pernah saat itu kami baru saja bertemu dan aku sudah dalam perjalanan pulang menuju stasiun kereta, lalu tiba-tiba aku menemukan ide untuk lirik dan memberitahu Andy bahwa kita harus lanjutkan ide ini agar tidak menguap begitu saja. Ha..ha..ha dan itu sangat spontan.

Rekomendasikan lagu di album Warm on A Cold Night bagi pendengar baru kalian dong?
James: Hmmm, mungkin yang pertama tentu saja Warm on A Cold Night tentu saja. Yang kedua adalah The Night karena lagu itu sangat romantis dan memberimu chilling vibe.

Kapan sih waktu terbaik buat dengerin Honne menurut kalian?
Andy: Kayanya sih sambil nyetir keliling kota malam-malam, dan buka jendela. Pengennya, musik kami bisa menyatukan siapapun yang mendengarkan dan menonton show kami. Nah ada hubungannya sama Fickle Friends, waktu itu Natti si vokalis menghadiri salah satu gig kami di Brighton dan berkenalan dengan teman kami, Andy dan mereka jadian. Seru banget kan, bisa nemu jodoh di gig kami macam biro jodoh. Hahaha.

Kalau dilihat-lihat kalian sangat menyukai budaya Jepang, dari cover album, penamaan grup, dan nuansa video musik kalian, ada alasan tertentu gak?
James: Aku dan pacarku beberapa kali mengunjungi Jepang dan sempat tinggal beberapa saat disana. Dan kami menemukan banyak hal menarik dari budaya Jepang yang berbeda dari negara kami d Inggris, tentu saja hal ini bisa menginspirasi hingga sekarang.

Jika trend musik electronic mulai bergeser dan tidak begitu menguntungkan lagi, apakah kalian akan tetap konsisten digenre ini atau kalian akan merubah genre kalian untuk lebih sesuai dengan pasar?
Andy: Wah pertanyaan yang rumit. Hahaha. Well menurut kami, Honne akan tetap memiliki root bermusik kami meskipun evolusi musik akan selalu ada. Dan bagi kami tidak ada salahnya untuk menjadi produktif dan berevolusi dengan musik yang kami lakukan. What an interesting question!

Sepanjang tahun berada di belahan dunia untuk melakukan tur, bagaimana cara kalian memanage waktu dengan orang-orang sekitar?
James: Benar sekali, itulah yang harus kami dapatkan sebagai imbalan karena kesibukan ini, kami melewatkan beberapa momen penting seperti pernikahan sahabat kami dan beberapa waktu yang tidak bisa terganti. Tapi kami tetap bersyukurdengan apa yang kami miliki sekarang dan menyempatkan bertemu keluarga dan sahabat kami kapanpun kami punya waktu.

Pernahkah kalian terlibat sebuah debat yang dapat mempengaruhi hubungan persahabatan dan musik kalian?
Andy: Jika kami berada disituasi yang kurang tepat biasanya kami akan diam sejenak dan memanfaatkan waktu sendiri secara singkat lalu kembali dan meminta maaf dan menjadi dewasa. Kami sudah sering melakukannya. So it’s not a big deal for us.

Thank you guys, for your time. All success for Honne. We’ll see you soon on next gig!
James & Andy: Thank’s for having us. Hope to see you soon.

Perbincangan Creative Disc dan Honne berlangsung cukup seru dan berwarna penuh canda, meski waktu jua lah yang memisahkan kami. But we’d like to say huge thanks to Warner Music Indonesia for giving us a super great time with Honne. See ya on next chance!

Dengerin album “Warm on a Cold Night” di AppleMusic:

Personal Style Blogger, Avid Walker, Gigs Wanderer, Astrology Freak, Arians Multitasker.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Concerts Review | September 6, 2017 By

From the Heat of Arizona, One Republic , Fitz & the Tantrums dan James Arthur “Membakar” Penontonnya di #HondaCivicTour2017

Artist Interviews | July 24, 2017 By

CreativeDisc Exclusive Interview With Maggie Lindemann: Tak Puas Hanya Dianggap Sebagai “Pretty Girl”

Creative Disc Exclusive Single | July 10, 2017 By

Creative Disc Exclusive Single: 10 July