Quantcast

Album of the Day: The Vamps – Night & Day (Night Edition)

By - 2 weeks ago in Album of The Day

Released by: Universal Music Indonesia

Selepas dua album, “Meet the Vamps” (2014) dan “Wake Up” (2015), band pop-rock asal Inggris, The Vamps, masih harus tetap bergulat untuk membuktikan diri jika mereka bukan McFly 2.0 atau pengekor One Direction. Kini, di album ketiga, “Night & Day“, band yang terdiri atas Brad Simpson (lead vocals, gitar), James McVey (lead guitar, vokal), Connor Ball (bass, vokal) dan Tristan Evans (drums, vokal) ini menghadirkan sebuah konsep yang cukup berani. Setidaknya untuk band sekelas mereka.

“Night & Day” dipecah menjadi dua bagian, yaitu “Night Edition”, yang kini sudah bisa disimak, dan “Day Edition” yang akan dirilis di bulan Desember mendatang. Bukan kebetulan mungkin saat The Vamps merilis dua single mereka untuk album ini dengan embel-embel kata “night” di setiap lagu, yaitu ‘All Night’ dan ‘Middle of the Night’. Mungkin karena malam diasosiasikan dengan dunia gemerlapan alias dugem alias nge-club, maka The Vamps mencoba menyebrang ke ranah EDM dengan lagu-lagu ini.

Dan mereka tidak sendiri, karena ada nama-nama musisi EDM yang membantu mereka di track-track ini, yaitu Martin Jensen dalam ‘Middle of the Night’ dan Matoma untuk ‘All Night’. Secara umum sebenarnya lagu-lagu ini masih mengusung pop-rock ala The Vamps. Hanya saja The Vamps dan para musisi EDM tadi memelintir aransemen dalam balutan future bass, sehingga terdengar lebih dance-able ketimbang ngerock.

Future bass adalah pilihan yang cukup masuk akal jika band pop-rock seperti The Vamps mencoba memasuki wilayah EDM, karena secara ritme dan beat, masih mendekati rock, ketimbang tiba-tiba The Vamps membawakan electro house atau (apa lagi) trance misalnya. Oleh karena itu, sebagian besar track-track dalam “Night & Day” versi “Night” ini memang dihadirkan dalam balutan future bass.

Soal berhasil atau tidak, memang relatif. Baik ‘All Night’ dan ‘Middle of the Night’ memang cenderung terdengar seperti versi remix ketimbang bentuk asli lagu-lagunya. Tapi setidaknya jika The Vamps menginginkan suasana club, maka mereka cukup berhasil untuk itu. Lagu-lagu EDM catchy yang berangkat dari warna pop-rock adalah sajian The Vamps.

Maka dari itu, album juga menyertakan ‘Hands’, sebuah track anthemik di mana The Vamps, dan juga Sabrina Carpenter, membantu Mike Perry. Selepas itu kita bisa menyimak track-track seperti ‘Same To You’ yang mengadopsi tropical, pop-funk dalam ‘Shades On’, dancehall dalam ‘It’s A Lie’, synth-pop dalam ‘My Place’ dan kembali dalam future bass berbalut tropical dengan ‘Sad Song’. Khusus dua lagu terakhir adalah untuk edisi Brad Simpson.

Sebenarnya lagu-lagu ini masih terdengar sangat The Vamps sekali, namun diolah dalam balutan electronic music dance. Jadi seharusnya tidak begitu mengecewakan bagi para penggemar The Vamps. Dengan catatan mereka mau menafikan beat EDM tadi. Lagi pula EDM yang ditawarkan The Vamps juga tidak seberat itu, dan masih menyisakan ruang untuk warna musik mereka.

Bahkan The Vamps masih menghadirkan lagu-lagu yang lebih organis dalam track seperti balada ‘Paper Hearts’. Meski ada sentuhan electronic, namun lebih pada sebagai pengganti ketukan drum karena secara umum nuansa pop-rock lebih kental mewarnai lagu. Pendekatan yang sama juga bisa ditemukan dalam balada lain, ‘Stay’.

Mendengarkan The Vamps adalah mendengarkan bubblegum-pop (rock), jadi seharusnya tidak perlu merasa sewot jika merasa lagu-lagu di dalam album ini terdengar “dangkal” atau miskin dimensi, karena toh memang tujuan mereka adalah menyajikan lagu-lagu mudah dicerna alias catchy alias easy listening, dan menyenangkan untuk disimak. Dan dalam durasi yang cukup singkat, sekitar 30 menitan saja, mereka menunaikan tugas tersebut dengan baik.

Dan sebagai bonus tambahan, album “Night & Day (Night Edition)” ini juga menyertakan sebuah DVD yang menyajikan aksi The Vamps tampil secara live dalam sebuah konser dari 02. Sepanjang 1 jam yang padat, The Vamps akan memuaskan mereka yang ingin menyaksikan konser mereka namun sayangnya tidak memiliki kesempatan. Enerji mereka tetap tersuarkan dengan baik melalui rekaman konser mereka ini.

“Night Edition” masih paruh pertama dari album “Night & Day” secara keseluruhan. Menilik paruh pertamanya maka nuansa fun adalah penawaran The Vamps dalam karya terbaru mereka ini. Lantas bagaimana dengan “Day Edition”? Apakah mereka akan kembali ke gaya bermusik mereka yang lama, atau malah juga menawarkan sesuatu yang baru? Kita tunggu saja.

Official Website

Tokopedia

TRACKLIST

1. “Middle of the Night” (with Martin Jensen) 2:56
2. “All Night” (with Matoma) 3:17
3. “Hands” (by Mike Perry, featuring The Vamps and Sabrina Carpenter) 2:46
4. “Same to You” 3:35
5. “Paper Hearts” 3:30
6. “Shades On” 3:06
7. “It’s a Lie” (featuring TINI) 3:14
8. “Stay” 3:11
9. “My Place” 3:33
10. “Sad Song” 3:18

DVD: Wake Up World Tour – Live from the O2
1. “Rest Your Love” 4:21
2. “Cheater” 3:18
3. “Somebody to You” 3:28
4. “Medley: Kung Fu Fighting / Sorry / Stressed Out / Perfect / Can’t Feel My Face / Stitches / Lean On[c]” 6:54
5. “Wild Heart” 3:50
6. “Windmills” 2:58
7. “Acoustic Medley: Written Off / Risk It All[d]” (James & Connor duet) 4:01
8. “Stay” (Brad Solo) 2:58
9. “I Found a Girl” (with Conor Maynard) 3:25
10. “Volcano” 4:45
11. “Oh Cecilia (Breaking My Heart)” (with New Hope Club) 5:02
12. “Last Night” 4:48
13. “Can We Dance” 5:17
14. “Stolen Moments” 6:40
15. “Wake Up” 6:03

Love Film. Love Books. And Everything in Between.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Music News | August 16, 2017 By

Wiz Khalifa Ajak Demi Lovato Dan Jamie Foxx Di Video Musik Barunya, ‘Something New’

Music News | By

Evanescence Umumkan Album Baru Bernuansa Orkestra, “Synthesis”

Music News | By

We Love Manchester Emergency Fund Sumbangkan $300 Ribu Pada Keluarga Korban Bom Konser Ariana Grande