Quantcast

Album of the Day: Maroon 5 – Red Pill Blues (Deluxe Edition)

By - 2 weeks ago in Album of The Day

Released by: Universal Music Indonesia

Ada kontroversi tentang pemilihan “Red Pill Blues” sebagai judul album keenam milik band (yang dulunya dikenal sebagai pengusung) soft-rock, Maroon 5. Adam Levine sebagai frontman (dan mungkin sebenarnya mereka bisa disebut Adam Levine feat. Maroon 5), dan rekan-rekannya menyebut judul terinspirasi dari film “The Matrix”, di mana karakter utamanya, Neo, mendapat dua pilihan pil, merah atau biru. Tanpa mereka ketahui, “red pill” juga terma yang dikaitkan dengan gerakan alt-right.

Terlepas dari itu, mendengarkan “Red Pill Blues” membuat kita menyadari sudah sejauh mana Maroon 5 bergerak di wilayah pop, ketimbang debut mereka dulu, “Songs About Jane” (2002). Syukurnya memang perubahan ini berjalan perlahan ketimbang drastis, sehingga tidak terlalu mengejutkan jika sound mereka kini terdengar begitu sangat…. radio friendly.

Tentu saja Maroon 5 selalu radio friendly. Namun memang di satu dasawarsa ini Levine sepertinya hanya ingin mendekatkan band pada pangsa pasar mainstream serapat mungkin, jika itu berarti mengadaptasi apa yang tengah trend dan menarik para hitmaker yang tengah naik namanya untuk membantu mereka.

Dalam “Red Pill Blues” Levine dan kawan-kawan mengajak John Ryan, yang sudah berpengalaman membidani belasan lagu untuk One Direction. Dan apa artinya album masa kini tanpa Julia Michaels atau Charlie Puth? Diplo? Tentu ada. Beberapa artis ranah hip-hop pun ditarik untuk menjadi kolaborator atau featuring act.

Hasilnya “Red Pill Blues” memang terdengar seperti album kekinian. Sebuah pop-electronic yang bergerak dari mid-EDM seperti tropical hingga R&B dan pop-alt. Tentunya catchy dan easy listening juga senjata untuk setiap lagunya.

Pergerakan single untuk album juga mengingatkan gaya artis-artis EDM. Merilis single demi single, yang ternyata tidak menjadi menu utama dan disisipkan sebagai track bonus, untuk membangun hype. Oleh karenanya tidak heran jika ‘Don’t Wanna Know’ yang menampilkan Kendrick Lamar dan ‘Cold’ bersama ‘Future’, terletak di penghujung album (versi deluxe).

Menyimak ‘Don’t Wanna Know’ dan ‘Future’, seharusnya sudah bisa meraba bagaimana gambaran “Red Pill Blues” nantinya. ‘Don’t Wanna Know’ adalah sebuah track tropical breezy yang tentunya ingin mengajak pendengarnya untuk nge-dance. Sedang ‘Cold’ juga memiliki pendekatan setipe, dengan alt-pop menjadi highlight.

Selanjutnya, saat kita masuk ke menu utama album, Maroon 5 menghadirkan track manis ‘What Lovers Do’ bersama SZA. Tropical tadi masih menjadi andalan bagi Levine dalam mengantarkan lagu yang sebenarnya lebih lekat ke wilayah funk ini. Hadirnya SZA memang menambah keseruan lagu selain tidak menjadikannya terlalu monoton. Kolaborasi Levine dan SZA cukup padu untuk menghadirkan lagu sebagai salah satu yang paling menonjol dalam album.

Sayangnya kolaborasi bersama Julia Michaels, ‘Help Me Out’, tidak begitu berhasil. Porsi Michaels seperti diambil dari versi demo dan kemudian ditempel bersama versi Levine. Lagunya juga terdengar steril dan jenerik untuk bisa memberi kesan yang lebih. Untungnya sumbangan Michaels lain, cukup efektif. Tapi ‘Lips on You’ juga punya Charlie Puth, selain Michaels, sebagai penulis lagu, sehingga seharusnya tidak usah diherankan jika track atmosferik ini cukup kuat.

Sementara itu, sebagian besar track dalam album merupakan buah kreasi John Ryan. Tentunya ia tidak menghadirkan lagu-lagu ala One Direction untuk Maroon 5. Hanya saja, trademark dirinya sebagai hitmaker easy listening memang dimanfaatkan secara ekstensif, sehingga lagu-lagu seperti ‘Wait’ atau ‘Bet My Heart’ atau ‘Whiskey’ dijamin akan memuaskan para pecandu ear-catchy. Menariknya kolaborasi Maroon 5 dan Ryan tidak melulu pada lagu pop “aman”. Sebuah track eksperimental panjang seperti ‘Closure’, yang bergerak dalam durasi hampir 12 menit, bisalah menjadi semacam oase dari keseragaman yang sudah dihadirkan semenjak tadi.

Levine sempat menyebutkan jika “Red Pill Blues” sebagai album R&B mereka (tidak mengherankan banyak artis hip-hop ditarik untuk berkolaborasi). Meski sayangnya hasilnya tidak terlalu R&B juga (dengan rata-rata artis yang menjadi featuring act cenderung seperti gimmick belaka ketimbang secara organis terintegrasi ke dalam lagu), tapi setidaknya Maroon 5 konsisten dengan pop top 40 mereka, terlepas gayanya berbeda dari satu album ke album lain.

Pre-order “Red Pill Blues ”

Official Website

TRACKLIST

1. “Best 4 U” 3:59
2. “What Lovers Do” (featuring SZA) 3:19
3. “Wait” 3:10
4. “Lips on You” 3:36
5. “Bet My Heart” 3:16
6. “Help Me Out” (featuring Julia Michaels) 3:13
7. “Who I Am” (featuring LunchMoney Lewis) 3:03
8. “Whiskey” (featuring ASAP Rocky) 3:30
9. “Girls Like You” 3:35
10. “Closure” 11:28

BONUS TRACK
11. “Denim Jacket” 3:52
12. “Visions” 3:50
13. “Plastic Rose” 3:42
14. “Don’t Wanna Know” (featuring Kendrick Lamar) 3:34
15. “Cold” (featuring Future) 3:54

Love Film. Love Books. And Everything in Between.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Music News | November 21, 2017 By

Kolaborasi Seru Anitta & J Balvin Dalam Banger Catchy, ‘Downtown’

Music News | By

Eminem Hadirkan Medley Epic Hits-nya Di “Saturday Night Live”

Music News | By

“Reputation” Taylor Swift Catatkan Debut Terbesar Tahun Ini Di Billboard 200