Quantcast

Album of the Day: Anggun – 8

By - 4 months ago in Album of The Day

Released by: Universal Music Indonesia

Sulit untuk tidak mencintai Anggun Cipta Sasmi, atau yang lebih dikenal dengan Anggun. Penyanyi asal Indonesia ini tidak hanya memiliki vokal kuat yang senantiasa terjaga selama lebih tiga dekade karirnya, namun juga pilihan musikalitas yang versatil dan kerap menarik untuk disimak. Setelah terakhir merilis “Echoes” di tahun 2011 sebagai album berbahasa Inggris terakhirnya, Anggun kembali lagi dengan “8“.

Tentu saja jeda panjang ini tidak berarti meredupkan Anggun. Selain merilis album berbahasa Prancis, “Toujours un ailleurs” (2015), ia juga disibukkan dengan berbagai proyek off-air ataupun menjadi juri di Asia’s Got Talent. Tapi tetap saja kita merindukan dirinya dalam bernyanyi untuk sebuah album, utamanya dalam lagu-lagu berbahasa Inggris. Syukurlah “8” memuaskan kerinduan tersebut.

Semenjak mencuri perhatian secara internasional melalui “Snow on the Sahara” (1997) melalui world-music-nya yang eksotis, Anggun memang dikenal tidak betah berada di satu gaya bermusik saja. Mulai dari pop konvensional, R&B, dance, atau electronica pernah dijajalnya setelahnya. Dalam “8” Anggun seolah mencoba back-to-basic. Bukan world music (yang sejujurnya masih saya kangeni Anggun bawakan kembali), tapi akar rock yang dulu membesarkan namanya di skena musik Indonesia di era 80-an.

Tentunya rock yang diusung Anggun dalam album “8” bersinggungan dengan pop, sehingga lagu-lagu yang dihadirkan di sini cenderung bergerak di ranah slow-rock, balada, hingga power-pop. Dan pastinya jangan harapkan rock-pop ala Anggun era 80-an juga, karena kali ini rock yang ditawarkan cenderung bergerak pada wilayah modern-rock.

Semenjak dibuka dengan ‘No Promises’, Anggun sudah menjanjikan perpaduan subtilitas dan intensitas dalam “8”. Lagunya sendiri dibuka dengan lembut, meski ketukan drum memberi indikasi up-beat pada chorus, yang tentunya ditepati Anggun. Urusan vokal tentu tidak usah dibahas lagi. Juara as always!

Meski ‘What We Remember’ yang lebih lembut dan sedikit mengadopsi unsur EDM (lengkap dengan drop dalam lagu yang sepertinya terpengaruh tropical house) dibandingkan sebagian besar dari track dalam “8” diset sebagai single andalan, namun secara umum rock tadi memang lebih mendominasi.

Simak saja tabuhan anthemik yang disajikan Anggun dalam ‘Righteous’. Ada semangat stadium-rock di dalamnya, meski Anggun bernyanyi dengan lebih lirih. Melodi manis dan ketukan drum berderap ala tepukan tangan malah terasa menghanyutkan ketimbang bergelora. Sementara itu anthemik yang disajikan ‘Alive’ terdengar seperti antitesis ‘Righteous’ karena terdengar lebih bergelora, meski kedua lagu ini tetap menarik untuk didengar dengan kekuatannya masing-masing.

Sementara menyiapkan pendengarnya untuk bersorak dan bersemangat dalam track power-pop seperti ‘The Good Is Back’, Anggun juga menawarkan kontemplasi dalam ‘Medicine and Meditation’ yang diimbuhi dengan sentuhan dance. Berbicara tentang dance, sepertinya Anggun memang kerap memasukkannya dalam lagu-lagunya dalam dekade terakhir. Maka “8” juga menawarkan ‘Inhuman’ yang sedikit mengingatkan akan deep-house ala Alan Walker.

Sedang dalam balada-mid-tempo ‘Forger Her’ unsur rock diganti dengan dubstep, sehingga intensitasnya tetap bisa tergali dengan baik. Dalam ‘Ocean’ kita juga bisa menyimak Anggun yang terdengar lebih funky, jelas sebuah tawaran menarik lain dari album ini.

Album ditutup dengan sempurna dengan track balada manis ‘Thank You’. Perpaduan soul, blues, folk dan pop membelit dengan pas sebagai persembahan terakhir Anggun dalam “8” sekaligus menutupnya. Bisa dikatakan 33 menit 46 detik yang kita lalui saat mendengarkan “8” adalah sebuah momen yang sungguh menyenangkan untuk disimak.

Melalui “8”, sekali lagi Anggun menunjukkan mengapa ia bisa bertahan sebagai musisi pop terkemuka masa kini. Selain selera musikalitas yang berkelas dan tidak pasaran, ia juga sangat cermat dalam memanfaatkan vokal primanya dalam lagu-lagu yang dieksekusi secara efektif.

Oleh karena itu, meski harus menunggu lama, “8” memang sebuah sajian pemuas rindu yang cukup memuaskan oleh Anggun. Hanya saja, kita berharap semoga tidak harus menunggu enam tahun lagi untuk album (berbahasa Inggris) berikutnya.

Official Website

Tokopedia

TRACKLIST

1. No Promises
2. What We Remember
3. The Good Is Back
4. Righteous
5. Alive
6. Medicine and Meditation
7. Inhuman
8. Forget Her
9. Oceans
10. Thank You

Love Film. Love Books. And Everything in Between.

Comments

One Response to “Album of the Day: Anggun – 8”

  1. RasAff says:

    Yeay! Sudah beli di iTunes… Semoga album bahasa inggris keduanya nanti seperti album Snow On The Sahara edisi keduanya.

Leave a Reply

Related Articles

Music News | April 25, 2018 By

Shawn Mendes Bernyanyi Ditemani Badai Dalam Video ‘In My Blood’

New Release Video | By

New Release Video: 25 Apr 2018

Music News | April 24, 2018 By

Lady Gaga Reuni Dengan BloodPop® Di Album Barunya