Quantcast

Lauv, Goo Goo Dolls, Jhene Aiko Menyemarakkan Hari Ketiga Java Jazz Festival 2018

By - 2 months ago in Concerts Review

Hari ketiga BNI Java Jazz Festival 2018, makin semarak. Selain ada 2 special showGoo Goo Dolls dan Lauv, banyak musisi-musisi “ajaib” yang main di JIExpo Kemayoran Jakarta seperti Jhene Aiko, sampai Maliq & D’Essentials. Hari ketiga JJF, dibuka oleh Andre Harihandoyo, Adikara Fandy, Tohpati, dan beberapa project ‘legend’: Indonesian Legends Reuni 80/90 (Fariz RM, Mus Mudjiono, Kinan Nasution, Addie MS, Memes), The Rollies, Idang Rasjidi, dan Incognito.



Ya, Incognito mengisi di hall BNI Hall di hari ketiga di jam 18.00. Terlihat dari penonton yang ‘ingin bernostalgia’ dengan komposisi apiknya, Incognito pun juga ‘tau-diri’ dengan memasukkan element-element kejutan di shownya. Mereka berkolaborasi dengan beberapa musisi Indonesia! Java All Stars: Rega Dauna yang memainkan harmonika “Let’s Stay Together”, Dira Sugandi, Tompi, sampai Petra Sihombing yang berkolaborasi di lagu “Everybody Wants to Rule the World” dan “Take It or Leave It”

Jam 19.15, Andien mengisi di MLD Spot Hall. Ini adalah penampilan ke 14 nya di Java Jazz, “Saya biasanya nyanyi di Java Jazz dari tahun ke tahun berturut-turut, enggak nyangka sudah 14 tahun”, ceritanya diatas panggung. Indahnya Dunia, Rindu Ini, Pulang, menjadi beberapa track yang dibawakan Andien. Spesial di lagu Pulang, Andien mengajak penonton untuk menyalakan lampu di HPnya, dan membuat suasana jadi syahdu. Shownya ditutup dengan lagu “Moving On”.


Selesai Andien, banyak penonton yang langsung mengantri untuk Special Show Lauv. Meski gate belum dibuka, tapi sudah banyak antrian. Beruntung, dekat dengan antrian Lauv, ada MLD mobile stage dimana Rendy Pandugo tampil dan memberikan lagu-lagu sing-a-long, mulai dari Silver Rain, 7 Days, I Don’t Care, sampai penampilan kejutan dari Afgan dan Isyana Sarasvati di lagu “Heaven” – lagu yang baru dirilis 14 Februari lalu.

Lauv jam 20.15! penonton benar-benar dipuaskan dengan penampilan Lauv membawakan lagu-lagu hitsnya. Sementara untuk yang tidak bisa menonton Lauv, bisa menonton Gugun Blues Shelter, Teddy Adhitya, Adhitia Sofyan, atau Pusakata yang tersebar di beberapa area JJF2018.



Yang cukup bikin kaget adalah melihat nama Jhene Aiko, dan Goo Goo Dolls di gelaran festival Jazz. Meskipun bukan genre Jazz, mengikuti tema tahunan JJF2018 “Celebrate jazz in Diversity”, bolehlah ya. Toh, juga banyak yang mengantri bahkan sebelum pintu dibuka. Jhene Aiko tampil di Tebs Hall jam 21.45 dan langsung penonton seakan-akan dibawa ke dunia imajinasi dengan lagu-lagunya yang ‘nggak biasa’, ditambah dengan efek panggung yang spesial, sound yang jernih! Jhene Aiko tampil kurang lebih 90 menit, membawakan lagu-lagu ajaibnya “The Worst”, “While We’re Young”, “Sativa”, dan lainnya. Tak jarang, penonton juga ikut bernyanyi.

Rangkaian BNI Java Jazz Festival 2018, ditutup oleh Goo Goo Dolls (baca review selengkapnya disini), Maliq & D’Essentials, Neighbours Complain, Saxx in the City, Iwa K VX Neurotic, dan Ecoutez!

Photo by: Fraudy

Life-enjoyer person. Extraordinary.

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Creative Disc Exclusive Single | April 2, 2018 By

Creative Disc Exclusive Single: 02 Apr

Music News | March 30, 2018 By

Lauv Datang Lagi Dengan Single Baru Lain, ‘Chasing Fire’

Artist Interviews | March 22, 2018 By

CreativeDisc Exclusive Interview With Goo Goo Dolls: Penantian Selama 30 Tahun Yang Exciting