Trending News

Blog Post

Album of The Day: Norah Jones – The Fall
Album of The Day

Album of The Day: Norah Jones – The Fall 

PhotobucketNorah Jones, ah apa yang harus dikatakan? Bermula dengan ‘Come Away With Me’ yang membuat adem dengan sentuhan Jazz eklektiknya hingga rilisan 2009, ‘The Fall’, ia selalu tahu apa yang harus dilakukannya. Terima kasih Tuhan, penyanyi multi-instrumentalis ini memang berbakat.

‘The Fall’ mungkin sedikit jauh dari materi album sebelumnya, akan tetapi pengaruh soul, folk, country dan (tentu saja) jazz tetap bisa ditemui disini. Hanya saja, ia mencoba untuk mengunjungi ranah yang lebih luas dengan bereksperimen pada musikalitasnya.

Jones kemudian mengajak Jacquire King sebagai prodduser, yang sebelumnya telah bekerjasama dengan Kings of Leon atau Tom Waits. Jones masih mendominasi penulisan lagu, hanya saja untuk beberapa trek ia memilih beberapa kolaborator yang tak kalah bernasnya. Sebutlah nama suami Mandy Moore, Ryan Adams (‘Light As a Feather’), Mike Martin (‘Young Blood’), Will Sheff (‘Stuck’) dan tentu saja rekan tetapnya Jesse Harris (‘Even Though’ dan ‘Tell Yer Mama’ yang juga ditulis oleh Richard Jullian).

Mendengarkan ‘Chasing Pirates’ memang menyegarkan, karena vokal teduh Jones terasa sensual mengikuti aransemen yang santai dengan komposisi yang tidak ribet, sehingga atmosfir laidback lagu ini mampu terkomunikasikan dengan baik.

Memasuki ‘Even Though’, dengan iringan gitar elektrik yang sedikit distorsif, barulah terasa apa yang diinginkan oleh Jones dengan niat eksperimentalnya tadi. Meski sebenarnya unsur rock, yang dipenuhi oleh aura soul, kental terasa di ‘Light As a Feather’). Bahkan ketukan drum di awal ‘Young Blood’ pun sedikit bergaya grungy, mengikuti pakem lagu itu secara keseluruhan.

Rock kontemporer. Itu lah sepertinya yang ingin dikejar oleh Jones dalam ‘The Fall’. Dengarkan saja ‘Waiting’, yang dipenuhi oleh vokal Jones yang melarat, atau ‘It’s Gonna Be’ yang nge-rock n’ roll, ‘Stuck’ yang bergaya rock era 70-an, ‘Tell Yer Mama’ yang jenaka.

Untuk yang merindukan Jones yang seperti telah dikenal sebelumnya, tidak usah kecewa, karena ia masih menyediakan ‘I Wouldn’t Need You’ yang nge-soul, ‘You Ruined Me’ dan ‘Man of the Hour’ yang bluesy atau ‘Back to Manhattan’ yang sangat jazzy.

Jangan lupakan dengar ‘December’ yang sangat subtil dan dinyanyikan Jones dengan penuh perasaan, melengkapi jenialitas album ini.

Apakah Jones berhasil dengan niat eksperimentalnya? Secara subjektif, saya menyukai album ini, karena meski memiliki gaya lagu yang sedikit berebda, akan tetapi Jones tetap menarik garis merah antara album ini dengan album-album sebelumnya. Semua lagu yang terdapat dalam ‘The Fall’ adalah milik Norah Jones. Siapa pun pasti akan sulit menafikan itu.

Yang menjadi masalah, tidak semua orang akan menyukainya dan lebih memilih Jones seperti yang sebelumnya, karena materi di dalam ‘The Fall’ akan terasa lebih rumit dan kurang radio-friendly. Ah, berbicara konsep, tentu saja berbicara tentang perspektif. Dan perspektif itu bukankah bersifat subjektif?

Menjadi eklektik dalam mendengar musik itu terkadang perlu. Berfikir diluar kotak terkadang terasa menyegarkan. Tanpa harus menjadi sama akan mengindarkan repetisi yang membosankan. Maka, jika ada perubahan yang diinginkan oleh Jones, maka perubahan itu adalah hal yang baik. ‘The Fall’ adalah buktinya.
(Haris / CreativeDisc Contributors)

TRACK LIST:
01. Chasing Pirates
02. Even Though
03. Light As A Feather
04. Young Blood
05. I Wouldn’t Need You
06. Waiting
07. It’s Gonna Be
08. You’ve Ruined Me
09. Back To Manhattan
10. Stuck
11. December
12. Tell Yer Mama
13. Man of the Hour

Related posts

Leave a Reply