Trending News

Blog Post

Time Tunnel: The Cranberries
Time Tunnel

Time Tunnel: The Cranberries 

Photobucket
Mengenal The Cranberries sejak tahun 1994, merupakan anugrah yang luar biasa. Bagaimana tidak? Mendengarkan lengkingan dari sang vokalis Dolores O’Riordan yang dapat membuat merinding. Band yang juga digawangi oleh dua bersaudara kakak beradik Noel Anthony Hogan dan Michael Gerard Hogan pada posisi gitar dan bass, serta Fergal Patrick Lawler, sepanjang perjalanan perilisan album mereka, selalu menyertai tema-tema dengan nuansa sosial seperti kemanusian, politik, kehidupan dan tidak lupa tentunya, tentang cinta.

The History and The Journey
Asal mulanya The Cranberries sendiri, dibentuk oleh Noel dan Mike Hogan yang berasal dari Limerick, ditambah oleh drummer mereka Fergal Lawler pada tahun 1990. Uniknya, “The Cranberry Saw Us” meruapakan nama band pertama mereka sebelum mengganti nama menjadi The Cranberries. Sebelum Dolores O’Riordan masuk sebagai vokalis utama, Niall Quinn merupakan vokalis sebelumnya. Sebelum mengganti dengan Dolores, Hogan bersaudara memasang iklan untuk mencari vokalis wanita, dan keberuntungan akhirnya berpihak kepada Dolores, dengan membawa demo rekaman “Linger”, Hogan bersaudara menerima untuk join.

Tidak hanya itu, Uniknya, “The Cranberry Saw Us” juga membuat demo kaset rekaman sebanyak 300 copy, dan siapa sangka demo rekaman tersebut terjual habis, dan mengubah nama mereka sampai menjadi terkenal seperti sekarang menjadi The cranberries. Dalam demo tersebut, berisi dua single yang menjadi cikal bakal mereka terkenal, selain “Linger”, “Dreams” merupakan single kedua yang terdapat dalam demo rekaman mereka, hingga akhirnya bertemu Pearse Gilmore, yang juga pada akhirnya menjadi manager mereka, dari label rekaman perusahaan di UK, Xeric Studios.

Memulai debutnya pada album perdana, Everybody Else Is Doing It, So Why Can’t We? yang dirilis pada tahun 1993, me-remake single ulang “Linger” dan “Dreams” berhasil mencuri perhatian jutaan pendengar, termasuk channel MTV, juga sekaligus sebagai penanda mereka menjadi band pendunkung dalam tour Suede. “Linger” yang terdengar kental dengan nuansa balladnya, sangat menancap di telinga, begitu pula dengan “Dream” yang terdengar lebih enerjik, tidak kalah asiknya.

Perjalanan terus berlanjut, disela-sela kesibukannya setelah Dolores menikah, dirilis pada tahun 1994. Dengan komposisi dan materi yang lebih berat dari album perdana mereka, No Need to Argue berhasil menduduki peringkat di chart Amerika. Menelurkan single “Zombie” dengan menampilkan video klip yang cukup ekstrem, yakni dengan latar belakang suasana perang,perbedaan dengan “Zombie”,”Ode to My Family” yang terdengar ballad lebih, dan mendengarkannya membuat siapapun akan rindu kehadiran orang tua. Hanya itu? “I Can’t Be With You” dan “Ridiculous Thoughts” sanngat sayang dilewatkan.

To the Faithful Departed, yuppp!!! Itulah album ketiga mereka. Dirilis 2 tahun menjelang kesuksesan album No Need to Argue. Meski secara materi tidak begitu berbeda dengan album sebelumnya, namun album ketiganya ini terdengar lebih berat. “Salvation”, “Free To Decide” serta “When You’re Gone” merupakan track yang bisa dinikmati. Hingga berlanjut pada tahun 1999, Bury the Hatchet dirilis. Single pertamanya “Promises” menjadi satu-satunya single yang dirilis di US. Namun hal itu bukan masalah buat saya, karena single lain yang tidak kala kerenya, yakni “Animal Instinct” yang sangat menyentuh perasaanm, serta “Just My Imagination” dan “You & Me” menampilkan irama yang santai.

The Final Album and Hiatus
Tepat pada bulan Oktober 2001, studio album terakhir mereka Wake Up and Smell the Coffee dirilis. Mengandalkan tema tentang lingkungan dan politik, sebut saja singlenya “Analyse” dan “Time Is Ticking Out”. Tetapi jika mendengarkan single berikutnya, “This Is The Day” sekilas terdengar seperti single mereka sebelumnya. “Zombie”. Meski tidak sesukses album sebelumnya, Wake Up and Smell the Coffee menjadi album penutup mereka. Ada album penutup pasti ada album kompilasi? Pasti!!! Stars – The Best of 1992 – 2002, yang menjadi album kompilasi mereka menambahkan single “Stars”. Album kompilasi mereka juga dirilis dalam format CD dan DVD yang menampilkan seluruh video klip mereka.

Memutuskan untuk hiatus, para personilnya sibuk dengan aktivitas masing-masing. Dolores misalnya yang sudah menghasilkan dua solo album, dan Noel Hogan yang berkonsentrasi dengan band, Mono Band. Terlepas dari rencana mereka mau reuni dari tahun 2009 kemarin, tetapi sejak bulan November tahun 2009 tahun lalu, mereka sudah memulai rangkaian tour di Amerika, dan berlanjut hingga Eropa pada awal 2010. Hem apakah mereka akan bereuni kembali? Saya secara pribadi sangat berharap… Terlepas jadi atau tidak saya akan tetap menunggu sambil bernostalgia kembali…

“Understand the things I say, Don’t turn away from me Cause I spent half my life out there, You wouldn’t disagree, D’you see me, d’you see, Do you like me, do you like me standing there. D’yo notice, d’you know, Do you see me, do you see me, Does anyone care…”

Discography
• Everybody Else Is Doing It, So Why Can’t We? (1993)
• No Need to Argue (1994)
• To the Faithful Departed (1996)
• Bury the Hatchet (1999)
• Wake Up and Smell the Coffee (2001)

(Joe Ari Shasta / CreativeDisc Contributors)

Related posts

Leave a Reply