Trending News

Blog Post

Time Tunnel: Cher
Time Tunnel

Time Tunnel: Cher 

Image and video hosting by TinyPicCherylin Sarkisian benar seorang legenda sejati. Dunia bahkan menamainya The Goddess Of Pop. Maklum, dirinya juga enggak tanggung-tanggung terjun ke dunia seni. Secara total menjalani pekerjaan sebagai penyanyi, pemain film, sutradara, dan produser rekaman juga. Dia bukan hanya bintang satu zaman, tapi sepanjang masa. Pencapaiannya di industri musik dan perfilman tak terbendung. Semua pernah dilakukannya, semua pernah diraihnya. Semuanya berawal dari kisah Cher kecil.

Cher dilahirkan pada tanggal 20 Mei 1946 dari ayah seorang supir truk dan ibu seorang model. Orangtuanya bercerai saat Cher masih kecil dan dirinya diasuh oleh sang ibu yang kemudian menikahi seorang bankir. Tapi hidup enggak mudah bagi keluarga ini, karena akhirnya Cher diserahkan panti asuhan dan sang ibu tetap membiayainya untuk kelas akting. Diusianya yang ke-16, Cher bersekolah di Fresno High School dan menjalin hubungan dengan aktor Warren Beatty. Tapi hubungan itu enggak lama, karena kemudian Cher berkenalan dengan Sonny Bono yang akhirnya menjadi suaminya. Sonny punya kenalan seorang peroduser rekaman di Hollywood dan perjalanan musiknya dimulai saat itu. Awal dekade 60’an, menjadi penyanyi latar untuk The Righteous Brothers, The Crystals, Darlene Love, dan The Ronettes. Tidak puas hanya menjadi latar, dirinya memberanikan diri untuk merekam suaranya sendiri. Adalah lagu ‘Ringo, I Love You’ yang enggak sukses. Sampai-sampai percobaan duet bareng Sonny dengan nama “Caesar and Cleo” pun dilaksanakan. Di tahun 1965 mereka memulainya dengan album rekaman “Look At Us” sekaligus membintangi film layar lebar “Wild On The Beach”. They’re becoming the supercouple. Tercatat dalam karir duet ini, mereka berhasil mencetak tak kurang dari 10 album dengan 5 lagu nomor 1, membintangi 2 film dan 6 acara televisi. Kekuatan duet ini berlangsung hingga tahun 1977, dan keduanya mengejar impian secara terpisah. Sonny menjadi politikus dan Cher terus berkarya di dunia seni. Sonny meninggal di tahun 1998, dan atas nama Sonny & Cher, Hollywood Walk Of Fame mengabadikan mereka berdua atas pencapaian di dunia pertelevisian.

Image and video hosting by TinyPicSelama berduet dengan Sonny, bukan berarti Cher terlena dan lupa akan karir solonya. Dua belas buah album berhasil dirilisnya dalam rentang waktu 1965 hingga 1975, lebih banyak dari yang dibuatnya kala bersama Sonny. Namun, pasca perpisahan, sebut saja nama Cher tidak bergitu cemerlang saat tidak bersanding dengan nama Sonny, pada awalnya. Buktinya album “Stars, I’d Rather Believe In You” dan “Cherised” dinyatakan tidak sukses. Barulah di tahun 1979, album “Take Me Home” nama Cher kembali bersinar. Selain musiknya yang laku, pencitraan atas dirinya yang berbau dengan seks pun terangkat. Di tahun yang sama, album “Prisoner” dirilis sebagai penutup karirnya di dekade 70-an. Dalam dekade ini, Cher punya segenggam hit yang sukses! ‘Gypsys, Tramps & Thieves’, ‘The Way Of Love’, ‘Half Breed’, ‘Dark Lady’, ‘Rescue Me’, dan ‘Take Me Home’. Dalam mempertahankan image-nya, Cher harus berhadapan dengan berbagai masalah pencekalan. Melihat apa yang terjadi dengan fashion terhadap artis-artis pop masa kini kayak Lady Gaga, Rihanna, atau Ke$ha, ternyata Cher sudah dari jauh-jauh hari melakukan kegilaan serupa. Penampilan nyentriknya pun menjadi icon untuk gay, dan pilihan favorit drag queen.

Di dekade 80-an kesempatannya untuk meraih lebih banyak sorotan untuk lebih banyak bidang tercipta. Tahun 1982 adalah debutnya di Broadway untuk pementasan “Come Back to the Five and Dime, Jimmy Dean, Jimmy Dean”. Dan di tahun yang sama, lakon tersebut diangkat ke layar lebar dan dirinya juga ikut ambil bagian di dalamnya. Tebak apa yang berhasil ia raih dari situ? Sebuah nominasi Golden Globe untuk pemeran pendukung wanita terbaik. Ever since, setiap peran dalam film-nya pasti menghasilkan penghargaan. Di “Silkwood” tahun 1983 beliau baru berhasil meraih Golden Globe untuk pemeran pendukung wanita terbaik, “Mask” di tahun 1985 menghadiahinya penghargaan di Festival Film Cannes, “Moonstruck” di tahun 1987 berbuah sebuah Oscar. Dan sukses disitu mengantarkannya ke sukses di musik juga. Album “Cher” di tahun 1987 dikerjakan oleh orang-orang yang super telaten dalam dunia musik. Diane Warren, Jon dan Michael Bolton, tak ketinggalan vokalis tamu Darlene Love dan Bonnie Taylor. Album “Heart Of Stone” pun demikian, menutup dekade 80-an ini dengan sukses yang manis. Salah satu hit yang tercipta adalah ‘If I Could Turn Back Time’ yang merupakan karya komposer penuh cinta, Diane Warren.

Ehey, kalau ada nama pesohor yang kesuksesannya sebagai penyanyi sama dengan kesuksesannya sebagai pemain film, masukkan nama Cher di dalamnya. Film “Mermaids” yang mantab sekali di Box Office juga memperkuat keberadaan Cher sebagai penyanyia. Hit ‘Baby I’m Yours’ dan ‘The Shoop Shoop Song (It’s In His Kiss)’ adalah buktinya. Enggak lama dari situ, album “Love Hurts” mencatat sukses besar di Inggris. Demikian juga dengan album berikutnya “It’s A Man’s World”. Album yang isinya banyak lagu cover version ini juga laris manis. Tapi, gebrakan terheboh adalah ketika album “Believe” rilis di penghujung dekade 90’an. Album yang terjual sebanyak 20juta kopi di seluruh dunia ini meraih 3 nominasi Grammy dan tercatat sebagai salah satu album terlaris di seluruh dunia sepanjang masa. Hit single ‘Believe’ dan ‘Strong Enough’ pun menjadi lagu wajib clubbing, hingga saat ini. Image Cher sebagai penguasa lantai dansa berlanjut dalam album berikutnya “Living Proof” yang rilis tahun 2001. Ini adalah album terakhir Cher. Single ‘The Music’s No Good Without You’ dan ‘Song For The Lonely’ juga termasuk club banger.

Image and video hosting by TinyPicMendekati usia karir 40 tahun, Cher membungkus kisah hidup dan kesuksesannya dalam tur perpisahan sesuai judul album terakhirnya “Living Proof”. Dan album kompilasi “The Very Best Of Cher” dirilis di tahun 2003, bersama dengan rekaman dari tur perpisahannya tersebut. Menikmati musiknya dalam album tersebut berarti mengikuti glamornya musika yang ia hasilkan. Dimana Cher menjamah seluruh aspek yang mampu terbias dari musik pop. Sayang sekali kalau memang Cher benar-benar harus pensiun dari dunia musik. Paling tidak hingga tahun 2008 kita enggak bisa menikmati yang terbaru dari Cher. Sampai akhirnya pada tanggal 6 Mei 2008 dirinya tampil di pertunjukan Cher at the Colosseum.

Image and video hosting by TinyPicDan comeback terbesarnya adalah penggabungan dua hal yang paling ia gemari, nyanyi dan akting dalam “Burlesque”. Film yang rilis sejak Thanksgiving tahun lalu di Amerika Serikat ini mengobati kerinduan kita pada sang Diva. Bagaimana enggak, selama hampir 7 tahun kita enggak mendengar satu lagu barupun dari dirinya. Dan dalam soundtrack film “Burlesque”, Cher menyanyikan 2 buah lagu; dimana salah satunya ‘You Haven’t Seen The Last Of Me’ menjadi unggulan untuk Best Original Song di ajang Golden Globe Awards. Selain itu, lagu ini sudah mengantongi 2 award serupa di Phoenix Film Critics Society Awards dan juga Satellite Awards. What a way to comeback buat Cher!

Official Website Cher

(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributors)

Studio albums
* All I Really Want to Do (1965)
* The Sonny Side of Chér (1966)
* Chér (1966)
* With Love, Chér (1967)
* Backstage (1968)
* 3614 Jackson Highway (1969)
* Gypsys, Tramps & Thieves (1971)
* Foxy Lady (1972)
* Bittersweet White Light (1973)
* Half-Breed (1973)
* Dark Lady (1974)
* Stars (1975)
* I’d Rather Believe in You (1976)
* Cherished (1977)
* Take Me Home (1979)
* Prisoner (1979)
* Black Rose (1980)
* I Paralyze (1982)
* Cher (1987)
* Heart of Stone (1989)
* Love Hurts (1991)
* It’s a Man’s World (1995)
* Believe (1998)
* Not.com.mercial (2000)
* Living Proof (2001)

Related posts

Leave a Reply