Trending News

Blog Post

Time Tunnel: Donna Summer
Time Tunnel

Time Tunnel: Donna Summer 

Di dekade 70-an, siapa yang tak mengenal Donna Summer? Penyanyi asal Amerika ini dikenal sebagai diva-nya lantai dansa yang membombardir dengan sejumlah single hits yang dijamin mampu untuk memanaskan lantai disko. Dan jauh sebelum Madonna atau Lady Gaga, Donna Summer sudah terlebih dahulu dikenal sebagai seorang ikon gay selain tentu saja si Ratu Disko dan sering tampil di studio legendaris, Studio 54 di kota New York. Sayangnya, pada tanggal 17 Mei 2012 kemarin, Donna menutup mata untuk selamanya karena penyakit kanker paru-paru yang dideritanya. Namun, Donna Summer sudah meninggalkan warisannya dalam bentuk lagu-lagu yang everlasting dan akan selalu dikenang selamanya.

Donna Summer dilahirkan sebagai LaDonna Adrian Gaines dan dilahirkan di kota Boston, Amerika, pada tanggal 31 Desember 1948, sebagai salah satu dari tujuh anak pasangan Andrew dan Mary Gaines. Tampaknya jiwa seni memang sudah mendiami jiwa Donna bahkan semenjak ia kecil. Padahal tidak ada nuansa “musikal” di rumah mereka mengingat sang ayah bekerja sebagai seorang tukang daging dan sang ibu yang merupakan seorang guru. Namun si ibu ingat jika Donna memang senang menghabiskan waktunya dengan bernyanyi, dimana saja dan ditiap kesempatan. Tidak heran jika Donna kemudian mulai mengikuti berbagai acara yang membiarkan bakat bernyanyinya dilampiaskan, mulai dari pentas gereja sampai.

Pada tahun 1967, beberapa minggu sebelum kelulusan SMA, Donna memutuskan untuk pindah ke New York karena band blues tempat ia bergabung mencoba peruntungan mereka disana untuk memeroleh kontrak rekaman. Sayangnya, setelah berupaya keras, mereka gagal dan Donna pun hengkang dari grup tersebut. Ia mengikuti audisi untuk pementasan musikal Hair dan memeroleh peran namun untuk pertunjukan di Munich, Jerman. Donna pun segera mengemasi pakainnya dan pindah ke Munich. Setelah menguasai dengan fasih bahasa Jerman, Donna pun tampaknya nyaman dengan kehidupannya disana dan mulai mengembangkan karirnya.

Donna berpartisipasi dalam beberapa pertunjukan musikal, seperti Ich Bin Ich, Godspell dan Show Boat dan kemudian pindah ke Wina, Austria untuk bergabung dengan Vienna Volksoper. Sebagai Donna Gaines, ia pun melempar rekaman pertamanya di tahun 1968 dibawah naungan label Polydor. Ia menyanyi ulang Aquarius dari musikal Hair dalam bahasa Jerman. pada tahun 1971, single keduanya yang merupakan cover version dari lagu milik The Jaunetts, Sally Go ‘Round the Roses’, dirilis dibawah label Decca Records. Di tahun 1972, single ketiganya, If You Walkin’ Alone dirilis yang kali ini berada dibawah label Philips Records.

Pada tahun 1974 ia menikahi seorang aktor Austria bernama Helmuth Sommer yang dikarunia seorang puteri bernama Mimi. Sayangnya pernikahan mereka tidak berumur panjang. Setelah bercerai, Donna pun berhubungan dengan seorang artis asal Jerman bernama Peter Mühldorfer. Donna tetap memakai SOmmer sebagai nama belakangnya, akan tetapi mengikuti pelafalan anglikan, berubah menjadi Summer. Lantas ia pun menjadi seorang backing vocalist untuk produser-kibordis Veit Marvos di tahun 1972.

Donna mungkin akan tetap menjadi seorang backing vocalist andai saja tidak bersua dengan duo produser, Giorgio Moroder dan Pete Bellotte. Tidak lama kemudian, di tahun 1974, Donna pun melepas album debutnya, Lady of the Night. Meski tidak dirilis di Amerika, namun di beberapa negara Eropa album ini cukup diterima oleh pasar. Namun dengan kehadiran album keduanya, Love to Love You Baby, kesuksesan Donna Summer tampaknya mulai menemukan celahnya. Di Inggris dan Amerika, album ini memeroleh sertifikat emas yang juga diperolehi oleh album ketiganya, A Love Trilogy. Kesuksesan demi kesuksesan diraih oleh Donna Summer spanjang dekade 70-an. Album-albumnya selalu disambut dengan meriah oleh penikmat musik. Apalagi dengan lantunan musik disko yang seru, maka lekatlah namanya sebagai Ratu Disko. Single demi single yang dirilis pun meledak dan digandrungi dimana-mana, sebut saja I Feel Love, Spring Affair, Try Me, I Know We Can Make It, Last Dance dan banyak lagi.

Pada tahun 1980-an, Donna Summer mencoba untuk tidak terjebak dalam jenis lagu yang sama dan mencoba untuk mengembangkan gaya musiknya. Sayangnya hal ini tidak begitu disukai oleh Casablanca Records yang menaunginya selama ini sehingga membuat perpecahan diantara mereka. Donna lantas bergabung dengan David Geffen dan label rekamannya, Geffen Records. Donna pun akhirnya harus berpisah dengan Moroder setelah bekerjsama selama 7 tahun karena Geffen merekrut Quincy Jones untuk membantu Donna. Meski tetap berkarya dan menghasilkan enam buah album, namun karir Donna tidak benar-benar sesukses di dekade 70-an. Meski begitu tetap ada penggemar setia yang mengapresiasi karya-karya Donna dengan baik.

Memasuki dekade 90-an, Donna semakin tidak produktif dan hanya merilis dua album, yaitu Mistaken Identity di tahun 1991 dan Christmas Spirit di tahun 1994. Album studio terakhir Donna Summer adalah Crayons, yang dirilis di tahun 2008, setelah hiatus 14 tahun. Pada bulan Agustus 2010, Donna merilis single To Paris With Love yang ditulis bersama Bruce Roberts dan diproduseri oleh Peter Stengaard. Di bulan Oktober tahun yang sama, single tersebut mencapai posisi nomor satu di tanggal lagu Billboard Dance Chart Amerika dan menandai penampilan terakhir singlenya di tangga lagu.

Kini Donna Summer sudah meninggalkan kita. Penyakit kanker telah merenggut jiwanya. Namun begitu nama Donna Summer tetap tertanam dengan sempurna di benak para penikmat musik. Warisannya dalam bentuk album dan lagu menjadi peninggalan yang tidak akan pernah terganti. Menurut musisi synthpop/elektropop Marc Almond, kolaborasi Donna Summer dan Georgio Morodor telah mengubah wajah musik untuk selamanya. Meski nama Donna Summer tidak pernah masuk ke dalam Rock Hall of Fame, namun dia sudah ditasbihkan sebagai the ultimate Queen of Disco. And forever she will be cherished!

Untuk diskografi Donna Summer dapat dilihat disini.

Simak penampilan Donna Summer membawakan I Feel Love secara Live:

(Haris / CreativeDisc Contributor)

Related posts

Leave a Reply