Trending News

Blog Post

Behind The Music: Denniz Pop
Behind The Music

Behind The Music: Denniz Pop 

Image and video hosting by TinyPicSwedia gudangnya musik pop? Bisa jadi. Apalagi kalau mengingat fakta keberadaan seorang Dag Krister Volle, alias Denniz Pop yang merupakan seorang DJ, pencipta lagu, dan produser musik pop asal negara yang beribukota di Stockholm tersebut. Dilhirkan pada tanggal 26 April 1963. Kurang lebih sejak tahun 80-an dia udah berkarya di bidang musik, dimulai dengan karir nge-DJ. Awal-awal dulu, dia sempat pake nama “Dagge” sebagai nama panggungnya. Ya enggak jauh-jauh sih dari nama asli beliau. Sebagai seorang DJ, nama Dagge cukup diperhitungkan di antara rekan sesama DJ. Contohnya aja DJ Robert Waltz sempat mengklaim kalau Dagge adalah discjockey terbaik se-Swedia!

Image and video hosting by TinyPicDi tahun 1985, dia mulai mengerjakan musik rekaman, hingga berhasil mendirikan SweMix, sebuah studio yang khusus mengerjakan musik remix. Ini dilakoninya bareng René Hedemyr, StoneBridge, Emil Hellman, Rob Below dan JJ. Album yang pertama mereka rilis mencapai sukses posisi 1 di negaranya. Dan dari sini, semakin banyak tawaran kepada Denniz Pop untuk mengerjakan remix lagu. Contohnya adalah Soul II Soul di lagu ‘Keep On Movin” yang mengambil sample lagu Donna Summer ‘Love to Love You,Baby’. Hasilnya sangat mengagumkan dan mendapat banyak pujian. Yang lain yang semakin menaikkan namanya adalah remix untuk Michael Jackson di lagu ‘Billie Jean’ dan sebuah megamix untuk Earth, Wind & Fire. Kesuksesan SweMix ini saat sudah mandiri dan dibagi menjadi 2 divisi; divisi rekaman dan publishing juga divisi produksi. Dan mereka juga mulai mengontrak artis di bawah labelnya, dimulai dari DaYeene, Kayo, dan Dr. Alban.

Denniz Pop memang orang yang kreatif. Dengan perkembangan SweMix, dirinya mengubah nama dan konsep perusahaan tersebut menjadi Cheiron. Ini adalah studio untuk mengolah musik pop yang kemudian akan melegenda. Denniz mengelola ini bersama Tom Talomaa. Karya terbesar pertamanya adalah album Ace Of Base yang berjudul “Happy nation”. Sebagaimana besar? Sangat besar! Album yang rilis tahun 1993 ini mencetak angka penjualan sebanyak 22 juta kopi di seluruh dunia. Kurang sukses apa coba?! Dan berpijak dari kesuksesan tersebut, Denniz Pop pun seperti memiliki kekuatan sendiri untuk mencetak debut-debut besar dalam sejarah musik pop. Di sekitar tahun 1995, dirinya mengajak serta Max Martin, yang dulunya adalah anggota band It’s Alive yang dikontrak sama label-nya Denniz. Mereka mengerjakan debut Backstreet Boys yang sangat sukses di kawasan Eropa. Dan untuk membuktikan kekuatan hasil kreasi mereka, nama Backstreet Boys diboyong ke Amerika Serikat beberapa tahun berikutnya dan mereka pun berjaya. Enggak berhenti disitu aja, proyek berlanjut ke album kedua Ace Of Base “The Bridge”, hingga debut Robyn “Robyn Is Here”. Sebut saja hit-hit besar mereka, nama Denniz Pop mendominasi penulisan dan produksinya. Dan saat keponakan-keponakan King of Pop Michael Jackson hendak terjun ke industri rekaman, Denniz ada disana untuk pengerjaan album debut “Brotherhood” milik 3T.

Masih ingat boyband dan girlband asal Inggris Five dan Solid Harmonie? Nah, mereka ini juga produknya Denniz Pop. Terkhusus untuk act di negaranya sendiri, Swedia, Denniz mengorbitkan pacarnya, Jessica Folcker ke dunia tarik suara lewat album “Jessica”. Kayaknya emang hokinya berjodoh dengan artis-artis baru musik pop. Asal ada yang pengen terjun ke industri musik, pilih Denniz Pop sebagai penulis lagu dan produser, hasilnya BOOM! langsung nge-hit. Enggak cuma Inggris dan Swedia aja, karena Amerika juga! Britney Spears dan ‘NSync adalah artis-artis selanjutnya yang awal karirnya dibina oleh sang ahli ini. Tapi dia juga enggak lantas melepaskan BSB begitu saja, karena dalam album mereka yang berikut-berikutnya, Denniz Pop masih sempat menanganinya, sebelum akhirnya beliau meninggal dunia di usia 35 tahuna kibat kanker.

Denniz meninggal meninggalkan seorang anak yang saat itu berusia 11 tahun dan kekasihnya Jessica Folcker. Peristiwa ini kurang lebih berimbas ke karir Jessica, saat single ‘Tell Me What You Like’ menaik di tangga lagu Swedia, berikut album keduanya “Dino” yang merupakan persembahan khususnya bagi sang kekasih. Karya Denniz Pop juga muncul di album “Realitales” milik Meja, ‘Land of Make Believe’ yang ditulisnya bersama Douglas Carr. Karyanya di bidang musik dianugerahi Swedish Music Industry Award untuk ketagori Special Honor Award baginya dan Max Martin, atas kontribusi mereka yang sangat besar bagi industri musik di Swedia. Maklum, dengan kejayaan lagu-lagu mereka menembus pasar internasional, negara ini menjadi negara musik terbesar ketiga setelah Amerika dan Inggris. Atas kerja kerasnya, Denniz Pop juga dikenal dengan sebutan “the brain behind DancePop” dan “Pop-Genius”. Dirinya meninggal pada hari Minggu pagi, tanggal 30 Agustus 1998 di Rumah Sakit Karolinska Sjukhuset.

Beberapa tribut selain album kedua Jessica Folcker untuk mendiang adalah video klip untuk single ‘Show Me The Meaning Of Being Lonely’ dri Backstreet Boys, dedikasi penghargaan yang diterima oleh E-Type dan Britney Spears, dua act yang pernah ditanganinya. Di saat pemakamannya pada tanggal 11 September 1998, banyak artis yang ikut serta dalam ucapara tersebut. Ace Of Base, Dr Alban, Robyn, E-Type, Papa Dee, Leila K. dan juga boyband Five. Jenny Berggren, salah satu vokalis Ace Of Base sempat menyanyikan lagu ‘Don’t Be Afraid’ sebagai persembahannya bagi sang produser. Sepeninggal Denniz, Max Martin masih sempat mengelola studio Cheiron hingga akhirnya di akhir tahun 2000 Max memutuskan untuk menutup studio tersebut atas alasan meninggalnya Denniz. Dan dirinya melanjutkan berkarya dalam musik dengan nama studio yang baru dan partnership yang lainnya.

(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributors)

Related posts

Leave a Reply