Quantcast

Concert Review: Suede Live in Jakarta

By - 8 years ago in Concerts Review

Image and video hosting by TinyPic

Cerita dibalik konser:
Konser yang disponsori oleh Blackberry ini memang resmi tidak dijual sama sekali, untuk mendapatkannya harus menukar tambah HP lamanya dengan Blackberry yang harganya mencapai jutaan. Namun, karena ada kontes yang memberi gratis tiket ini walhasil harapan saya menonton Suede kembali muncul. Pada awalnya saya hampir frustasi dengan kuis ini karena link yang diberikan amat susah untuk dibuka namun pada paginya ternyata saya lancar untuk mendapatkan salah satu tiket konser ini dan ternyata memang kesempatan untuk menonton ini amatlah besar. Dan saya yakin kebanyakan orang akan memilih menonton Suede dibanding dengan headliner yang lain.

KONSER:
Kebetulan saya datang cukup telat karena 2PM, Shontelle dan Taio Cruz sudah main bahkan saya hanya menyaksikan Taio Cruz yang sedikit saja. Setelah kerumunan pecinta pop mainstream meninggalkan area penonton tiba giliran armada 90’an dan pecinta Britpop juga Suede yang bersiap-siap. Konser yang dimajukan lebih cepat dari jadwal yang seharusnya yaitu 22:10 maju selama 15 menit. Saya juga sempat bercerita dengan pecinta Britpop lainnya yang katanya sabar menunggu penampilan Suede setelah disuguhkan dengan lagu-lagu yang sedang ngetrend jaman sekarang. Suede sendiri juga telah melaksanakan kosner pada tahun 2003 di Senayan dan 8 tahun kemudian setelah band ini bubar dan reunian kembali harapan para pecinta Britpop yang salah era (seperti saya) muncul kembali.

Pada pukul 21:59 mereka membuka konser dengan “This Hollywood Life” yang diambil dari album paling tidak laku (jika A New Morning tak dihitung) yaitu Dog Man Star). Crowd penonton di lagu pertama pun tak terelakkan meriahnya dan memang lagu itu cocok untuk menjadi pemanasan konser reuni mereka yang pertama di benua Asia ini. Terbukti penonton bergoyang dan berloncatan mengikuti irama lagu ini. Lalu mereka menggeber dengan lagu “She” lalu “Trash”. Pada “Trash” loncatan penonton dan juga suara sing-a-long pun menggema di sepanjang Hall PRJ Kemayoran. Dimana Brett benar-benar menjadi seolah penyihir ulung yang terus menyihir penontonnya untuk bergoyang, meloncat atau sekedar sing-a-long bersama.

Brett pun bergoyang dengan sangat lincah meskipun umur sudah menginjak kepala 4 tapi goyangannya yang unik dan menghibur juga sekali-kali memutar microphone untuk membakar penonton membuat dia menjadi salah satu orang yang paling berpengaruh pada jaman Britpop dan nama yang paling diingat oleh para fansnya. Lanjut di lagu keempat yaitu “Filmstar” dan “Animal Nitrate” merupakan lagu kelima yang dimainkan dan lagu yang merupakan salah satu lagu yang menjadi masterpiece Suede membuat penonton sing-a-long (terutama di bagian reff lagu ini yang menurut saya paling epik). Setelah “We Are The Pigs” dimainkan Suede langsung mellow di “By The Sea”, yang sukses membuat penonton melambaikan tangan mereka mengikuti alunan lembut lagu. Dan vokal Brett yang kita kenal kembali terdengar setelah sebelumnya kurang begitu jelas akibat tata suara yang bisa dibilang ala kadarnya di awal konser. Setelah itu dimainkan saya tercengang karena lagu selanjutnya merupakan “Electricity” dari Head Music (1999) lagu yang awalnya saya cukup pesimistis untuk dimainkan mengingat di konser mereka di Inggris mereka sama sekali tidak membawakan lagu ini. Lagu yang paling saya suka dari Suede ini meninggalkan banyak kenangan. Lewat lagu inilah saya kembali mengingat kenangan masa kecil saya yang dulu mengenal Suede melalui lagu ini yang cukup heavy airplay di sebuah stasiun televisi musik kala itu. Dan saya sing-a-long, meloncat dan bernyanyi sekeras-kerasnya ketika lagu itu dimainkan dan saya entah mengapa hampir terharu karena lagu itu akhirnya dimainkan juga. Setelah itu langsung ada “The Drowners” yang diambil dari album Suede di tahun 1993. Dan langsung dilanjutkan “Killing Of A Flashboy”, dua kali Brett mengucapkan kata “Terima Kasih” dan disambut oleh tepuk tangan dan teriakan “Sama-sama” yang meriah dari penonton.

Masuk di “Can’t Get Enough” yang lagi-lagi membakar penonton terutama di bagian bait “can’t get enough” membuat penonton pun tidak tahan untuk bergoyang dengan lagu ini. Masih di dalam album Head Music mereka melanjutkan lagi dengan “Everything Will Flow” yang membuat penonton sukses calm-down sejenak dengan balutan balada yang mereka usung di lagu ini. “So Young”, “Metal Mickey” dan “The Wild Ones” mereka bawakan juga dan sukses membuat penonton tidak sabar untuk melihat lagu terepik dari Suede. “New Generations”, membuka repertoir lagu terepik dari Suede. Setelahnya mereka langsung memainkan lagu yang membuat nama Suede melejit di kalangan penggemar di Indonesia yaitu “Beautiful Ones”, di “Beautiful Ones” semua penonton langsung menggila dengan sing-a-long dan juga meloncat-loncat. Salah satu lagu masterpiece Britpop ini memang temanya sarkastik dimana Brett menyentil kehidupan model yang memakai heroin agar bisa terlihat cantik tapi tetap saja crowd meter penonton kala lagu ini mencapai puncaknya dan memang pantas menjadi salah satu lagu masterpiece Britpop. Suede turun panggung pada 23:10 setelah 17 lagu tentu saja penonton belum merasa terpuaskan meskipun mereka telah menggeber 17 lagu dan teriakan “WE WANT MORE” menggema seisi hall dan para penonton sudah meneriakkan lagu “Saturday Night”. 10 menit berselang mereka kembali naik panggung dan Brett langsung berceloteh bahwa lagu yang akan dimainkan berikutnya adalah lagu yang sudah lama sekali mereka tidak bawakan (bahkan ketika konser 2003 lalu mereka membawakan lagu ini) dan kejutan itu ternyata adalah “Lazy” yang sukses membuat penonton kaget untuk sementara waktu dan menikmati lagu ini dengan sangat meriah. Tidak sia-sia sepertinya mereka memainkan lagu ini, yang sukses membuat crowd justru semakin meriah bukan semakin menurun. Dan penutup yang sangat pas untuk malam itu yaitu “Saturday Night” dibawakan membuat penonton sudah dalam kepuasan tingkat maksimal sembari bernyanyi dengan sangat keras (meskipun lagu itu bertempo lambat) seolah benar-benar menghayati lagu itu dengan sangat dalam dan melambaikan tangannya mengikuti alunan lagu yang lembut. A perfect closing. Setelah dua lagu encore mereka bawakan lampu kembali terang benderang pertanda konser telah selesai dan raut wajah para penonton terlihat amat puas ketika legenda Britpop generasi pertama itu telah memberikan konser terbaiknya bagi para penggemarnya di Jakarta. Meskipun dari segi teknik stage seperti sound system dan lightning dirasa kurang bagi sebagian penonton, namun itu semua tertutupi dengan penampilan sempurna dari mereka yang sempat meninggalkan kekecewaan dari para penggemarnya begitu bubar. Benar saja ternyata menurut kabar hanya Suede yang memainkan 19 lagu dimana para performance lainnya hanya menampilkan rata-rata 9 lagu meskipun lagu-lagu dari album “A New Morning” tidak dimainkan sama sekali (dimana album itu adalah album “terwaras” tanpa pengaruh narkoba dan merupakan album terjelek pilihan Brett) namun penonton masa bodo dan cenderung bersyukur karena repertoir terbaik mereka yang dimainkan.

It was a “Saturday Night” and yes it was “Suede” night. Sebuah konser yang bisa dibilang melebihi ekspektasi saya menonton konser dan sebuah momen konser terbaik yang pernah saya alami sepanjang masa. Perfect reunion concert with legend band.

(Luthfi / CreativeDisc Contributors)

SETLIST:
1. This Hollywood Life
2. She
3. Trash
4. Filmstar
5. Animal Nitrate
6. We Are The Pigs
7. By The Sea
8. Electricity
9. The Drowners
10. Killing Of A Flashboy
11. Can’t Get Enough
12. Everything Will Flow
13. So Young
14. Metal Mickey
15. The Wild Ones
16. New Generations
17. Beautiful Ones
ENCORE:
18. Lazy
19. Saturday Night

Photo Courtesy of: Kapanlagi.com

CD Collector | Music freaks

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Concerts Review | July 3, 2019 By

Alexandros Gila-Gilaan Bersama di Jakarta

Reviews | March 6, 2019 By

Mengenang Masa Lalu Bersama Kodaline

Music News | January 19, 2019 By

Duet Manis Christopher dan Hanin Dhya dalam “Heartbeat”