Quantcast

Concert Review & Meet and Greet with Lee DeWyze

By - 8 years ago in Concerts Review

Image and video hosting by TinyPic
Pada tanggal 14 Mei 2011, sekitar pukul enam sore di Cascade Lounge, Hotel Mulia, telah ramai oleh pengunjung yang begitu antusias untuk segera menonton aksi pemenang American Idol season 9 asal Mount Prospect, Chicago. Sebagai pembuka konser malam itu penampilan dari sejumlah artis lokal Sony Music Indonesia. Kesempatan pertama menapak panggung adalah Lala Karmela, melagukan tembang yang telah ia ciptakan untuk albumnya berjudul “Kamu, Aku, Cinta”. Ia juga membawakan dua tembang lainnya yaitu “Black & White” serta “Waiting”. Setelah penyanyi yang juga seorang gitaris itu, hadir biduan cantik bersuara merdu, Terry. Ia membawakan 3 buah lagu, tetapi penampilannya yang paling berkesan adalah saat melantunkan “Dumped Me”. Dilanjutkan dengan penampilan vokalis pria yang terkenal di kalangan kaum hawa saat ini, Derby Romero. Ia menyanyikan tembang hitnya seperti “Cintailah Diriku” dan “Gelora Asmara. Persembahan terakhir adalah Derby Romero berduet dengan Lala Karmela melantunkan “Use Somebody” milik “Kings of Leon”.

Finally, Lee Dewyze is officially here!” Begitu suara dari pemandu acara malam itu bergema. Tampak Lee Dewyze naik ke panggung Cascade Lounge mengenakan jas hitam dengan gaya santai. Ia segera meraih gitarnya kemudian dengan ramah menyapa kami semua. Vokalis sekaligus penulis lagu ini mengatakan bahwa ia sangat menyukai Indonesia. Lee juga mengungkapkan kalau perjalanan ini adalah untuk pertama kali bagi dirinya keluar dari benua Amerika. Untuk konser malam itu Lee ditemani oleh rekannya, Lincoln, yang memainkan keyboard.

Lee mengawali konser malam itu dengan melantunkan ‘Earth Stood Still’. Segera saja lantunan vokal Lee yang serak basah menghangatkan suasana hati para penggemarnya. Selain ‘Earth Stood Still’ ia juga mempersembahkan sejumlah lagu dari album ‘Live It Up’ seperti ‘Beautiful Like You’, ‘Brooklyn Bridge’ dan single perdananya ‘Sweet Serendipity’. Keramahan Lee ditunjukkannya lewat berinteraksi dengan penonton. Saat seorang ibu memintanya melantunkan ‘Dear Isabelle’, ia pun segera membawakan lagu itu hingga membuat penonton turut mengiringinya bernyanyi.

Selain melagukan tembang-tembang dari album ‘Live It Up’, Lee juga melantunkan ‘Pretty Eyes’, ‘Fast Car’ yang dipopulerkan oleh Tracy Chapman, serta ‘Naked As We Came’ milik Iron & Wine.

Tak terasa begitu cepat konser malam itu berlalu. Lee Dewyze membawakan sekitar 10 tembang dalam ritme yang cepat.

Sebagai penutup konser malam itu, Lee kembali memancing penonton dengan bertanya apa yang ingin didengar mereka. Tentunya disambut para penggemarnya dengan sorakan “Hallelujah”. Lee menutup konser yang indah malam itu di Cascade Lounge, Hotel Mulia, dengan melantunkan ‘Hallelujah’. Rasanya seperti kembali menyaksikan penampilannya dalam American Idol.

Teks & Foto by: Citra Benazir Adityawarman

Image and video hosting by TinyPic
Meet & Greet – Album Signing Session with Lee Dewyze

Setelah semalam sebelumnya melakukan pertunjukan langsung di Cascade Lounge, Hotel Mulia, Senayan, Lee Dewyze kemudian melanjutkan dengan promosi Meet & Greet di Ground Floor, Mal Taman Anggrek pada hari Minggu tanggal 15 Mei lalu.

Image and video hosting by TinyPicSekitar 300 orang penggemarnya dari berbagai bangsa dan usia tampak begitu bergairah menyaksikan penampilan Lee Dewyze sore itu. Seorang ABG putri bernama Citra Adityawarman mengaku, “Aku suka Lee Dewyze karena suaranya bagus, orangnya juga karismatis juga ramah, bersahabat dan outgoing. Semalam menonton konsernya, meskipun Lee tampil interaktif dengan penonton namun rasanya terlalu singkat.” Sementara ibu Ira Ramawati mengungkapkan, “Saya suka Lee Dewyze, juga selain karena latar belakangnya sebagai pegawai toko cat yang ternyata punya talenta besar. Sampai akhirnya menjadi pemenang American Idol, itu yang saya salut dan kagum.”

Acara dimulai tepat pada pukul tiga sore sesuai jadwal. Dewyze langsung menyapa para penggemar yang sudah berkumpul di depan panggung.

Senang rasanya bisa bertemu dengan kalian,” ujar Dewyze

Lee kemudian sedikit menceritakan pengalamannya selama tiga hari di Bali sebelum menginjakkan kaki di Jakarta. ”Bali itu sungguh indah. Aku sangat menikmati semua yang ada di sana. Dari pemandangan alamnya hingga koktail, aku sangat menyukainya. Bali merupakan tempat yang paling kusukai selama tur, dan aku sangat berharap bisa kembali lagi ke tempat itu dalam waktu dekat, ” ujar Lee.

Ia kemudian melanjutkan dengan bercerita tentang album terbarunya, ‘Live It Up’.

Lee kemudian mengungkapkan, ”Album ini berkisah tentang cinta dan hubungan manusia. Menurutku, kedua hal itu penting dalam hidup semua orang. Aku sendiri sangat menyukai kisah-kisah cinta dan hubungan antar manusia. Menurutku, kalau kita tak memiliki cinta, rasanya kita bukan manusia,” imbuh Lee lagi.

Berkat American Idol, aku beroleh kesempatan menciptakan album yang menunjukkan siapa diriku sebenarnya. Itu membuatku bangga,” katanya. Lanjutnya lagi, ”Aku menulis banyak lagu di albumku sendiri. Tapi bukan berarti aku tak percaya orang lain untuk membuatkanku lagu.Tapi rasanya kalau aku harus membawakan lagu orang lain, seperti kalau kamu menyantap makan malam yang rasanya sedap, tapi itu bukan buatanmu. Sebenarnya akan lebih sedap jika makanan itu adalah hasil masakanmu sendiri. Karena cuma kamu yang tahu apa yang nikmat untuk dimasukkan dalam masakan itu.”

Saat ditanya siapa musisi yang ingin diajaknya berkolaborasi, Lee menjawabnya dengan panjang lebar. ”Aku sangat ingin berkolaborasi dengan Dave Mathews. Aku sangat mengagumi bagaimana dia memelihara karier musiknya. Kau tak akan pernah menyaksikan dirinya diwawancarai majalah, muncul di talkshow, atau dikejar-kejar paparazi. Dave hanya bermusik dan begitulah hidupnya berjalan. Dia tetap punya kehidupan pribadi dan karier musik sempurna. Aku ingin seperti dirinya,” ungkapnya.

Lee Dewyze kemudian membawakan lagu yang merupakan single perdana dari album ‘Live It Up’ yang berjudul ‘Sweet Serendipity’. Lalu dilanjutkan dengan tembang berjudul ‘Beautiful Like You’. Penampilannya sore itu ditutup dengan tembang dari Leonard Cohen yang dibawakannya di American Idol, ‘Hallelujah’.

Acara sore itu ditutup dengan tanda tangan dan foto bersama Lee Dewyze.

(Timmy / CreativeDisc Contributors)

CD Collector | Music freaks

Comments

9 Responses to “Concert Review & Meet and Greet with Lee DeWyze”

  1. ANDRE JOSHUA says:

    sucks!!!!!!!!!!!!!
    kenapa dia gk ke menado aja,LOL

  2. okie says:

    saran dong
    ini kan acara meet n greet resmi,securenya jgn terlalu berlebihan
    ada yang kesempatan pake foto sendiri 10 detik aja didorong2 sampe mau jatuh,untungnya bkn saya,kami bkn sedang minta2 seperti paparazi
    thx

  3. kaiiyan says:

    wahh, sempet ke bali yahh,.,.

  4. welly says:

    @andre: katanya kamu mau ke Jkt ketemu Lee DeWyze? hehe

  5. ANDRE JOSHUA says:

    dana yg terkumpul tidak mencukupi utk kehidupan selama 4hari disana LOLOLOLOLOL

  6. timmy says:

    @Andre: mudah2an liputan ini bisa sedikit menghibur ya

  7. ANDRE JOSHUA says:

    salut ya buat Timmy hehe

  8. Citra Benazir Adityawarman says:

    Hope you guys like this article…..

  9. timmy says:

    @Andre: terima kasih

Leave a Reply

Related Articles

Concert News Music News | November 30, 2018 By

Bersiaplah! Calum Scott Bakal Tampil di Jakarta Untuk Pertama Kalinya

Artist Interviews | October 13, 2018 By

CreativeDisc Exclusive Interview With Isaiah: Rilis Single “Close to Me” di Indonesia

Artist Interviews | September 25, 2018 By

CreativeDisc Interview With CNCO: Dari Little Mix Hingga Suara Azan Favorit Zabdiel