Trending News

Blog Post

Time Tunnel: C21
Time Tunnel

Time Tunnel: C21 

Nama C21 mungkin muncul setelah era musik pop di akhir dekade 90-an hingga awal 2000-an berakhir. Namun, mereka justru dibentuk saat era vokalis maupun vokal grup yang nge-pop sedang berjaya, yakni di tahun 1998. Di Denmark, Søren Bregendal, Esben Duus, dan David Pepke tergabung dalam boyband C21. Dimana awalnya adalah ketidaksengajaan Lars Quang, produser musik yang mendengar Søren bernyanyi di ruangan loker di pertandingan sepakbola anak dari si produser. Lars pun mengundang Søren ke studio, dan Søren mengajak temannya, Esben untuk bergabung. Kemudian, ketika mereka berdua memulai perjalanan musik bersama dengan manggung dari pesta ke pesta, keduanya bertemu dengan David. Dan jadilah C21 sebagai trio, bukan lagi duo. Butuh waktu kurang lebih 5 tahun hingga akhirnya mereka bisa merekam suara di studio hingga menghasilkan album rekaman.

Selama 5 tahun itu, C21 adalah grup vokal yang tampil secara nasional di Denmark. Mengumpulkan fans lewat situs internet sekaligus manggung dari kota ke kota. Mereka menghibur lebih dari 40.000 orang saat musim Hari Raya Natal hingga Tahun Baru. Dan saat excitement tersebut memuncak, di awal tahun 2003 album “C21” akhirnya dirilis via Medley Records dengan rilisan internasional via EMI. Ada 14 buah track yang ada di album ini. Untuk albumnya, Søren, Esben, dan David terlibat dalam penulisan lagu. Berikut Lars Quang yang memproduseri album tersebut. Hit single ‘Stuck In My Heart’, ‘You Are The One’, dan ‘She Cries’ adalah langkah awal yang kuat bagi boyband ini. Popularitas mereka di Asia membuat album ini mendapat bonus track ‘One Night In Bangkok’ dalam rilisan Asia Tenggaranya. Ini adalah lagu dari tahun 80-an yang dinyanyikan ulang oleh mereka. Keempatnya cukup sukses di chart di Denmark. Masuk dalam Top 10, kecuali ‘One Night In Bangkok’ yang hanya sanggup peak di posisi 11. C21 pun sempat mampir ke Indonesia sambil mempromosikan debut album mereka.

Bertolak dari kesuksesan album pertamanya ini, C21 pun merilis album keduanya di tahun 2004. Berjudul “Listen”, album ini dirilis via Capitol Records. Sayangnya, enggak sehebat penjualan yang dihasilkan dari album pertama mereka. “Listen” hanya punya satu lagu yang masuk ke Top 10, yaitu ‘All That I Want’. Dan single keduanya ‘Tell Me Why It Ain’t Easy’ tidak nge-chart di Denmark. Masing-masing Søren, Esben, dan David pun masih terlibat dalam penulisan lagu di dalamnya, dan masih diproduseri oleh Lars juga. Tapi album ini jauh dari apa yang mereka dapatkan lewat debut album. Dan pada saat ini, musik pop sudah turun panggung. Tidak segemilang era sebelumnya. Melihat ketidakmungkinan sukses bersama di masa depan, Esben pun mengundurkan diri dari formasi C21, meninggalkan Søren dan David yang tengah mengerjakan album ketiga mereka. Tapi kemudian, mereka berdua memutuskan untuk berpisah. Dengan ini, C21 pun secara resmi bubar.

Yang membuat C21 berbeda dari boyband lain adalah setiap kali tampil, mereka enggak mengandalkan gaya nyanyi sambil nari seperti kebanyakan boyband yang ada. Tapi mereka tampil dengan bernyanyi dengan salah satu anggotanya, David bermain gitar. Kini, pasca pembubaran C21, belum ada gebrakan yang besar dari mantan personelnya. Hanya saja sepertinya Søren yang kukuh ingin bertahan dalam dunia entertainment, yaitu nyanyi dan akting, setelah mengesampingkan impiannya dalam bidang olahraga untuk membentuk boyband C21 tentunya.

(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributor)

Related posts

Leave a Reply