Trending News

Blog Post

Time Tunnel: Vengaboys
Time Tunnel

Time Tunnel: Vengaboys 

Benci benci cinta sama grup yang satu ini? Gaya mereka mungkin sangat seronok, tapi lagu-lagu mereka, meskipun norak, kita enggak bisa nolak untuk mendengarkannya. Di tahun 1998, mereka menggebrak dengan lagu ‘Up and Down’ yang masuk top chart di Inggris dan Irlandia, serta negara asal mereka, Belanda. Bagaimana sih mereka bisa sampai segitu suksesnya? Nah, ini nih ternyata yang ada di balik nama Vengaboys. Danski dan Delmundo, duo produser musik asal negeri kincir angin yang mengumpulkan 2 cewek dan 2 cowok untuk menjadi satu buah grup musik dan tari yang mengusung aliran europop dance. Mereka terdiri dari Rachael Carpenter, Olivia Overington, Robin Pors, dan Roy den Burger. Di tahun 1997 mereka bersama, tapi enggak langsung pake nama Vengaboys. Karena Danski dan Delmundo justru ngasih nama mereka Nakatomi.

Enggak lama setelah dibentuk, akhirnya mereka berkesempatan untuk membuat rekaman musik dan memperkenalkan nama sebagai Vengaboys yang terdiri dari Kim Sasabone sebagai vokalis utama, Denise Post-Van Rijswijk sebagai vokalis latar, Robin Pars dan Roy den Burger sebagai penari latar. Dan keluarlah single ‘Parade Te Tettas’ dan ‘To Brazil’ yang memang masih belum memberi kesempatan mereka untuk tenar. Serangan sukses yang mereka milik ya di single ‘Up and Down’ yang prestasinya bisa dilihat di atas. Lagu ini membuat mereka di kenal di daratan Eropa. Dan selanjutnya, ‘We Like To Party’ yang membuat mereka jadi tenar lebih luas lagi. Enggak hanya Eropa, tapi Amerika, Australia, dan Asia pun mulai mendengarkan mereka.


Kalau di tahun 2000-an kita kenal The Pussycat Dolls dengan format satu penyanyi utama dan yang lainnya ambil peran jadi penari latar, Vengaboys ini pun terformat kurang lebih sama. Dan itu yang membuat mereka berbeda dari nama grup europop dance lain yang ngetop di era yang sama, Aqua. Tapi kalau dilihat dari kesuksesan masing-masing, keduanya ternyata punya tempat kog di kuping pendengar, bukannya justru rebutan pasar.

Di tahun 1998, album “Up & Down – The Party Album!” dirilis di Belanda dan di negara-negara lain (termasuk Indonesia) dengan judul “The Party Album!” saja. Tapi gilanya, album ini dirilis ulang dengan judul “Greatest Hits Part 1” di tahun 1999. Hanya butuh 1 album untuk grup Vengaboys ini membuat sebuah album greatest hits. Well anyway, seperti yang tertulis di teaser halaman depan artikel ini, Vengaboys memang jago banget ngasih lagu yang gampang nyantol di otak dan susah untuk dilupakan. Dari album ini juga, hit ‘Boom, Boom, Boom, Boom!!’ dan ‘We’re Going To Ibiza’. Masih ingat kan lirik “boom boom boom boom, I want you in my room, let’s spend the night together, from now until forever” dan juga “whoa we’re going to Ibiza, whoa back to the island, whoa we’re gonna have a party, whoa…” Seru kan lagu-lagunya?

Dengan banyaknya single mereka yang nge-hits, dipastikan deh gelar One Hit Wonder jauh dari mereka. Tapi ternyata ini enggak membuat formasi mereka kokoh bertahan. Karena sebelum album kedua dirilis, Robin Pors keluar dari grup untuk mengejar karir solo. Kalau kamu ga yakin yang manakah Robin, dialah cowok yang pirang dalam grup. Sebagai penggantinya, Yorick Bakker bergabung ke dalam grup. Sehingga jadilah album “The Platinum Album” dirilis pada tahun 2000. Hit dari album ini? Banyak! Ada ‘Kiss (When The Sun Don’t Shine)’, ‘Uncle John From Jamaica’, dan ‘Shalala Lala’, juga ‘Cheekah Bow Bow (That Computer Song)’. Di antara 4 judul lagu ini, ‘The Computer Song’ yang agaknya kurang terkenal. Karena memang lagunya juga enggak sesukses 3 yang lain. Rilisan terakhir mereka adalah ‘Forever As One’, sebuah balada yang masih dari album “The Platinum Album”. Sayangnya, single ini enggak dikasih kesempatan banyak promosi sehingga menjadi melempem di chart. Kemudian, Vengaboys pun enggak lagi berkarya tapi enggak sepenuhnya bubar.


Kalau di era ini ditanya, dimanakah Vengaboys berada? Jawabannya adalah mereka menghibur dari klub ke klub. Dan enggak puas dengan kondisi tersebut, Denise Post-Van Rijswijk pun hengkang dari grup dan digantikan oleh Lynn Allien. Tapi justru, kembalinya Vengaboys ke panggung hiburan adalah saat Donny Latupeirissa, anggota baru yang menggantikan Ron de Burger bergabung ke dalam grup sembari kembalinya Denise Post-Van Rijswijk dan Robin Pors. Mereka pun menjelajah ke UK dan Irlandia, serta mengakrabi YouTube, Facebook, dan Twitter sebagai ancang-ancang untuk comeback. Apakah ini berhasil? Tentu iya. Di tahun 2010 mereka merilis sebuah single berjudul ‘Rocket To Uranus’ dimana mereka bekerjasama dengan Pete Burns dan Perez Hilton. Jangan pernah penggal penulisan Uranus, karena akan berganti makna.

Untuk yang kecarian sama grup yang satu ini, katanya sih ‘Rocket To Uranus’ sedang direncanakan untuk dirilis secara global. Karena sejauh ini lagu tersebut masih dirilis di Belanda saja. Kalau dilihat dari jadwal penampilan Vengaboys di situs resmi mereka, grup yang satu ini masih tetap aktif kog. Jadwal itu bahkan ada di tahun 2012. Enggak cuma di Belanda, tapi juga Inggris.

(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributor)

Related posts

Leave a Reply