Trending News

Blog Post

Artist of The Month December 2011 – Rihanna
Artist of The Month

Artist of The Month December 2011 – Rihanna 

You can talk everything, but only Rihanna who can “Talk That Talk”. Benar sekali, gadis cantik kelahiran Barbados 20 Februari 1988 ini adalah mesin pencetak hits. Berasal dari keluarga sederhana yang tidak berlatarbelakang di bidang musik. Semasa kecil Rihanna sangat mengidolakan Mariah Carey, Whitney Houston dan Destiny Child. Karir Rihanna dimulai saat ia melakukan audisi yang diadakan oleh Evan Rogers di Barbados dan pada akhirnya Rihanna yang saat itu berumur 16 tahun pindah ke Amerika Serikat bersama Evan dan menandatangani kontrak dengan Def Jam Recording. Dirinya tidak pernah berhenti untuk memberikan musik yang terbaru kepada para penggemarnya semenjak kemunculannya di tahun 2005 lalu. Lewat debut album “Music Of The Sun”, Rihanna menari tanpa henti di chart. ‘Pon De Replay’ boleh terhenti di runner-up Billboard Hot 100 Singles, tapi sejak itu Rihanna bergejolak untuk menaklukkan Amerika. Album kedua yang dirilisnya setahun kemudian, “A Girl Like Me” langsung menelurkan lagu nomor 1 ‘SOS’.

Apakah hal tersebut lantas membuat Rihanna puas? Tentu tidak. Gadis kelahiran 20 Februari 1988 ini masih jauh dari yang namanya puas. Karena dirinya tidak hanya berniat untuk memasukkan namanya sebagai artis jago kandang. Taring dan cakarnya juga menorehkan sesuatu di kawasan lain di muka bumi ini. ‘Pon De Replay’ menjadi lagu nomor 1 di Selandia Baru, ‘SOS’ juara di Kanada dan Australia, juga ‘Unfaithful’ yang perkasa di Swiss. Tapi itu semua seolah tersapu akan massive-nya ombak ‘Umbrella’ yang diambil dari album ketiganya “Good Girl Gone Bad”. Lagu ini adalah global hit di tahun 2007. Setiap chart ingin menjadikan lagu ini juara, setiap artis ingin menyanyikan ulang lagu ini.

Disinilah masa keemasan anak pasangan Monica Braithwaite dan Ronald Fenty ini. Dirinya menyejajarkan namanya sebagai top female performer. Gadis payung pun menjadi image yang kuat mencirikan dirinya. Tapi sebenarnya tidak hanya itu yang Rihanna punya. Dirinya bukanlah artis rekaman biasa, karena ada konsep yang selalu diusungnya dalam setiap perilisan album. Konsep tersebut melihatkan lagu-lagu yang dinyanyikannya beserta tampilannya secara keseluruhan, terutama gaya rambutnya. Potong pendek, gaya rambut panjang berombak, berwarna merah, coklat, keriting, lurus, segala Rihanna coba dalam menegaskan keberaniannya mencetak sejarah tidak hanya lewat lagu, tapi juga dalam penampilan. Ini yang membuat Rihanna selalu fresh.

Ketika album ketiganya ini dirilis ulang, “Good Girl Gone Bad: Reloaded” terbukti mampu memperpanjang keperkasaan musik a la Rihanna. Album ini kemudian menelurkan 2 hit lainnya; ‘Take A Bow’ dan ‘Disturbia’. Ini belum termasuk lagu Top 10 lain seperti ‘Don’t Stop The Music’, ‘Shut Up And Drive’, dan ‘Hate That I Love You’, duetnya bersama Ne-Yo. Terkait dengan kolaborasi, Rihanna juga mampu tampil mengimbangi dalam setiap kolaborasi yang menampilkan dirinya. Dimulai dari ‘If I Never See Your Face Again’ bersama Maroon 5, ‘Live Your Life’ bersama T.I., ‘Run This Town’ bersama Jay-Z, ‘Love The Way You Lie’ bersama Eminem, ‘Who’s That Chick’ bersama David Guetta, ‘All Of The Lights’ bersama Kanye West’, ‘Fly’ bersama Nicki Minaj, hingga yang paling baru ‘Princess Of China’ bersama Coldplay. Kesemuanya menambah catatan prestasi dalam diskografi Rihanna.

Once she was a girl whom founded by song writer/music producer Carl Sturken. Dibawa ke hadapan L.A. Reid hingga akhirnya memenangkan kontrak rekaman bersama Island Def Jam. Dan sekarang? Tidak ada yang bisa menghentikannya sebagai artis rekaman yang produktif. Tidak juga perpisahannya dengan Chris Brown yang penuh drama dan intrik. Karena pasca kisah tak mengenakkannya dengan Chris, album “Rated R” mendapat posisi bergengsi di Entertainment Weekly. Mereka menobatkan album tersebut sebagai Best Pop Album di tahun 2009. Kalau ada pemikiran “Good Girl Gone Bad” adalah kondisi paling “bad” bagi Rihanna, maka taraf “bad” tersebut telah diungguli dengan “Rated R” yang semakin mengekspos cewek yang bernama asli Robyn Rihanna Fenty ini secara seksual. Dan apakah itu menghambatnya dari tradisi mencetak hit tadi? Tentu tidak. ‘Rudeboy’ menguasai radio dan televisi.

Tahun lalu, Rihanna tampil dengan rambut merah menyala dan album “Loud” yang kembali menambah kesempatan baginya dengan TIGA #1 Billboard Hot 100 single: Only Girl In The World (Won Best Dance Recording at Grammys), What’s My Name dan S&M. Berikut ‘California King Bed’ dan ‘Cheers (Drink To That)’ yang juga menambah koleksi apik dari rilisan single oleh gadis yang pernah ikut program militer di Barbados ini.

Hampir setiap tahun Rihanna merilis album baru, dengan tiap album yang mempunyai tema dan style yang berbeda pastinya. Album kelima Rihanna “LOUD” berhasil terjual lebih dari 6 juta kopi di seluruh dunia dalam waktu kurang dari 1 tahun, melihat kesuksesan album ini, Rihanna dan management berniat membuat LOUD Re-release. Seiring berjalannya waktu ternyata rencana awal tadi berubah dengan merilis album baru dengan alasan Rihanna : “RihannaNavy pantas mendapatkan ini ketimbang re-release album”. Ini membuktikan kalau Rihanna sangat sayang dan peduli dengan fans-nya, kalian juga bisa lihat timeline twitter @Rihanna yang mana RiRi rajin ngobrol dengan semua fans-nya. Proses rekaman album ke-enam ini terbilang sangat unik karena dilakukan disela-sela kesibukan Loud Tour dan 99% album direkam di kamar hotel di Eropa, kalian bisa lihat di credit dari tiap track disana dicantumkan nama hotel dan nomor kamarnya. Promosi album dilakukan melalui aplikasi UNLOCKED di Facebook Rihanna yang memunculkan nama album ke-enam ini yaitu TALK THAT TALK. Dengan single pertamanya “We Found Love” ft Calvin Harris yang berhasil menjadi puncak di Hot Billboard selama 4 minggu dan 6 minggu di UK, selain itu lagu ini menjadi lagu ke 11 dari Rihanna yang menempati #1 Hot 100 Billboard dan menjadikan Rihanna artist tercepat setelah The Beatles yang mengumpulkan #1 Hot 100 dan masih banyak lagi record-record yang diciptakan. Album TALK THAT TALK ini mempunyai 11 tracks (standard edition) dan 15 tracks (deluxe edition) yang diproduksi oleh Ester Dean, Stargate, Calvin Harris dan Dr. Luke. Rihanna juga membantu menulis 5 lagu dalam album ini yaitu You Da One, Cockiness (I Love It), Birthday Cake, Watch N Learn dan Do Ya Thang. Single kedua dari album ini adalah You Da One yang diproduksi oleh Dr. Luke dengan video yang akan dishoot oleh Melina Matsoukas yang juga pernah mendirect musik video Hard, Rude Boy, Rockstar 101, S&M dan We Found Love. Mari bersama mendapatkan kesegaran a la Rihanna, selama sebulan penuh dalam December 2011 Artist Of The Month yang dipersembahkan oleh Universal Music Indonesia! You ain’t talking, until you TALK THAT TALK!!!

Intro by: Ai Hasibuan dan @RihannaIndo

Ikutin CD Quiz berhadiah 25 CD Rihanna “Talk That Talk” disini

Artist Of The Month Rihanna by creativedisc

Related posts

Leave a Reply