Trending News

Blog Post

Charice Infinity Tour 2012: Live in Jakarta
Concerts Review

Charice Infinity Tour 2012: Live in Jakarta 

Image and video hosting by TinyPic

Charice, bintang muda yang disebut sebagai “the Most Talented Girl in the World” oleh Oprah Winfrey ini datang mengunjungi fans setianya di Indonesia, khususnya Jakarta. Pertama kali dikenal melalui situs Youtube dengan suaranya yang besar dan menggelegar tahun 2010, namanya kian bersinar setelah menelurkan 2 album internasionalnya yang terbilang sukses. Dan tanggal 7 Maret lalu, Tennis Indoor Senayan menjadi salah satu saksi kemampuan bernyanyi salah satu artis pendukung serial Glee tersebut. Ini merupakan kedatangan ke-3 Charice ke Indonesia, setelah dua kali datang bersama David Foster untuk rangkaian tur konser Hitman, dan kali ini Charice menggelar Infinity Tour dengan promotor Big Daddy Indonesia. Simak beberapa kejutan yang membuat saya kaget sekaligus kagum malam itu!

Dengan pikiran penuh pertanyaan apakah konser malam ini akan penuh sesak oleh para Chasters (dan juga Gleeks), saya pun akhirnya tiba di venue sekitar pukul 17.30 WIB. Voila! Tidak tampak suasana riuh calon penonton serta antrian panjang seperti konser Foster The People yang digelar di tempat yang sama beberapa waktu lalu, terutama kelas Festival. Sepertinya konser ini akan sepi penonton, namun saya tetap optimis dengan penampilan Charice yang tidak akan mengecewakan. Akhirnya saya pun ikut mengantri.

Dan sekitar pukul 6 sore lewat beberapa menit, pintu masuk gedung pun mulai dibuka. Begitu masuk, saya pun merasakan kekosongan area festival. Meskipun agak worried dengan keadaan, tapi saya cukup senang karena bisa berdiri dengan jarak yang relatif dekat dengan pembatas panggung. Berharap bisa melihat Charice lebih dekat. Melihat dekor stage yang minimalis serta dipajang seperangkat alat band lengkap, membuat dugaan saya akan konser one-man show beserta musik minus-one yang akan mengiringi penampilannya pun sirna. Dan ekspektasi terhadap konser full-band yang mendentum dan penuh semangat pun mulai merasuki pikiran saya. Akan seperti apa konsernya nanti? Seperti apa sih aksi panggung Charice yang ditampilkan? Banyak kejutan di dalamnya.. Let’s break it down..

Konser yang terdiri dari 4 segmen ini (yang ditandai dengan jeda untuk Charice ganti kostum) diawali dengan sebuah kejutan terhadap penampilan kostum Charice itu sendiri. I was shocked! (kejutan pertama) Dandanan Charice yang saya pikir akan lebih mengarah ke the girl next door dan lebih formal, ternyata berbanding terbalik dengan kenyataannya. Dengan tampilan ala rock chic style lengkap dengan aksesoris kalung dan gelang rock ‘n roll, Charice terlihat layaknya ABG fans berat Avril Lavigne. Dan yang membuat saya terperangah, rambut panjangnya yang indah pun diubah menjadi sangat pendek dengan polem ala Justin Bieber, dan berwarna coklat keemasan. This isn’t the same girl like the one on Infinity’s cover album! Paling tidak itu yang terpikir oleh saya saat itu.

Segmen pertama dibuka dengan pilihan lagu yang cukup mengejutkan (kejutan kedua), sebait refrein lagu “All of the Lights” yang dipopulerkan oleh Kanye West bersama Rihanna dan Kid Cudi menjadi pembuka untuk masuk ke lagu selanjutnya, yaitu “Without You” milik David Guetta dan Usher. Sontak penonton pun ikut sing-along. Diikuti dengan lagu “Lesson For Life” miliknya, membuat penonton kembali bergoyang. Highlights pada segmen ini bisa ditebak, yaitu medley lagu dari serial Glee, “Faithfully” dengan “The Edge of Glory” milik Lady Gaga yang membuat koor penonton semakin bersemangat, serta hit terbesarnya hingga saat ini,“Pyramid”, yang dimainkan dengan ramuan rock dan sedikit reggae yang terselip di bagian tengah lagu. Saat intermission menjelang segmen kedua, kejutan berikutnya dihadirkan (kejutan ketiga). Kali ini oleh band pengiringnya. Troy, kibordis sekaligus music director Charice berusaha mengambil alih panggung. Dengan vokalnya yang powerful dan tidak kalah bagus dengan penyanyi terkenal lainnnya, Troy melantunkan “Ordinary People” milik John Legend serta “The Way You Look Tonight” yang sempat dipopulerkan juga oleh Frank Sinatra. Applause yang tidak kalah meriah pun diberikan oleh penonton di akhir penampilannya.

Segmen kedua dilanjutkan, dengan kostum yang berbeda; baju atasan hitam yang dilapisi jas putih, serta rok kulit warna hitam, membuatnya tampak anggun dan feminim, cocok tema pada segmen ini, cooling down. Atau lebih tepatnya tribute segment. Karena sebagian besar lagu yang dibawakan adalah lagu-lagu pop populer. Lagu milik Adele dan Katy Perry kebagian jatah untuk dinyanyikan dengan versi Charice. Sekedar flashback, salah satu ekspektasi saya terhadap konser ini adalah bahwa Charice akan membawakan lagu tribute untuk Whitney Houston, karena saya tahu Whitney adalah salah satu inspirasi Charice. Dan saya yakin penonton yang hadir pun punya pemikiran yang sama. Benar, lagu “Saving All My Love For You” pun dilantunkan sebagai bagian penghormatan terhadap karya-karyanya bagi Charice. Dan puncaknya? Lagu “Tears In Heaven” milik Eric Clapton yang didedikasikan untuk ayahnya yang meninggal tahun lalu. Segmen yang emosional bagi Charice maupun seluruh penonton yang ada.

Segmen ketiga kembali menaikkan adrenaline penonton untuk bergoyang. Dengan dandanan ala street style, Charice membuka set ketiganya dengan lagu “Run The World (Girls)” milik Beyonce. Lengkap dengan goyang bahu ala video klip aslinya, Charice membawakan lagu tersebut dengan semangat. Sayang, vokalnya agak tertutup dan kalah dengan volume dari vokal Beyonce yang hadir lewat musik minus one lagu tersebut. Setelah tribute untuk Whitney di segmen sebelumnya, giliran Michael Jackson berikutnya. “Billie Jean” dan “The Way You Make Me Feel” dipilih untuk dimainkan. Lagi-lagi, Charice berusaha mengimitasikan gerakan signature milik sang legenda, yaitu moon walk dan cr*tch-grabbing dance. Usaha yang membuat penonton bersorak semakin keras. Di segmen ini, Charice mencoba lebih berinteraksi dengan penontonnya, dengan mengajak penonton festival dan tribun adu teriakan. Yang unik, Charice mencoba meniru gaya Justin Bieber, memainkan poninya, serta menyanyikan sepenggal lagu “Baby” dengan versinya sendiri (more of a jazzy-vibe rendition). Hasilnya, Bukan “Baby” Biasa. Segmen ketiga ini ditutup dengan hit terbarunya yang merupakan karya Bruno Mars, “Before It Explodes”, serta lagu milik Bruno, yaitu “It Will Rain” (yang didekasikan untuk para penggemar kisah Twilight). Charice pun kembali turun panggung.

Segmen keempat dimulai dengan penampilan bandnya yang memainkan intro “Moves Like Jagger” milik Maroon 5 & Christina Aguilera. Bisa ditebak, Troy mengambil bait milik Adam Levine, dan Charice menyanyikan bagian Christina. Kesempatan untuk memperkenalkan masing-masing personil bandnya pun diambil pada segmen ini. Ucapan terima kasih pada promotor dan penonton yang ada mengisyaratkan segmen keempat ini akan segera berakhir. Dan benar, lagu “Louder” yang menjadi lagu keempat dalam segmen ini menjadi bagian akhir rangkaian konser ini. Sebelum bernyanyi, Charice menyempatkan diri untuk mengajak penonton Tribun bangkit dari kursinya dan bergoyang sepanjang lagu. Lagu selesai, Charice beserta personil band nya turun panggung. Namun, belum sah rasanya kalau sebuah konser tidak dilengkapi encore. Penonton pun akhirnya mengumandangkan kalimat ‘we want more’ beberapa menit, hingga akhirnya personil band pun kembali ke posisi semula, dan Charice pun kembali ke panggung, meraih mic nya, dan siap bernyanyi. Saat lagu “Saving All My Love For You” milik Whitney Houston dinyanyikan di segmen kedua, saya berpikir bahwa yang seharusnya dibawakan adalah lagu “I Will Always Love You”, karena lagu itu (harusnya) mempunyai kenangan tersendiri bagi Charice, dan lagu tersebut memang hits terbesarnya Whitney. Jadi saya sangat menunggu Charice untuk menyanyikannya. Dan harapan saya terkabul. Charice pun akhirnya membawakan lagu tersebut. Tidak pas rasanya lagu tersebut untuk dijadikan encore, karena terkesan antiklimaks. Dan penonton pun kembali meneriakkan kalimat ‘we want more’ setelah lagu tersebut selesai dan Charice menghilang dari panggung. Meski kurang puas dengan endingnya, namun saya sangat senang bisa mendengar lagu tersebut yang akhirnya dilantunkan oleh suara indah Charice.

Kemampuan vokal Charice yang sudah diakui dunia, memang ditunjukkan dengan baik malam itu. Dari awal hingga akhir, kekuatan vokalnya terdengar sangat prima, apalagi saat ia mengambil not panjang yang lama. Fantastic! Dan aksi panggungnya pun sangat enerjik dan menghibur, serta cukup komunikatif. Well done..
Namun ada sedikit hal yang agak mengganggu bagi saya. Dilihat dari setlist yang ada, sekitar 60% dari total lagu yang dibawakan adalah milik penyanyi lain. Sangat menghibur, karena sebagian besar dari lagu-lagu tersebut memang banyak dikenal, sehingga koor penonton pun hampir tidak berhenti bernyanyi sepanjang konser. But, we still want to hear she sang her own materials, because it’s her concert, not a tribute concert.
Tapi secara keseluruhan, Charice menampilkan sesuatu yang berbeda dan memorable untuk aksinya malam itu. Dan penampilannya bisa menjadi salah satu panutan bagi artis seumuran dirinya. Two thumbs up!

Untuk foto-foto konser selengkapnya bisa dilihat disini

Setlist:

1st Segment
· Medley: All of the Lights (Kanye West) – Without You (David Guetta feat. Usher)
· Lesson For Life
· Medley: Faithfully (Glee) – The Edge of Glory (Lady Gaga)
· Pyramid
· In Love So Deep
· One Day
Intermission (played by Band) (Vocal by Troy)
· Ordinary People (John Legend)
· The Way You Look Tonight (Frank Sinatra)

2nd Segment
· Medley: Someone Like You (Adele) – Saving All My Love For You (Whitney Houston)
· The One That Got Away (Katy Perry)
· Tears In Heaven (Eric Clapton)
Intermission (video on screen)

3rd Segment
· Run The World (Beyonce)
· Medley: Billie Jean – The Way You Make Me Feel (Michael Jackson)
· Bounce Back
· Take You Down (Chris Brown)
· Baby (Justin Bieber)
· Before It Explodes
· It Will Rain (Bruno Mars)

4th Segment
· Moves Like Jagger (Maroon 5 & Christina Aguilera) (feat. vocal by Troy)
· Heartbreak Survivor
· Lighthouse
· Louder
Encore
· I Will Always Love You

(Rendy / CreativeDisc Contributors)

Related posts

Leave a Reply