Trending News

Blog Post

Album of The Day: Skrillex – Bangarang
Album of The Day

Album of The Day: Skrillex – Bangarang 

Released by: Warner Music Indonesia

Sebut satu nama yang mencolok di skena dubstep saat ini dan pastilah Skrillex yang kemudian terbersit di benak. Yep, lajang 24 tahun yang bernama asli Sonny John Moore ini memang tengah hangat-hangatnya menjadi pembicaraan, tidak hanya di subgenre yang membesarkan dirinya namun juga industri musik secara umum. EP keempatnya, Bangarang, mungkin bisa disebut sebagai tonggak sejarah dalam hidup Skrillex karena EP inilah yang kemudian membuat namanya dikenal dimana-mana.

Di tahun 2011 yang lalu, Skrillex memerolehi 5 nominasi Grammy, termasuk untuk kategori Artis Pendatang Baru. Ini tentu tidak terlepas dari “semangat tinggi” Skrillex dalam menghasilkan karya-karya-nya. Bayangkan saja, dalam dua tahun, ia telah melepas empat buah EP, yaitu My Name Is Skrillex (2010), Scary Monsters and Nice Sprites (2010), More Monsters and Sprites (2011) dan tentu saja Bangarang (2011). Dengan serbuan empat buah EP dengan jeda rilis yang tidak lama inilah yang menyebabkan publik kemudian familiar dengan karya-karya dirinya.

Tentu saja highlight untuk album ini adalah Bangarang. Perpaduan antara dubstep, dance dan Hip Hop yang solid begitu menghanyutkan. Bangarang penuh dentuman dan intens dengan sentuhan industrial yang cukup masif. Kehadiran Sirah memberi warna tersendiri untuk membuat single ini terdengar sangat menghentak. Namun Bangarang juga hadir dengan jauh lebih sederhana dibandingkan kebanyakan lagu pengusung dubstep yang lebih sophisticated. Kesan pop memang condong mendominasi, sehingga rasa-rasanya lagu ini dapat dicerna siapa saja.

Tapi EP ini juga memiliki materi-materi lainnya yang tak kalah juara. Bangarang dibuka dengan Right In, sebuah dance-hall yang tampaknya juga dipengaruhi oleh elemen industrial. Penggunaan efek distorsi mempertebal kesan futuristik lagu ini. Dalam Breakin’ A Sweat, Skrillex hadir dalam tempo yang lebih lambat dengan sedikit aksentuasi etnik di beberapa titik lagunya. Grup rock legendaris The Doors pun diajak bekerjasama dimana kibordis Ray Manzarek menyumbangkan kemampuannya.Meski relatif lebih perlahan, tetap saja Breakin’ A Sweat dapat membuat kita menggoyang-goyangkan tubuh. Sebuah kutipan dari James Morrison menambah “kaya” lagu ini.

The Devil’s Den hadir dengan gaya yang berbeda. Sebagai bagian proyek kerjasama dengan DJ asal Jerman Wolfgang Gartner membuat track ini memang sangat tepat menjadi anthem di lantai dansa. Synth-pop 80 pun menjadi gimmick yang manis. Meski begitu tidak lantas dubstep termarjinalisasi, karena ternyata Skrillex dan Gartner cukup cerdik untuk menghadirkan keduanya dalam porsi yang seimbang tanpa harus kehilahangan ciri khas Skrillex. Right On Time mungkin adalah kreasi eksperimental Skrillex. Dibuka ala tribal-dance-house yang menderu-deru, namun pada menit 1:39 berjalan dengan lebih perlahan meski tetap intens dalam dinamika dan kembali lagi pada bentuk semula di menit 2:50.

Kyoto, yang kembali mengajak Sirah, hadir dalam gaya yang hampir mirip dengan Bangarang. Mungkin kah ini menjadi ciri khas utama seorang Skrillex? Kita lihat saja nanti saat album debutnya rilis. Sementara track penutup, Summit, hadir dengan lebih lembut. Kontemplatif dengan sedikit pengaruh New Age. Kehadiran vokal Elle Goulding yang mengawang terasa tepat guna untuk mengantarkan atmosfir lagunya. Rasa-rasanya lagu ini memang pas bekerja sebagai penutup album, setelah kita diledak-ledakkan dalam dentum enerji yang penuh sepanjang durasi Bangarang.

Dengan Bangarang, tampaknya Skrillex kian memantapkan dirinya di skena Dubstep. Meski bergerak dari seorang gitaris untuk band rock asal Amerika, From First to Last, namun elektronika-lah yang kemudian menjadi “tambatan hati” Skrillex. Jika melihat produksi Bangarang yang cukup matang dan tertata rapi serta memiliki konsep yang tegas, rasa-rasanya memanglah Skrillex nantinya akan menjadi salah satu nama penting di ranah ini. Bangarang sendiri adalah album yang cukup memuaskan. Tidak terlalu njelimet namun tidak lantas bermalas-malasan dalam eksplorasi. Meski mungkin tersegmentasi pada kalangan penggemar musik elektronika atau dance, namun kita tidak bisa menafikan jika Bangarang is a truly highly enjoyable album.

Official Website

Rate this album: [ratings]

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST

1. “Right In” Skrillex 3:00
2. “Bangarang” (featuring Sirah) Skrillex 3:35
3. “Breakn’ a Sweat” (with The Doors) Skrillex 5:02
4. “The Devil’s Den” (with Wolfgang Gartner) Skrillex, Wolfgang Gartner 4:52
5. “Right on Time” (with 12th Planet & Kill the Noise) Skrillex, 12th Planet, Kill the Noise 4:05
6. “Kyoto” (featuring Sirah) Skrillex 3:21
7. “Summit” (featuring Ellie Goulding) Skrillex 6:13

Related posts

Leave a Reply