Trending News

Blog Post

Album of The Month: Carly Rae Jepsen – Kiss
Album of The Day

Album of The Month: Carly Rae Jepsen – Kiss 

Released by: Universal Music Indonesia

Suprise, surprise! Siapa nyana, mantan finalis Canadian Idol yang bernama Carly Rae Jepsen dapat menjadi sensasi musim panas di tahun 2012. Berkat lagu pop ultra catchy yang berjudul Call Me Maybe, CRJ mendadak populer dan lagu tersebut pun bergema dimana-mana. Dengan kesuksesan yang diraih, seperti penjualan sebanyak 8.3 juta kopi, tentu saja CRJ mendapat berkah yang tak terkira. Tidak heran jika album keduanya yang berjudul Kiss pun mulus dirilis.

Memang, sebelumnya di tahun 2008, CRJ sudah melepas album debutnya yang berjudul Tug of War dan mungkin hanya populer di negara asalnya. Namun, imbas kesuksesan Call Me Maybe tentu saja membuat album Kiss ini kemudian menjadi salah satu album most-anticipated, dan membuat orang bertanya-tanya, apakah dia hanya memiliki satu lagu kuat saja?

Call Me Maybe sendiri adalah lagu yang ditulis oleh Carly Rae Jepsen bersama dengan Josh Ramsay dan Tavish Crowe. Hadir sebagai sebuah elektro pop ringan bertempo sedang yang mengadopsi kesan manis dan girly dengan cukup baik. Sebuah pop romantis untuk kalangan remaja dan vokal ringan Carly Rae Jepsen mendukung untuk itu.

Lantas bagaimana dengan lagu-lagu lain? Well, ternyata Kiss adalah album pop yang menyenangkan. Dengan banyaknya materi-materi yang mengadopsi pop-disco ala 80 dan 90-an justru menambah nilai lebih. Coba saja dengarkan This Kiss, yang mana melalui lagu yang ditulis Jepsen bersama Matthew Koma, Kelly Covell dan Stefan Kendal Gordy, ia mengajak kita masuk ke mesin waktu dan berdansa-dansi dengan perantaraan disko era 80-an. Syukurnya lagu ini tidak terdengar kuno, karena Jepsen tetap mampu memolesnya lagunya agar terdengar kekinian.

Lantas, simak juga Curiosity, sebuah lagu elektro-pop/dance ini pun tak kalah menariknya dibandingkan Call Me Maybe. Hooks yang catchy tentu saja menjadi andalan utama selain beat-beat dance yang menggoda. Vokal Jepsen yang khas pun sukses mengajak pendengar untuk menikmatinya. Bisa jadi ada yang beranggapan jika single ini tidak seciamik Call Me Maybe, akan tetapi secara komposisi, jelas Curiosity memiliki susunan yang lebih kompleks dan matang.

Persembahan istimewa lainnya hadir dalam lagu yang berjudul Goood Time yang menampilkan Adam Young aka Owl City. Beat-beat synth ala Owl City tetap hadir, namun beat pop dancenya dengan sentuhan light-house-nya terdengar sangat menggoda untuk membuat kita untuk turut menyanyikan lagunya. Ini seperti sebuah simbiosis mutualisme baik untuk Owl City maupun CRJ, dimana Owl City berkesempatan untuk lebih “meremajakan” musiknya dengan menampilkan hot item seperti CRJ, sedang bagi CRJ sendiri menambah resume musikalitasnya untuk bersanding dengan artis yang sudah memiliki jam terbang yang lebih tinggi seperti Owl City.

Secara umum, Kiss memang memiliki amunisi lagu-lagu pop-dance, termasuk juga untuk sebuah “lagu sedih” seperti More Than a Memory. Ada sesuatu yang pedih saat CRJ menyanyikan lagu up-tempo ini. Berkisah tentang melankolia dari sebuah kenangan, lagunya malah terasa getir ditengah dentum beat synth. Perpaduan yang tak biasa ini tak akan berhasil jika penyanyinya tak mampu membawa atmosfir yang diperlukan. Syukurlah CRJ mampu menjalankan tugasnya dengan sukses, dan bisa dikatakan jika lagu ini merupakan salah satu track terbaik di album ini.

Lagu-lagu pop dance yang ceria seperti Turn me Up, Hurts So Good atau Guitar String / Wedding Ring, memang terdengar mirip dan setipe, namun, seperti disebutkan diatas, influensi nada pop 80 dan 90-an, membuat lagu-lagu tersebut sedap didengar. Meski begitu, kita dapat merasakan jika CRJ tidak benar-benar hadir dengan intens dan enigmatic. Tampaknya ia tidak terlalu tepat untuk menyanyikan lagu-lagu pop-dance yang generik. Menyenangkan untuk disimak, akan tetapi sepintas lagu-lagu ini terdengar seperti “numpang lewat” saja atau istilah kerennya, filler.

Mungkin ia harus memilih lagu dengan kekuatan emosi yang kuat, seperti contohnya lagu Tonight I’m Getting Over You, yang sebenarnya justru lebih kental dengan house. Tentu saja ini menjadi lagu yang istimewa karena ada nama Max Martin yang terlibat dibelakangnya sebagai salah satu penulis lagu dan juga produser. Sama halnya dengan More Than A Memory, lagu ini pun sebenarnya lagu sedih berbalut beat dance. Namun, kerjasama antar Martin dan CRJ mampu menjadikan lagu ini terdengar begitu menghanyutkan karena menangkap kekuatan vokal CRJ dengan lebih prima.

Kiss pun tak melulu menampilkan lagu-lagu nge-beat, karena masih ada lagu balada minimalis lembut seperti Beautiful. Uniknya di lagu ini CRJ berduet dengan Justin Bieber. Bersama mereka mengajak kita untuk menikmati lembutnya alunan musik dan vokal mereka yang mengalun. Begitu cantik. Begitu manis. Nilai lebih, CRJ dan Bieber turun tangan langsung menulis lagu ini, bersama dengan Toby Gad dan Alex Lambert. CRJ memang harus banyak-banyak berterimakasih kepada Bieber, karena bisa dikatakan oleh hype yang diciptakan oleh Bieber dan pacarnya, Selena Gomez, mungkin Call Me Maybe bisa seterkenal sekarang. Jadi, Bieber dan Gomez merupakan termasuk orang-orang yang pertama kali “heboh” tentang lagu tersebut. Dan selanjutnya, the history speak for it’s self.

Album ditutup oleh lagu yang berjudul Your Heart Is a Muscle. Dibuka dengan denting piano yang rapat, mengingatkan oleh lagu-lagu Sara Bareilles, lagu kemudian bergerak ke dalam ranah yang lebih cepat, dimana synth masih memainkan peran yan besar. Meski begitu, ini bukan lagu dance, melaikan sebuah balada mid-tempo. Mungkin sebaiknya CRJ lain kali lebih berkonsetrasi pada lagu-lagu sejenis, ketimbang memaksakan diri menjadi dancing queen. Sebuah penutup yang cukup baik setelah kita mendengarkan lagu-lagu yang syarat dengan beat yang cepat.

Nah, mungkin itu kritisi utama yang bisa disematkan ke dalam album Kiss ini. Setiap lagu terdengar mirip dan senada. Namun sebenarnya hal tersebut merupakan asumsi yang ditarik setelah mendengarkan album ini secara selintas. Setelah didengar-dengar ulang, kita akan sadar jika CRJ dan tim produksinya telah menghasilkan album dengan teknik yang baik. Setiap lagu dirangka dalam struktur yang terjaga, dan menghindarkan arketipe yang terlalu steril.

Mendengarkan Kiss itu seperti membawa kita akan kenangan album pop 90-an yang seru, tidak serius namun memiliki kedalaman tersendiri yang membuatnya begitu memorable. Vokal CRJ mungkin tidak terlalu istimewa, namun timbrenya cukup berbeda dan mampu menjalan tugasnya dengan baik. Walhasil, Kiss adalah album pop yang pantas untuk disimak.

Official Website

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Tiny Little Bows” 3:21
2. “This Kiss” 3:48
3. “Call Me Maybe” 3:14
4. “Curiosity” 3:33
5. “Good Time” (with Owl City) 4:02
6. “More Than a Memory” 4:02
7. “Turn Me Up” 3:42
8. “Hurt So Good” 3:08
9. “Beautiful” (with Justin Bieber) 3:17
10. “Tonight I’m Getting Over You” 3:39
11. “Guitar String / Wedding Ring” 3:26
12. “Your Heart Is a Muscle” 3:48

Related posts

Leave a Reply