Trending News

Blog Post

Album of The Day: Philip Philips – The World from the Side of the Moon
Album of The Day

Album of The Day: Philip Philips – The World from the Side of the Moon 

Released by: Universal Music Indonesia

Meskipun ini album pertamanya, nama Phillip Phillips bukanlah nama yang asing. Selama kurang lebih 5 bulan lamanya ia menghiasi layar kaca ketika berkompetisi di ajang American Idol tahun ini. Phillip adalah sosok yang sederhana dan idealis. Ia menekankan format penyanyi/pencipta lagu pada citranya, yang juga disahkan sebagai gaya pakem oleh para juri di ajang tersebut. Ia kerap dibandingkan dengan Dave Matthews Band, yang benar adanya merupakan idolanya Phillip. Kini, ia mencoba memperoleh peruntungan yang lebih luas dari sekedar vote setiap minggu seperti di AI dulu dengan album “The World from the Side of the Moon” ini.

Dalam menghasilkan album ini, Phillip banyak dibantu oleh produser Gregg Wattenberg. Well, dia bukanlah produser papan atas yang popularitasnya membahana. Tapi beberapa hasil kerja beliau yang cukup menonjol adalah ‘Hey Soul Sister’ dari Train, ‘Superman’ dan ‘1000 Years’ dari Five For Fighting, dan juga ‘It’s Not Over’ dari Daughtry. Gregg juga pernah bekerjasama dengan finalis idola Amerika lainnya, Jason Castro. Gregg menerjemahkan kekhasan Phillip dan merangkai album ini menjadi sebuah rekaman alternatif yang juga memiliki kecenderungan folk. Lagu-lagu yang terkandung di dalamnya memiliki kekuatan easy listening dengan nyanyian Phillip yang heart-felt. Bisa dirasakan sejak track pertama, ‘Man On The Moon’ yang bagi Phillip merupakan kiasan atas pengelihatan dirinya sendiri ketika beradu di AI dulu. Kalimat “the world from the side of the moon” yang merupakan judul dari album ini adalah bagian dari lirik lagu ini.

Dari satu track ke track lainnya, kita dapat merasakan kekuatan gitar akustik yang dimainkan menjadi pemimpin sound di musik latar album. Beberapa varian melibatkan iringan orkestra, gong, terompet, dan paduan suara. Berusaha menciptakan kesan yang berbeda, sehingga kedinamisan terpancar. ‘Home’, ‘Tell Me A Story’, ‘A Fool’s Dance’ berada dalam tempo menengah ke bawah, ‘Hold On’, ‘Get Up Get Down’, ‘Drive Me’ bergerak ke arah sebaliknya. Dan dalam urusan sound juga, lagu ‘Can’t Go Wrong’ memiliki musik yang condong country, yang kemudian menambahkan satu rasa lagi terhadap album perdana Phillip ini. Track “besar” lain di samping ‘Home’ adalah ‘Gone, Gone, Gone’. Keduanya punya moment yang mengenakkan dan menonjol sebagai kekuatan yang membuatnya berpotensi menjadi favorit di antara track lainnya. Yakni musik yang memandu, ber-marching, mengajak pendengar untuk larut dalam enerji lagu.

Tingkatan cinta para penggemar Phillip terhadap album ini pasti nyaris menyentuh angka sempurna. Jati diri si artis terimplementasi dalam karya musik originalnya, belum lagi kenyataan keterlibatan Phillip dalam pengerjaan lagu yang menambah poin di keterikatan personal. Sementara jika orang-orang mendengarkan album ini dan beberapa dari mereka menemukan kemiripan sound pada Dave Matthews Band, Jason Mraz, Gavin DeGraw, atau bahkan The Script, ketahuilah bahwa Phillip juga bernaung di payung yang sama, menumpang dalam bus di jalur yang serupa. Jadi bukan usaha yang membuatnya beda, bagaimana apresiasi penikmat musik yang akan membuatnya memiliki tempat.

Official Website

(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. Man on the Moon 3:35
2. Home 3:30
3. Gone, Gone, Gone 3:29
4. Hold On 4:11
5. Tell Me a Story 4:21
6. Get Up Get Down 3:16
7. Where We Came From 3:33
8. Drive Me 3:48
9. Wanted Is Love 3:46
10. Can’t Go Wrong 3:37
11. A Fool’s Dance 4:33
12. So Easy 3:40

Related posts

Leave a Reply