Trending News

Blog Post

Top 20 Hits That Got Away
Top 10 Lists

Top 20 Hits That Got Away 

Hidup kadang berjalan tak sesuai rencana. Sama seperti keadaan berikut, dimana para pencipta lagu tak berhasil menggaet artis yang mereka inginkan untuk menyanyikan lagu mereka sehingga menyerahkannya ke artis lain. Sulit membayangkan kalau-kalau si artis yang pertama ditawari mengamini penulis lagu dan label pun memberkati keberadaannya di album si artis tersebut, maka apa yang akan terjadi kepada lagu-lagu tersebut? Apakah akan menjadi hit dengan tingkat sukses serupa? Atau hanya berakhir menjadi sebuah track dalam album? Ah, apapun itu, tapi sangat menarik untuk mengetahui kisah di balik lagu-lagu tersebut. Dan sebenarnya banyak sekali kasus seperti ini, tapi kita seleksi untuk 20 artis berbeda. Simak daftarnya berikut ini:

20. Chasing The Sun – The Wanted
Hendak ditawarkan kepada: Kylie Minogue

Inilah kisah di balik lagu yang kemudian menjadi soundtrack untuk film “Ice Age 4” ini. Sebelum The Wanted berhasil merekamnya dan memasukkannya ke dalam album mini “The Wanted” yang khusus dirilis di Amerika Serikat, ternyata Example, pengarang lagu ‘Chasing The Sun’ menulis lagu ini saat berada di sesi penulisan lagu untuk Kylie Minogue. Tapi ketika ia menemukan verse yang begitu spiritual, entah mengapa ia langsung terpaku pada The Wanted. Tanpa memberi kesempatan bagi Kylie untuk mendengarkan lagu tersebut, Example malah langsung menyerahkan lagunya kepada The Wanted. Menurut The Wanted, versi Example untuk lagu ini lebih baik dari yang mereka hasilkan. Itu jelas membuat kita penasaran pada bentuk demo lagu ini bukan?!

19. Can’t Get You Out Of My Head – Kylie Minogue
Ditawarkan kepada: Sophie Ellis Bextor

Siapa yang menyangka bahwa infectious song ‘Can’t Get You Out Of My Head’ yang menjadi salah satu signature song bagi Kylie Minogue aslinya diperuntukkan bagi Sophie Ellis Bextor. Wow. Kylie boleh menyesal pernah melepas lagu ‘Toxic’, tapi ia pasti begitu bersyukur karena diberi kesempatan untuk membawakan lagu yang tak kalah oke ini. ‘Can’t Get You’ tak cuma sukses secara komersil, tapi Kylie memperoleh penghargaan tertinggi dalam ajang ARIA Music Awards dimana ia membawa pulang piala untuk Highest Selling Single dan Single of the Year berkat lagu ini. Video musiknya juga dianugerahi sebuah Moonman untuk kategori Best Choreography. Kalau mengatakan bahwa ini adalah sebuah keberuntungan, maka Kylie adalah seorang yang sangat beruntung. Comeback-nya ke dunia musik di awal 2000-an dengan ‘Spinning Around’ yang mencetak sukses ternyata juga lagu yang awalnya ditawarkan untuk artis lain. Beruntung baginya, Paula Abdul yang saat itu ditawari lagu ini menolak untuk merekamnya.

18. Forever Is Over – The Saturdays
Diperebutkan oleh: Kelly Clarkson dan The Saturdays

Kelly Clarkson tengah membangun citra poprock lewat musiknya, girlband The Saturdays ingin menyajikan poprock dalam musik mereka. James Bourne, mantan personel band Busted berhasil menciptakan sebuah lagu poprock yang ternyata sesuai dengan keinginan Kelly maupun The Saturdays. James berhasil menulis lagu ini bersama Sam Waters dan Louis Biancaniello yang pernah menulis lagu untuk debut album Kelly. Sesaat setelah mendengarkan lagu ‘Forever Is Over’ ini, The Saturdays langsung ingin segera memilikinya. Apalagi setelah mereka mengetahui bahwa Kelly berjuang mempertahankan lagu ini. Beruntungnya kelima gadis itu, karena James menyerahkan lagunya kepada mereka. Lagu ini nyaris menjadi lagu nomor 1 pertama The Saturdays di UK. Masalah kehilangan lagu sepertinya mulai dibiasakan oleh Kelly. Untuk albumnya yang terakhir, Kelly merekam puluhan lagu sehingga banyak yang harus tersisa. Salah satunya adalah ‘Tell Me A Lie’ yang akhirnya dipakai oleh One Direction sebagai salah satu track di debut album mereka “Up All Night”.

17. Break Your Heart – Taio Cruz feat. Ludacris
Ditawarkan kepada: Cheryl (Cole)

Ketika Cheryl (Cole) hendak melaksanakan niatannya untuk membuat album solo, ia membuka diri ke beragam penulis lagu dan produser untuk membantunya dalam penggarapan album tersebut. Taio Cruz adalah salah satunya. Taio men-submit beberapa lagu untuk Cheryl bawakan, termasuk ‘Break Your Heart’ ini. Tapi karena ia tak mendapat balasan dari pihak Cheryl mengenai lagunya, ia kemudian merekam sendiri lagu ini untuk dijadikan single andalan dari album keduanya, “Rockstarr”. Beruntungnya Taio, lagu ini menjadi moment breakthrough-nya di AS, sekaligus memperpanjang suksesnya di UK. Sementara Cheryl, ia memasang lagu Taio yang lain ke dalam albumnya “3 Words”, yaitu ‘Stand Up’.

16. Don’t Cha – The Pussycat Dolls feat. Busta Rhymes
Ditawarkan kepada: Paris Hilton, Sugababes

Lagu seseksi dan sesensual ‘Don’t Cha’ memang pantas untuk sosok girlband Sugababes, maka dari itu lagu ini menghampiri mereka terlebih dahulu sebelum akhirnya nempel ke girlband lain. Mungkin arahan musiknya yang terlalu meng-Amerika sehingga trio itu gagal membawakannya. Nah, sasaran berikutnya adalah Paris Hilton yang kala itu tengah mengerjakan proyek musiknya. Paris pun tak berhasil membawakan ‘Don’t Cha’ sehingga The Pussycat Dolls-lah yang merilis lagu ini sebagai single andalan dari album debut mereka “PCD’. Meskipun ‘Stars Are Blind’ cukup populer, namun tidak menandingin popularitas ‘Don’t Cha’ ini.

15. Let’s Get Loud – Jennifer Lopez
Ditulis oleh dan untuk dinyanyikan oleh: Gloria Estefan

Awalnya, Gloria Estefan memang sengaja untuk menciptakan lagu ‘Let’s Get Loud’ ini bersama Kike Santander untuk ia nyanyikan sendiri. Tapi akhirnya lagu beralih ke tangan Jennifer Lopez dan terdapat dalam debut albumnya “On The 6”. Kesuksesan J.Lo dengan lagu ini memang tak sebesar yang ia peroleh lewat debut single ‘If You Had My Love’, tapi sebenarnya ‘Let’s Get Loud’ lah yang lebih lama bergema. Karena ia pasti akan selalu terdengar ketika musim sepakbola tiba. Entah itu Piala Dunia, Liga Champions, ataupun Piala Dunia Sepakbola Wanita. Selidik punya selidik, tak cuma sekali J.Lo berhasil menyanyikan lagu yang sebenarnya bukan ditulis untuknya. ‘I’m Into You’ yang ia bawakan bersama rapper Lil Wayne ternyata ditulis oleh Taio Cruz untuk artis lain. Taio memutar lagu ini untuk beberapa artis, tapi J.Lo yang kemudian menyambarnya.

14. Ben – Michael Jackson
Ditawarkan kepada: Donny Osmond

Ini faktanya, sebelum Michael Jackson merekam album ini saat ia berusia 14 tahun, ‘Ben’ sebenarnya ditujukan untuk penyanyi lain, yaitu Donny Osmond. Namun, penulis lagu Don Black yang bekerjasama dengan Walter Scharf dalam karya ini menyarankan untuk menyerahkannya kepada MJ. ‘Ben’ diunggulkan dalam ajang Oscar untuk kategori Best Original Song dan MJ berkesempatan menyanyikan lagu ini di malam penghargaannya. MJ juga ternyata mengeker Prince untuk melakukan duet bersamanya di lagu ‘Bad’. Sayangnya kesempatan itu tak pernah terjadi sehingga ‘Bad’ hanya berisi vokal MJ seorang.

13. Holiday – Madonna
Ditawarkan kepada: Mary Wilson, Michael Jackson, Patti LaBelle

Bagaimana lagu ini begitu sering ditawarkan sebelum akhirnya jatuh ke pangkuan Madonna? Mary Wilson, Michael Jackson, dan Patti LaBelle mungkin ditawari dalam waktu yang berbeda-beda, namun mereka punya jawaban yang sama, yaitu tidak. Well, ‘Holiday’ adalah sebuah lagu pop yang tak terhentikan popularitasnya hingga kini, dan mereka-mereka yang pernah menolak pasti malu untuk mengakui kegagalan mereka merengguh sukses dengan lagu ini. Berkat ‘Holiday’ Madonna mencetak keberhasilannya dengan mendaki ke Top 20 Billboard Hot 100. Itu adalah kali pertama Madonna mematok posisi tertingginya di AS, hingga akhirnya menjadi salah satu artis dengan pengoleksi top chart terbanyak. Hit Madonna lainnya, ‘Open Your Heart’ ternyata terlebih dahulu mampir ke Cyndi Lauper sebelum akhirnya The Queen of Pop-lah penguasanya.

12. Words – Bee Gees
Ditawarkan kepada: Cliff Richard

Sebelum Bee Gees dikenal sebagai icon musik disko dengan vokal melengking, mereka juga adalah icon musik balada yang tak kalah legendarisnya dengan disko yang mereka berhasil ciptakan. Nah, tak lama setelah mereka berhasil menulis lagu ‘Words’, mereka menawarkan lagu tersebut untuk dibawakan oleh Cliff Richard. Kenyataan yang terjadi adalah Cliff tidak dalam rangka pembuataan album saat itu, sehingga ia harus memasukkan lagu karya Bee Gees ke dalam daftar tunggu. Tapi karena tak ingin menyia-nyiakan lagu mereka, Bee Gees pun mereka lagu ini di studio dengan vokal Barry Gibb. Trio Bee Gees rupanya punya ketidakberhasilan lain untuk menggaet orang membawakan lagu mereka. ‘To Love Somebody’ ternyata ditulis untuk manajer mereka, Robert Stigwood, kemudian dimainkan kepada Otis, tapi akhirnya merekalah yang menyediakan vokal untuk lagu tersebut.

11. Telephone – Lady Gaga feat. Beyonce
Ditawarkan kepada: Britney Spears

Saat dalam proses pengerjaan album “Circus”, Britney Spears merekam lagu ‘Telephone’ untuk dimasukkan ke dalam album tersebut. Tapi saat keputusan final, lagu tersebut tidak jadi dimasukkan ke dalam album “Circus” dan berakhir hanya sebagai demo saja untuk Britney. Tapi ternyata nafas lagu itu belum berhenti, karena si pengarang lagu, Lady Gaga membawakan lagunya dengan meminta bantuan kepada Beyonce dan akhirnya memasukkannya ke dalam album “The Fame Monster”. Gaga + Beyonce diunggulkan dalam Grammy untuk kategori Best Pop Collaboration with Vocals atas kerjasamanya ini. Britney juga kehilangan kesempatan untuk merekam salah satu lagu pop paling infectious, ‘Milkshake’. Lagu ini akhirnya dinyanyikan oleh Kelis.

10. Whataya Want From Me – Adam Lambert
Ditulis oleh dan untuk dinyanyikan oleh: Pink

Tampaknya terlalu banyak track yang dipersiapkan untuk album kompilasi Pink, sehingga ia harus merelakan sebagiannya terbuang begitu saja. Salah satunya adalah ‘Whataya Want From Me’ ini, yang ditulis Pink bersama Max Martin. Lagu ini akhirnya diserahkan kepada Adam Lambert untuk dimasukkan ke dalam album studio pertamanya, “For Your Entertainment”. Setelah dirilis sebagai single kedua dari album tersebut, Adam berhasil mencatat namanya di jajaran Top 10 Billboard Hot 100 berikut diunggulkan untuk Grammy dalam kategori Best Male Pop Vocal Performance. Tak lama setelah sukses tersebut, versi Pink untuk lagu ini pun beredar.

9. Don’t You (Forget About Me) – Simple Minds
Ditawarkan kepada: Billy Idol, Bryan Ferry, Cy Curnin (The Fixx)

Silahkan sebut Billy Idol sebagai seorang yang sial terkait dengan kenyataan bahwa ia telah menolak untuk merekam lagu ini. Tapi bukan hanya ia menolak, karena penulis lagu ‘Don’t You’ ini, Keith Forsey juga menawari lagunya untuk dibawakan oleh Bryan Ferry dan juga Cy Curnin, tapi ternyata jawaban mereka kompak dengan Billy. Akhirnya, lagu yang dipakai untuk soundtrack film “The Breakfast Club” ini pun direkam oleh sebuah band asal Skotlandia dan menjadi breakout moment mereka di Amerika Serikat (dan seluruh dunia pastinya) setelah berhasil menduduki puncak Billboard Hot 100.

8. Hero – Mariah Carey
Ditulis untuk dinyanyikan oleh: Gloria Estefan

Begini ceritanya, saat sebuah film berjudul “Hero” hendak dibuat, Walter Afanasieff, seorang penulis lagu populer berkeinginan untuk memasukkan lagunya sebagai soundtrack film tersebut. Tapi sayangnya, film “Hero” menggunakan lagu ‘Heart of a Hero’ milik Luther Vandross, sehingga kesempatan Walter pun lenyap. Lagu ini dikerjakan oleh Walter bersama Mariah Carey saat sesi pengerjaan album “Music Box”. Mereka berkolaborasi menghasilkan ‘Hero’ untuk dinyanyikan oleh Gloria Estefan. Tapi ketika bos Sony Music kala itu, Tommy Mottola mendengarnya, ia melarang lagu ini untuk lari dari pelukan Mariah. Mariah tak hanya berhasil menjadikan lagu ini sebagai sebuah hit, tapi juga lagu paling bermakna sepanjang sejarah.

7. Baby One More Time – Britney Spears
Ditawarkan kepada: TLC

Seandainya Britney Spears gagal menyanyikan lagu ini, kita tidak akan mengenal sosok gadis dengan kepang dua legendaris yang menyanyi dan menari di lingkungan sekolahnya. Kita pasti mengenal Britney dengan cara yang berbeda. Syukur untuk Britney, TLC, pihak yang pertama kali ditawarkan lagu ini tak berhasil merekam ‘Baby One More Time’ ke dalam album mereka “Fan Mail”. TLC juga tak begitu rugi, karena album mereka tersebut berhasil mencetak hit besar ‘No Scrubs’ dan ‘Unpretty’ yang juga tak kalah legendaris. Britney juga orang yang beruntung. Meskipun dia gagal menyabet ‘Telephone’ dan ‘Umbrella’, tapi ia berhasil mendapatkan ‘Baby One More Time’ berikut ‘Toxic’ dari tangan Kylie Minogue (dimana Britney berhasil mendapatkan Grammy pertamanya untuk kategori Best Dance Recording), ‘I’m A Slave 4 U’ dari tangan Janet Jackson, dan juga ‘Hold It Against Me’ dari tangan Katy Perry.

6. You’re The Inspiration – Chicago
Ditawarkan kepada: Kenny Rogers

Meskipun pentolan Chicago, Peter Cetera adalah salah satu pengarang lagu cinta ini, bukan berarti ini memang untuk dibawakan oleh band-nya. Peter dan David Foster yang bersama-sama mengarang lagu ini mengajukannya terlebih dahulu kepada Kenny Rogers. Setelah Kenny memutuskan untuk tidak merekamnya, Peter dan David menulis ulang lirik lagu ini dan memutuskan untuk direkam oleh Chicago dalam album terakhir band yang menampilkan Peter di dalamnya. ‘You’re The Inspiration’ yang secara gamblang menggambarkan perasaan bahagia atas keberhasilan menemukan orang yang tepat tercatat sebagai salah satu lagu cinta terbaik sepanjang masa.

5. I Don’t Wanna Miss A Thing – Aerosmith
Ditulis untuk dinyanyikan oleh: Celine Dion

Diane Warren, salah seorang penulis lagu yang karyanya banyak dipakai dalam film cerita kembali dipercaya untuk menulis sebuah lagu yang akan dipasang dalam film “Armageddon”. Kata Diane, ia mengambil inspirasi lagu ini dari perkataan suami artis Barbra Streisand, dimana ia mengaku enggan memejamkan matanya dan tertidur karena ia akan merindukan istrinya. Diane memilih Celine Dion sebagai artis yang akan menyanyikannya. Tapi eksekutif musik yang memutuskan supaya lagu ini dibawakan oleh Aerosmith dan Diane pun menurut saja. Berhasil buat Steven Tyler cs, ini adalah lagu No.1 pertama mereka di Billboard Hot 100.

4. Since U Been Gone – Kelly Clarkson
Ditawarkan kepada: Pink, Hilary Duff

Ga nyangka ternyata hit terbesar Kelly Clarkson adalah sesuatu yang pernah ditolak oleh artis lain. Penulis lagu ‘Since U Been Gone’, Max Martin dan Dr. Luke awalnya mendekati Pink agar ia bisa menyanyikan lagu pop rock ini. Karena tak berhasil, mereka membawanya kepada Hilary Duff yang saat itu juga mulai menanjak sebagai seorang artis pop rock. Akhirnya mereka berhasil menjadikan lagu ini hit dengan vokal seorang American Idol. Kelly memenangkan Best Female Pop Vocal Performance Grammy berkat lagu ini, berikut keberhasilan serupa di ajang musik bergengsi lainnya. Kelly juga menampung lagu “bekas” artis lain dan menyulapnya menjadi hit, seperti ‘Miss Independent’ yang aslinya adalah untuk album “Stripped” Christina Aguilera dan juga ‘Breakaway’ yang awalnya hendak dinyanyikan oleh Avril Lavigne.

3. We Found Love – Rihanna feat. Cavin Harris
Ditawarkan kepada: Nicole Scherzinger, Leona Lewis

Ini lagu rebutan. Ya, ‘We Found Love’ yang menjadi lagu Rihanna yang paling lama bertahta di puncak Billboard Hot 100 ini ternyata pernah ditawarkan oleh Calvin Harris kepada sejumlah artis lain. Pertama, Nicole Scherzinger. Alasan ketidakberhasilan Nicole merekam lagu ini adalah ia sedang sangat sibuk saat tawaran lagu menghampirinya. Kedua, Leona Lewis. Dalam masa mempersiapkan album studio ketiganya, Leona mendapati lagu ini sebagai salah satu materinya. Leona bahkan mengakui bahwa lagu ia sempat merekam lagu ini, tapi tak berniat untuk menyebarkan hasil rekamannya tersebut ke publik. Dan ketika bicara soal membuat hits dari lagu “hasil buangan” artis lain, tampaknya Rihanna adalah juaranya. Rihanna mengoleksi hits lain yang pernah ditawarkan ke artis lain. ‘S.O.S.’ sebelumnya ditawarkan untuk Christina Millian, ‘Disturbia’ untuk Chris Brown (dimana Chris akhirnya menyediakan vokal latar untuk Rihanna di lagu ini), dan juga ‘Umbrella’ untuk Britney Spears & Mary J.Blige.

2. Because You Loved Me – Celine Dion
Dipertimbangkan untuk dinyanyikan oleh: Toni Braxton

Salah satu hit terpenting dalam sejarah karir Celine Dion ternyata adalah lagu yang bukan disengaja ditulis untuk dirinya. Diane Warren yang kerap menulis lagu untuk soundtrack film ditawari oleh Presiden Walt Disney Motion Picture Group untuk membuat sebuah lagu yang akan dipakai untuk film “Up Close & Personal”. Setelah menyaksikan filmnya, ia berhasil menciptakan ‘Because You Loved Me’ yang ternyata adalah berdasarkan inspirasi yang ia peroleh dari sang ayah. Karena tidak punya saran vokal siapa yang akan digunakan untuk lagu ini, nama Toni Braxton muncul sebagai pertimbangan. Tapi Presiden WDMPG yang akhirnya memutuskan Celine adalah orangnya. Alhasil, Diane memenangkan Grammy pertamanya berkat lagu ini. Tak hanya ini, ternyata lagu ‘Taking Chances’-nya Celine juga aslinya bukan diciptakan untuk dirinya, tapi untuk Platinum Weird, duo Kara DioGuardi dan Dave Stewart yang juga menulis lagu tersebut bersama-sama. Platinum Weird telah merekam lagu ini ini untuk album mereka yang gagal rilis.

1. Rock Your Body oleh Justin Timberlake
Ditawarkan kepada: Michael Jackson

Susah memang membayangkan bagaimana nasib lagu-lagu dalam daftar ini jika artis yang pertama kali ditawari mengiyakan untuk membawakan lagu-lagu tersebut. Tapi bisa dipastikan kalau artis yang akhirnya berhasil merekam lagu tersebut akan kehilangan salah satu hit terpenting dalam karir mereka. ‘Rock Your Body’ adalah sebuah lagu yang The Neptunes hasilkan untuk comeback-nya Michael Jackson lewat “Invincible” di tahun 2001. Sayangnya lagu ini tidak terpakai oleh sang legenda sehingga mereka menjualnya kepada icon pop lainnya, Justin Timberlake. JT pun mengubah nasib lagu ini dari sebuah buangan oleh The King of Pop menjadi sebuah hit oleh The Prince of Pop!

Seandainya kisah LeAnn Rimes dan ‘How Do I Live’ yang terjadi di setiap lagu di atas, pastilah kita tak perlu repot membuat skenario bagaimana lagu itu akan berdampak. LeAnn yang merekam lagu ‘How Do I Live’ ditolak pihak Touchstone Pictures terkait dengan usia mudanya menyanyikan lagu dengan lirik dewasa. Kemudian mereka memilihkan Trisha Yearwood untuk membawakan lagu yang sama untuk dimasukkan ke dalam soundtrack film “Con Air”. LeAnn tak hanya diam, ia pun merilis lagu tersebut di hari yang sama dengan perilisan versi Trisha. Keduanya sukses, hanya saja LeAnn lebih sukses. Versi LeAnn tercatat di posisi 4 Billboard’s All Time Top 40.

(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributor)

Related posts

Leave a Reply