Trending News

Blog Post

Album of The Day: Tegan and Sara – Heartthrob
Album of The Day

Album of The Day: Tegan and Sara – Heartthrob 

Released by: Warner Music Indonesia

Empat belas tahun setelah Under Feet Like Ours (1999), album debut duo Tegan and Sara yang terdiri atas kakak-adik kembar, Tegan dan Sara Quin, mereka merilis album ke tujuh mereka yang bertajuk Heartthrob. Dengan perjalanan karir yang cukup panjang, apa yang Tegan dan Sara persembahkan atau malah buktikan dengan album ini?

Akhir-akhir ini mereka sering kali terlibat dalam proyek musik house karya DJ-DJ populer seperti Tiesto, Morgan Page dan David Guetta. Apakah hal tersebut akan mempengaruhi gaya bermusik mereka? Mendengarkan Closer, single terbaru mereka sebelum merilis Heartthrob, rasa-rasanya mungkin memang ada sedikit, dimana irama dance terdengar cukup intens, meski jelas arsiran utamanya adalah tetap indie-rock, sebagaimana yang kita kenal dari mereka.

Memasuki track kedua, Goodbye, Goodbye, imaji dance tadi masih membayang, meski dalam arsiran pop new-wave ala dekade 80-an, lengkap dengan aksen synth segala. Namun begitu, meski nuansa rock terasa mengambil jarak dan pop dikedepankan, kita masih bisa merasakan nafas khas Tegan and Sara di sini. Ini masih dilengkapi dengan kehadiran I’m Not Your Hero yang menghadirkan rock dalam aransemen pop-dance.

Tapi harus diakui jika Tegan and Sara terus mengeksplorasi kemampuan bermusik mereka, seperti yang ditunjukkan dalam track Now I’m All Messed Up yang memadukan antara synth-pop, power-ballad dengan light RnB. Perpaduan yang seharusnya bertabrakan ini mampu mereka jahit dengan keliman yang rapi tanpa terdengar berantakan, dan malah saling mendukung satu sama lain.

Dalam I Couldn’t Be Your Friend mereka sedikit terdengar seperti Yeah Yeah Yeahs yang menyanyikan tembang pop-rock 80-an. Dan lagi-lagi mengadopsi new wave, meski kali ini lebih penuh, dalam How Come You Don’t Want Me, yang terdengar muram namun ceria sekaligus. Tidak banyak musisi yang mampu menyeimbangkan kadar emosi yang tepat dalam lagu-lagunya, dan Tegan and Sara nailed it.

Heartthrob tentunya memberikan ruang kepada lagu-lagu yang mengandalkan sisi emosionil, seperti yang bisa disimak dalam I Was A Fool, sebuah nomor lirih yang hadir dengan iringan musik yang lebih organis, sebuah power-ballad dalam versi Tegan and Sara. Atau simak juga Love They Say yang dihadirkan dalam dentuman drum-machine, namun Tegan and Sara menyanyikan lagu penuh perasaan ini dengan menangkap sisi-sisi emosinil yang diperlukan oleh lagunya.

Menilik lagu-lagu serta tema yang ditawarkan oleh Tegan and Sara dalam album ini, mereka terkesan belum beranjak dari masa muda yang penuh dengan gejolak dan semangat. Padahal karir mereka sudah hampir memasuki dua dekade, dan belum menujukkan gelagat akan mempersembahkan musik-musik yang lebih mapan dan matang.

Akan tetapi, hal tersebut tidak menjadi penting lagi karena duo ini ternyata dengan tangkas mengambil semangat 80-an untuk Heartthrob dengan semangat elektro-pop kekinian dalam formula yang tepat guna, rapi serta artikulatif. Setiap lagu mampu berbicara dengan lugas setiap esensi yang ingin disampaikannya.

Tidak hanya itu saja kelebihan Heartthrob. Tegan and Sara terlihat membungkus setiap lagu dengan presisi dan ketelitian dalam perencaan komposisi, karena setiap lagu memiliki karakter yang tegas dan mampu berdiri sendiri. Hal ini berimbas positif dengan kualitas album secara keselutuhan.

Heartthrob adalah album yang sangat memuaskan. Meski berdurasi singkat (36:36 menit), namun mendengarkan Heartthrob meninggalkan kesan tersendiri dan membuktikan jika Tegan and Sara masih memiliki kekuatan yang masih harus tetap dinantikan.

Official Website

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Closer” 3:29
2. “Goodbye, Goodbye” 3:26
3. “I Was a Fool” 3:24
4. “I’m Not Your Hero” 3:51
5. “Drove Me Wild” 3:49
6. “How Come You Don’t Want Me” 2:53
7. “I Couldn’t Be Your Friend” 4:19
8. “Love They Say” 3:35
9. “Now I’m All Messed Up” 4:08
10. “Shock to Your System” 3:36

Related posts

Leave a Reply