Trending News

Blog Post

Album of the Day: Various Artists – The Fault in Our Stars (Music from the Motion Picture)
Album of The Day

Album of the Day: Various Artists – The Fault in Our Stars (Music from the Motion Picture) 

The Fault in Our Stars merupakan film drama-romantis yang menampilkan Shailene Woodley dan Ansel Elgort sebagai sepasang kekasih. Ini merupakan kali kedua mereka bekerjasama setelah sebelumnya berperan sebagai adik-kakak dalam Divergent. Sama halnya dengan Divergent, The Fault in Our Stars juga diangkat dari novel remaja. Dari buah pena John Green, Shailene Woodley berperan sebagai Hazel Grace Lancaster, seorang remaja 16 tahun yang menderita Kanker dan jatuh cinta kepada sesosok remaja putra bernama Augustus Waters, yang diperankan oleh Ansel Elgort. Well, sebuah premis tear-jerker yang menggoda, bukan?

Filmnya baru saja dirilis minggu lalu di Amerika dan segera menorehkan prestasi dengan menduduki peringkat pertama tangga Box Office dan mengumpulkan dollar sebanyak $65,292,000. Sungguh luar biasa untuk film drama remaja serta menghadirkan kisah yang tidak bombastis untuk ukuran film-film musim panas.

Film ini didukung pula oleh album soundtrack yang mumpuni. Menampilkan banyak nama paten seperti Ed Sheeran, Lykke Li, Birdy, M83, Jake Bugg dan banyak lagi, album ini juga menjanjikan nuansa dramatis yang tak kalah dibandingkan oleh filmnya. Album ini berhasil menembus posisi 8 di Billboard 200 serta posisi 2 di Billboard Soundtrack Album. Dengan keberhasilan filmnya, bukan tak mungkin album ini juga menanjakkan posisinya lagi. Dengan kemasan yang istimewa, album soundtrack The Fault in Our Stars pun menjadi Highlight Album untuk bulan Juni ini.

Released by: Warner Music Indonesia

Siapkan diri untuk merasa galau, karena album soundtrack film The Fault In Our Stars akan menyajikan sejumlah lagu yang menawarkan haru-biru yang dipastikan akan membuat perasaan menjadi gundah. Tapi, dengan dukungan barisan musisi yang memiliki reputasi yang bagus, album soundtrack ini juga merupakan sebuah album kompilasi yang cukup komprehensif.

Terutama sebagai album kompilasi yang memiliki aspek tematis serta atmosfir yang setipe, yaitu lagu-lagu yang lebih mengedepankan nuansa dramatis. Indikasi ini sudah ditunjukkan oleh track pembuka All of the Stars yang dinyanyikan oleh Ed Sheeran. Mengusung musik akustik yang kental oleh gitar dan vokalnya yang sendu, Sheeran sukses mengajak kita untuk larut dalam rasa haru.

Yang patut menjadi catatan dari album ini adalah dimana musisi muda berbakat, Birdy, diberi slot yang cukup banyak dengan menghadirkan dua lagu plus satu lagu duet sebagai bonus. Dalam Tee Shirt, ia menyampaikan kerinduan pada sang kekasih melalui objek yang paling banal, kaos. Tapi ini Birdy yang kita bicarakan. Di tangannya, sebuah kaos pun bahkan dapat menjadi lagu yang menyentuh.

Lantas dalam Not About Angels, Birdy menghadirkan piano sebagai kekuatan utama dalam menghanyutkan perasaan. Seperti biasa, Birdy memang juara dalam balada pop-folk seperti ini, apalagi ia menyanyikan lagu ini seolah-olah seperti hendak menangis. Apalagi lirik dalam lagu yang mendukung untuk itu. Sedang dalam Best Shot yang menampilkan Jaymes Young, lagi-lagi balada pop-akustik menjadi andalan, hanya saja duet yang mereka hadirkan terdengar lebih cerah, dan didukung oleh aransemen yang lebih kaya.

Highlight mungkin terdapat pada track All I Want dari Kodaline. Begitu menyentuhnya lagu ini sehingga Ellie Goulding merasa perlu untuk menyanyi ulang lagu ini. Diambil dari album debut mereka, In A Perfect World, All I Want memadukan antara beat yang berderap dan vokal yang lirih menjadi sebuah anthem yang bergelora tapi tidak kehilangan nuansa sendunya. Lantas ada band yang tengah naik daun, Grouplove, yang menghadirkan Let Me In yang masih mengandalkan indie-rock ala mereka yang enerjetik, meski bertempo sedang seperti lagu ini.

Dan siapa yang tak kenal dengan solois-solois pria macam Jake Bugg atau Tom Odelle. Keduanya menghadirkan dua track pop-folk untuk mewarnai album ini. Jika dalam Simple as This, Bugg mengedepankan tempo yang lebih cepat dan berirama, maka dalam Long Way Down, Odell menghadirkan balada minimalis dengan (lagi-lagi) piano sebagai senjata utama.

Tapi album soundtrack tidak melulu hanya menghadirkan nomor-nomor pop-folk atau rock. Terselip juga track seperti Boom Clap milik penyanyi pendatang baru yang tengah naik daun, Charli XCX. Synth-pop 80-an dan juga pop-90-an menjadi esensi kuat dari Boom Clap, tapi tidak terdengar lawas, karena di tangan Charli XCX, lagu ini terdengar cukup kekinian. Yang paling penting Charli XCX sukses membuat kita untuk mengikuti iramanya yang menghentak.

Di antara nama-nama yang cukup “mainstream” album ini juga menyertakan beberapa musisi dari ranah indie untuk memeriahkan dirinya. Sebut saja The Radio Dept. yang menghadirkan nomor indie-pop manis minimalis, Strange Things Will Happen atau band asal Perancis, M83, dengan salah satu lagu terbaik mereka, Wait yang pas digunakan sebagai penutup album. Melodik sekaligus menyentuh.

Layaknya album soundtrack yang menampilkan various artists, album ini juga tak terlupa untuk memperkenalkan kita pada beberapa musisi yang dirasa layak untuk dikedepankan. Ada STRFKR dengan While I’m Alive-nya yang bergaya retro-indie-rock dan Indians dengan Oblivion yang seirama dengan aspek tematis album, yaitu balada minimalis yang menyentuh. Dan at last but not least, ada Bomfalleralla yang mengandalkan Hiphop, salah satu track paling “bertenaga” dari album ini.

Jangan lewatkan pula balada pop-folk lain yang dipersembahkan oleh Ray LaMontagne dalam Without Words dan kehadiran salah satu penyanyi wanita terdepan masa kini, Lykke Li yang menyanyikan No One Ever Loved dengan suaranya yang khas.

Secara keseluruhan, album The Fault in Our Stars ini merupakan album yang cukup berhasil dalam menjalankan misinya sebagai sebuah soudtrack. Terlepas apakah nantinya lagu-lagu yang terdapat di dalamnya akan dapat kita dengarkan di film atau tidak, namun dengan menampilkan lagu-lagu yang memiliki aspek tematis serta atmosfir yang nyaris setipe, ia dengan tangkas “memperkenalkan” atmosfir filmnya. Dan mendengkarkan album ini pun seolah membuat kita menyaksikan filmnya. Sebuah fungsi utama dari sebuah album soundtrack.

Rate the album:
[ratings]

Buy album on iTunes

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “All of the Stars” Ed Sheeran 3:55
2. “Simple as This” Jake Bugg 3:17
3. “Let Me In” Grouplove 3:59
4. “Tee Shirt” Birdy 2:39
5. “All I Want” Kodaline 5:06
6. “Long Way Down” Tom Odell 2:30
7. “Boom Clap” Charli XCX 2:49
8. “While I’m Alive” STRFKR 3:48
9. “Oblivion” Indians 3:39
10. “Strange Things Will Happen” The Radio Department 4:26
11. “Bomfalleralla” Afasi & Filthy 3:57
12. “Without Words” Ray LaMontagne 4:18
13. “Not About Angels” Birdy 3:09
14. “No One Ever Loved” Lykke Li 4:05
15. “Wait” M83 5:44
16. “Best Shot” (Bonus Track) Birdy featuring Jaymes Young 2:54

Related posts

Leave a Reply