Trending News

Blog Post

The Voice 8 – Blind Auditions Week 1
The Voice US

The Voice 8 – Blind Auditions Week 1 

The Voice sebagai talent show di bidang nyanyi terpopuler saat ini belum pernah menjanjikan karir yang gemilang bagi para kontestannya. Hingga season 7 yang selesai per 16 Desember 2014 lalu, hanya sedikit nama “jebolan” talent show ini yang punya karir. Juara season 2, Jermaine Paul bahkan hingga saat ini belum merilis album studionya. Wow.

Dengan kenyataan demikian, The Voice tidak sedikitpun kekurangan pesonanya untuk menarik minat para hopeful yang terdiri dari penyanyi muda dengan harapan bisa menjebol industri rekaman dan mantan penyanyi profesional dengan harapan second chance of success. Kejutan di season ini adalah kembalinya Christina Aguilera yang menggantikan kursi Gwen Stefani di season sebelumnya, Pharrell Williams yang menjadi idola para kontestan, Adam Levine yang kesusahan mendapatkan artis, dan ketiga coach ini berkomplotan untuk menghadapi Blake Shelton.

Akan ada empat bintang yang mewakili putaran kursi dalam urutan Adam, Pharrell, Christina, dan Blake. Dan inilah The Voice, season 8, Blind Auditions, week 1.

Sarah Potenza – Stay With Me ****
Cara yang tepat untuk memulai season: tampilkan penyanyi four chairs turner. Sarah Potenza adalah musisi asal Rhode Island yang dekat dengan keluarganya. Ia menyanyikan lagu rock ciptaan Rod Stewart dan Ronnie Wood dengan vokal yang pria. Setelah pertengkaran sengit para coach, ia memutuskan untuk bergabung ke #TeamBlake dengan pertimbangan strategi untuk memenangkan acara ini.

Lowell Oakley – Don’t Get Around Much Anymore **–
Umur 19 tahun, suara 40 tahunan, dandanan 30 tahunan. Lowell Oakley mengaku dirinya mendapatkan dorongan untuk mengejar impian di bidang tarik suara dari keluarganya. Cowok dandy ini berhasil memutar kursi Adam dan Pharrell, tapi memilih #TeamPharrell untuk menjadi coach-nya karena keterikatan genre.

Rob Taylor – I Want You ***-
Lengkingan tingginya membuat tiga coach berputar, meninggalkan Blake yang tampaknya ragu bagaimana ia bisa menjadi pelatih bagi vokalis sespesifik Rob Taylor. Rob merawat ibunya yang terkena stroke sejak lama, sehingga sang ibu menginginkan supaya sang buah hati bisa melakukan sesuatu yang membuatnya senang, yaitu bernyanyi. Seperti yang Christina bilang, he’s #TeamXtina all the way.

Ivonne Acero – Try —-
Keinginan Ivonne Acero sangat keras untuk keluar dari kampungnya demi mengejar impian yang lebih besar. Sayangnya, ia mengeksekusi lagu emosional Colbie Caillat ini nyaris tanpa emosi. Pendekatan yang sangat salah. Tapi ia punya kepribadian yang sangat tulus dan menyenangkan.

Cody Wickline – He Stopped Loving Her Today ****
Perkenalkan calon pesaing kuat untuk menjadi yang terfavorit, Cody Wickline. Ia adalah penyanyi country yang Adam sebut telah menyajikan penampilan country terbaik sepanjang sejarah kompetisi ini. Well, yang lain cuma bisa gigit jari karena ambisi Cody untuk menang pasti membuatnya gampang untuk memilih #TeamBlake.

Treeva Gibson – Young and Beautiful –**
Bakat mentah, itulah Treeva Gibson. Coach paling tepat untuknya memang antara Christina dan Blake. Gadis belia ini datang dari keluarga yang tidak sempurna, ibu dan ayahnya tuna rungu. Meskipun orang tuanya tidak dapat menikmati bakat Treeva, tapi mereka sangat bangga menyaksikan audisi sang anak. Banyak kesalahan yang Treeva lakukan secara teknik dalam vokalnya, tapi audisinya sangat menyentuh. Btw, ia memilih untuk gabung di #TeamXtina.

Mason Henderson – Riptide —-
Penonton di rumah ikutan bermain Blind Audition dengan penampilan Mason Henderson ini. Wajah pria adal Alabama ini ditutupi sepanjang penampilannya, sehingga penonton bisa punya pengalaman bagaimana rasanya duduk di kursi coach. Sayangnya tak ada coach yang memutar kursi untuk Mason karena menilai ia kurang menonjolkan kemampuan vokal.

Meghan Linsey – Love Hurts ***-
Datanglah seorang dengan popularitas tertinggi, Meghan Linsey. Ia mantan personel duo Steel Magnolia yang pernah sukses di ranah country dengan hit ‘Keep On Lovin’ You’. Tapi untuk audisinya, Meghan memilih rock sebagai elemennya, dengan efek samping Blake yang pernah tur bersama Meghan tidak memutar kursi. Dalam perebutan antara Adam-Pharrell-Christina, ia memilih #TeamPharrell dan menyatakan tidak menyangka baru saja menolak Christina Aguilera.

Joshua Davis – I Shall Be Released *–*
Kematangan vokal Joshua Davis, berikut warna vokalnya yang sangat berkarakter dengan jenis musik blues yang ia bawakan memang menjadikan Blake dan Adam coach yang paling tepat untuknya. Christina menanyakan apakah ia sudah sering bepergian untuk tur, ia menjawab ya. Dalam epic battle antara Blake vs Adam, Josh memilih #TeamBlake yang kembali membuat vokalis Maroon 5 itu gigit jari.

Bryce Sherlow – Cool Kids —-
Untuk ukuran juara dalam kompetisi grup akapella tingkat nasional, Bryce Sherlow memang tergolong pemilik kepercayaan diri yang rendah. Ini dan kesalahan pemilihan lagu membuatnya terpaksa gagal bergabung di kompetisi ini. Tapi paling tidak ia bisa nyanyi ‘Happy’ duet bersama Pharrell.

Sawyer Fredericks – I’m a Man of Constant Sorrow ****
Mari menutup episode satu dengan four chairs turner lainnya. Cowok belia 15 tahun Sawyer Fredericks yang memiliki kepribadian menarik ini meningkatkan semangat kompetisi dari keempat coach. Kejutan saat Sawyer memilih, ia memutuskan untuk gabung di #TeamPharrell, bukan di #TeamAdam seperti yang Christina tebak.

Episode dua berlanjut dengan 11 audisi lainnya. Tapi tidak semua berhasil bergabung di The Voice, dan pertanyaan yang paling sering keluar dari para coach adalah “genre apa yang paling kamu inginkan?”

Anthony Riley – I Got You (I Feel Good) ****
Berdasarkan keterangan yang Carson Daly sebutkan, Anthony Riley adalah pemegang rekor tercepat untuk memutar keempat kursi juri. Ini pasti karena aksinya sebagai intro yang sudah membuat para coach geregetan. Blake bahkan menyebut kalau ia senang cepat menekan tombol sehingga bisa menyaksikan penampilannya secara penuh. Dan setelah this and that pujian para coach, Anthony memilih #TeamPharrell.

Gabriel Wolfchild – Don’t Think Twice, It’s All Right *-**
Lagunya yang Gabriel Wolfchild sangat ngademin. Penampilannya yang simply sophisticated pun benar-benar ramah di telinga. Dengan keinginan keras untuk mendapatkan artis pertamanya di season ini, Adam harus lebih gigih untuk meyakinkan para artis tersebut. Keputusan akhir adalah Gabriel memilih untuk gabung dengan #TeamXtina.

Brooke Adee – Skinny Love *–*
Cantik dan menawan, Brooke Adee adalah gambaran fisik artis yang ideal. Tapi bagaimana dengan suaranya? Ingat, inti dari Blind Auditions adalah supaya coach hanya mempertimbangan vokal, bukan fisik, apalagi cerita sedih. Bermodalkan seni yang mengalir dalam darah keluarganya, gadis ayu ini berhasil membuat Adam dan Blake memperebutkannya. Setelah Brooke memilih #TeamBlake, sang coach pun melakukan tarikan bahagianya di depan Adam.

Dylan Dunlap – Talk Dirty —-
Membawa sebuah lagu jauh dari warna aslinya bisa sangat riskan. Dylan Dunlap membuat lagu Jason DeRulo ini terdengar begitu asing. Alasan lain adalah tak ada faktor x dari suaranya yang bisa didengar para coach untuk memaksa mereka memutar kursi. Adam cuma bisa terpana melihat gitar lucu yang Dylan bawa dalam audisinya.

Tonya Boyd-Cannon – Happy ***-
Akhirnya angka 0 dalam daftar artis Adam terpecahkan dengan kehadiran Tonya Boyd-Cannon. Ia membuat hepi studio dengan penampilannya yang enerjik. Selain membuat hepi, Tonya juga menginspirasi dengan tugasnya sebagai guru vokal di paduan suara lembaga pemasyarakatan. Ia memilih Adam, meskipun ia menyanyikan lagu dari Pharrell.

Joe Tolo – To Love Somebody –**
Seni yang berkembang di keluarga Joe kebanyakan tari, tapi ia ingin unjuk gigi di bidang tarik suara. Kesempatan untuk audisi di belakang keempat juri dimanfaatkannya untuk membawakan lagu klasi Bee Gees. Ini penampilan solid dan bersih. Joe adalah salah satu favorit saya. Dan ia tergabung dalam #TeamXtina.

Drew Parker – Workin’ Man Blues —-
Dengan seleksi yang ketat untuk undangan di Blind Auditions, penyanyi-penyanyi ini memang bernilai di atas standar. Tapi sayangnya, mereka kadang membuat keputusan yang salah dalam pemilihan lagu, seperti Drew Parker ini, yang terpaksa harus pulang dengan tangan hampa.

Mia Z – The Thrill is Gone -*-*
Sebelum audisinya, Mia mengatakan sangat ingin bergabung dengan tim Christina. Sayangnya, ia tak berbalik untuk Mia, meskipun sudah mengeluarkan falsetto yang keren. Menurut Pharrell, Mia salah pilih lagu. Karena bukannya the thrill is gone, tapi the thirll is right here. Adam bilang Christina melakukan kesalahan karena tidak berputar, dan Christina rasanya ingin menangis dalam penyesalan. Mia akhirnya bergabung dengan #TeamPharrell.

Blaze Johnson – How to Save a Life *–*
Perang lagi antara Adam vs Blake, hanya kali ini hasilnya berbeda. Adam yang memenangkannya dan Blaze Johnson ada di #TeamAdam. Kemiripan nama antara Blake dan Blaze sebenarnya membuat superstar country itu lebih PD akan memenangkan pertarungan ini. Kesempatan untuk Blind Auditions bagi Blaze adalah berkah karena selama ini ia sering tak terpilih karena fisiknya.

Bryan Pierce – Rocket Man —-
Satu-satunya alasan yang membuat para coach tidak berbalik untuk Bryan Pierce adalah suaranya terdengar sangat letih, capek, dan sudah saatnya diistirahatkan.

Deanna Johnson – All I Want ****
Saat audisi untuk The Voice pertama kali di season 5, Deanna Johnson tak berhasil membuat coach terkesan. Kini, 3 season setelahnya ia berhasil membuat keempat kursi berputar. Meskipun Pharrell sudah pakai jurus “I wasn’t there” untuk membela diri, ternyata perkataan Adam yang lebih ngena ke hati Deanna dan memutuskan untuk ikut dalam #TeamAdam.

Jadi, resume kita adalah Adam memang kesulitan untuk mendapatkan artis, tapi malah Christina yang belum punya artis four chairs turner. 16 artis sudah dijaring, 1/3 kuota telah terpenuhi. Dan berikut rangking 12 besar sejauh ini yang ada di #TeamCreative:
1. Treeva Gibson
2. Cody Wickline
3. Sawyer Fredericks
4. Deanna Johnson
5. Rob Taylor
6. Mia Z
7. Brooke Adee
8. Joe Tolo
9. Lowell Oakley
10. Meghan Linsey
11. Joshua Davis
12. Gabriel Wolfchild

(Haris / CreativeDisc Contributor)

Related posts

Leave a Reply