Trending News

Blog Post

The Voice – Blind Auditions Week 2
The Voice US

The Voice – Blind Auditions Week 2 

Tanpa disadari, The Voice yang dimulai di Amerika Serikat pada 26 April 2011 lalu kini sudah menjalani season kedelapannya. Pada pertengahan tahun ini, kita akan punya 8 artis yang keluar sebagai juara, pemegang titel The Voice. Adam Levine sudah dua kali menang, Usher satu kali, dan Blake Shelton mendominasi kompetisi dengan empat kemenangan. Coach mana yang akan membawa artisnya sebagai juara season ini? Adam Levine? Pharrell Williams? Christina Aguilera? Atau Blake Shelton?

Episode 3 dari Blind Auditions menampilkan keseruan antara lain Adam Levine yang mendapatkan pengalaman blind audition-nya dan Christina Aguilera untuk pertama kali di season ini memperoleh artis 4 chairs turner.

Kelsie May – You’re Lookin’ at Country -***
Usia muda, jiwa tua. Itulah Kelsie May. Tidak seperti remaja kebanyakan yang mengidolakan Taylor Swift atau Carrie Underwood, Kelsie cenderung memilih nama legendaris Loretta Lynn sebagai idola. Lagu Loretta yang ia bawakan membuat Pharrell dan Christina ingin berjuang mendapatkannya, meskipun akhirnya #TeamBlake adalah tempat yang paling tepat untuk Kelsie.

Kimberly Nichole – Nutbush City Limits -*-*
Tak mau dikecam hanya menguasai country, Blake pun tertarik untuk mendapatkan Kimberly Nichole ke dalam timnya. Aksi panggung Kim tergolong yang paling luwes, itu karena jam terbangnya sebagai performer sudah tinggi. Ia bahkan punya statement fashion sendiri dengan merancang rok tutu sebagai identitas artistiknya. Sepertinya #TeamPharrell merupakan pilihan yang paling cocok.

Michael Leier – Last Kiss *–*
Kita harus mengakui aksi rebut-rebutan antara Adam dan Blake adalah yang paling seru dalam babak ini. Saat keduanya adu lipservice untuk memenangkan hati Michael Leier, Adam menggunakan jurus kecakapannya di bidang musik rock dan mengambil referensi Eddie Vedder terhadap vokal Michael. Pada akhirnya, Michael memilih yang obvious, #TeamAdam akan memberinya ruang yang luas untuk menggali potensi diri.

Hannah Ellis – This One’s for the Girls —-
Selamat datang ke penolakan pertama pekan ini. Hannah Ellis, wanita 24 tahun asal Kentucky yang membawakan lagu Martina McBride. Penampilannya yang tergolong berantakan sebenarnya bisa menjadi lahan garapan bagi para coach untuk dilatih guna menambah skill Hannah. Tapi tidak ada moment dari penampilannya yang bisa memaksa satu coach pun untuk berputar.

Dan tibalah saatnya untuk penampilan-penampilan cuplikan. Tiga berikut adalah mereka yang tidak berhasil mendapat tempat di The Voice.
Mark Lum – Jane Says —-
Sara Schulmann – Ghost —-
Sam King – Do I Wanna Know? —-
Kritik juri antara lain mengenai kegugupan dan potensi diri.

Travis Ewing – Say My Name -***
Full time musician ini sangat menarik. Ia menyulap lagu R&B milik Destiny’s Child ke bentuk yang baru. Rombakan ini menghilangkan vibe sassy dan menggantinya dengan yang lebih edgy. Namanya Travis Ewing, usianya masih 23 tahun. Vocalwise, ia tidak diragukan. Itu sebabnya Christina begitu cepat memutar kursi untuknya dan bertarung habis-habisan untuk artis yang satu ini. Saat memilih, meskipun sempat ragu, Travis memilih #TeamPharrell karena ia menganggap posisi Pharrell sebagai produser adalah faktor yang ia butuhkan untuk menangkat karirnya.

Hadir kembali cuplikan berikutnya. Kali ini, tiga nama berikut adalah yang berhasil mendapat tempat di salah satu tim coach. Singkatnya airtime mereka bahkan tak layak disebut sebagai moment 15 minutes of fame.
Noelle Bybee – Unbelievers -*–
Bren’nae DeBarge – Golden *—
James McNeiece – Lay Me Down *—

Intermezzo… Adam Levine ingin merasakan bagaimana audisi ini berjalan, dari sudut pandang panggung tentunya. Ia membawakan lagu ‘Tiny Dancer’, dilanjutkan putaran keempat kursi coach, dimulai dari Christina, Blake, Pharrell, dan Adam (ditekan oleh Pharrell). Setelahnya, ia memilih coach untuk bergabung, pilihan jatuh kepada #TeamXtina.

Sonic – Money On My Mind *-*-
Ketika Adam melawan Christina dalam mendapatkan seorang artis, mereka cenderung memberikan friendly competition sehingga semakin menyulitkan sang artis untuk memilih. Sonic merasakan hal itu. Keunikan yang ia punya adalah cerminan diri yang ia inginkan. Dulunya, Sonic pernah dikontrak oleh label rekaman. Tapi pencitraan yang mereka berikan dan album studio yang tak kunjung rilis membuat Sonic memutuskan untuk keluar dari keterikatan itu dan mengadu nasib di The Voice. Good for her, karena ia bisa gabung dalam #TeamXtina.

Ella Khorov – I Can’t Stand the Rain —-
Tidak sedikit orang menyukai The Voice ini karena apabila para coach melakukan penolakan terhadap seorang artis, mereka melakukanya dengan sangat halus. Itu menjadi motivasi bagi si artis. Ella Khorov contohnya. Vokalnya unik, pembawaannya juga luwes. Tapi tak ada coach yang merasa connected dengan penampilannya sehingga ia hanya mendapat komentar motivasi dari keempat coach.

Jacob Rummell – Count on Me *–*
Kalau keunikan Ella kurang menarik minat para coach, maka keunikan Jacob Rummell adalah kebalikannya. Ia masih berusia 18 tahun, suaranya sangat lembut dan manis. Blake yang memutar kursi untuknya saja tidak menyangka kalau suara yang ia dengarkan datang dari seorang pemuda. Kalau tadi Adam bisa mendapatkan Michael, maka kali ini giliran Blake yang memenangkan Jacob. Jadi, ia gabung dalam #TeamBlake

Barry Manniefield – Me and Mrs. Jones *—
Saat Barry Manniefield audisi, keempat coach sangat yakin akan usianya yang sudah tua. Suara Barry memang begitu kentara tuanya. Adam saja awalnya agak kurang yakin untuk memutar kursi bagi pensiunan chef ini, tapi akhirnya ia menekan tombol, tanpa disertai coach lain, sehingga secara otomatis Barry ikut di #TeamAdam.

Masih ada tiga artis lain yang hadir dalam cuplikan. Ketiganya berhasil masuk The Voice.
Nicolette Mare – Everything Has Changed *—
Clinton Washington – Candle in the Wind –*-
Matt Snook – Red Dirt Road —*

India Carney – New York State of Mind ****
Dari 19 orang yang diundang untuk mengikuti Blind Audition di episode ini, hanya satu yang berhasil memutar empat kursi. Dialah India Carney, yang sejenak cuti dari kegiatan akademisnya untuk mengikuti minatnya di bidang tarik suara. Keempat coach pun mengungkapkan kelebihan India dan betapa mereka ingin agar ia masuk dalam tim mereka. Empat kursi, jelas menjadi empat pilihan yang sulit. India memilih ikut dalam #TeamXtina karena ia memilih artis yang “sudah bersamanya” sejak ia kecil.

Kita melanjutkan perjalanan Blind Auditions ke night 4, dimana dalam episode ini untuk pertama kalinya Pharrell dan Christina berhadapan untuk memperebutkan satu artis. Selain itu, Adam dan Blake membuat kesepakatan untuk melawan dua coach lainnya.

Ashley Morgan – I Wanna Dance With Somebody -*-*
Dari intro musik, Christina sudah excited dengan blind audition yang satu ini. Tapi tampaknya ia menilai warna vokal Ashley Morgan masih kurang cocok untuk lagu hit Whitney Houston dari tahun 1987 ini. Tapi kendali vokal yang yahud dari sang artis membuat Pharrell dan Blake sepakat untuk sama-sama menekan tombol. Setelah Adam mengeluarkan pertanyaan “siapakah yang kamu pilih sebagai coach?”, ia memilih #TemBlake.

Koryn Hawthorne – My Kind of Love -**-
Ini dia blind audition yang kata Carson Daly untuk pertama kalinya menampilkan Pharrell head to head dengan Christina. Koryn yang kesehariannya bekerja di dapur restoran pizza selalu bernyanyi di setiap kesempatan. Ia bahkan menyanyikan setiap tahap dalam memasak pizza. Dan dari pertarungan pertama Pharrell vs Christina ini, dimenangkan oleh #TeamXtina.

Lexa Davila – Dreaming of You *–*
Blind audition selanjutnya merupakan my personal favorite. Lexa Davila, 17 tahun, young and passionate. Ia membawakan lagu Selena ini dengan indah. It’s a beautiful song after all. She may not be perfect, tapi dia punya potensi yang bisa dikembangkan. Sebelum memutar kursi, Adam dan Blake banyak berbincang mengenai betapa bagusnya suara Lexa. #TeamAdam adalah pilihan Lexa.

Setelah memenangkan Lexa, Adam, Chriistina, dan Blake mendapatkan artis-artis berikut:
Josh Batstone – Amnesia *–* #TeamAdam
Katelyn Read – Breathe (2 AM) –*-
Ameera Delandro – I’d Rather Go Blind –*-
Bay Brookes – All of the Stars —*

Quincy Mumford – Dancing Machine —-
Mengerikan seseorang dengan pengalaman musik yang cukup banyak karena memang seorang full time musician harus pulang dengan tangan hampa. Quincy Mumford yang sebelumnya menjadi bagian dari Quincy Mumford & The Reason Why masih harus menunda impiannya. Lagu The Jackson 5 yang ia bawakan benar menggambarkan genre yang ia inginkan dengan sempurna, tapi tidak mengeluarkan potensi penuh yang ia miliki.

Brenna Yaeger – The House That Built Me *–*
Keterikatan emosi antara Brenna Yaeger dan lagunya membuat penampilannya membawakan lagu Miranda Lambert ini sangat haru. Ia merasa kalau lagu ini adalah cerminan kisah hidupnya, dari situ didapat emosi yang real. Kembali, Blake mendapat kesempatan untuk memenangkan seorang artis karena istrinya, Miranda Lambert, menjadikan Brenna sebagai artis ke-9 dalam #TeamBlake.

Jeremy Gaynor – Superstar ****
Ada waktunya genre tak bisa berbuat apa-apa, sehingga semua coach menginginkan satu artis yang sama. Jeremy Gaynor yang terdengar sangat R&B, sangat soulful, bisa membuat Blake ikut menekan tombol untuknya. Jeremy adalah seorang yang tergabung dalam angkatan bersenjata. Ia bertugas sebagai vokalis dalam band kemiliteran. Ia menyebut bahwa dengan gabung dalam angkatan bersenjata ini bukan berarti hanya para pejuang, tapi juga dokter, dokter gigi, juru masak, juga musisi seperti dirinya. Jeremy memilih #TeamXtina yang sedikit membuatnya takjub atas kenyataan ini.

Jack Gregori – Ring of Fire *—
Semua mata tertuju pada Blake saat intro ‘Ring of Fire’ dimulai. Jack Gregori dengan suaranya yang berat membawakan lagu ini dengan cakap. Adam yang satu-satunya memutar kursi untuk Jack agak sedikit kecewa mengetahui Blake tidak berminat dengan artis yang satu ini. Jack pun tampak tidak begitu gembira karena gagal dimentori oleh Blake, tapi ia lanjut berkompetisi dengan #TeamAdam.

Briar Jonnee – Take a Bow -*-*
Tidak semua “kartu tanda penduduk” yang Blake jadikan kunci untuk mendapatkan artis bisa berbuah manis. Contohnya ini, Briar Jonnee yang berasal dari Mississippi. Blake mengatakan kalau Briar yang berasal dari kota kecil adalah seorang country girl, dan Briar pun tak menampiknya. Tapi saat giliran memilih kursi, ia ikut dalam #TeamPharrell dan menuju ke Battle Rounds.

Jess Gallo – Stolen Dance —-
Sekedar punya vokal unik bukan langsung membuat para coach excited untuk memilih. Jess Gallo sekali lagi membuktikan bahwa song choice juga merupakan faktor penting dalam menentukan suksesnya sebuah audisi atau tidak. Lagu Milky Chance yang ia bawakan ini tidak sepenuhnya menampilkan pesona pada vokal dan meyakinkan para coach.

Brian Johnson – Reason to Believe *–*
Musik adalah getaway bagi Brian Johnson dalam menjalani masa remajanya yang penuh bully. Ya, ia oversize, tapi itu tidak menghentikannya dari pertemuan dengan istrinya yang sekarang. Kisah Brian juga melibatkan ayahnya yang sakit sehingga ia harus kembali hijrah ke kampung untuk merawat sang ayah. Blind audition ini adalah ide sang istri, dan #TeamBlake adalah tempatnya Brian.

Corey Kent White – Chicken Fried -*-*
Week 2 dari blind auditions ditutup dengan pertarungan sengit antara Pharrell dan Blake. Pharrell merasa kalau ia akan mampu mendapatkan country artist dan menjadikannya star player di timnya, tapi Corey Kent White sedikitpun tidak goyah dan memilih #TeamBlake sebagai naungannya dalam The Voice season ini.

Okay, here we go. Sudah hampir penuh semua tim. Sepertinya pekan depan akan menampilkan malam terakhir untuk Blind Auditions dan ditutup dengan Best of Blind Auditions di eps 6. Pergerakan di #TeamCreative pun terjadi sedemikian:
1. Treeva Gibson
2. Travis Ewing
3. Cody Wickline
4. Sawyer Fredericks
5. Deanna Johnson
6. Sonic
7. Rob Taylor
8. Mia Z
9. Brooke Adee
10. Jeremy Gaynor
11. Brian Johnson
12. Michael Leiery


Ai Hasibuan
CreativeDisc Contributor
@hasibuanai11


Related posts

Leave a Reply