Trending News

Blog Post

CreativeDisc Exclusive Interview With Bluey Incognito
Artist Interviews

CreativeDisc Exclusive Interview With Bluey Incognito 

CreativeDisc mendapatkan kesempatan untuk melakukan interview bersama Bluey, personil Incognito yang tampil di Java Jazz Festival 2015 kemarin. Yuk, langsung simak interview kita disini:

CD: Hi, Bluey apa kabar?
Bluey: Kabar saya baik senang bisa bermain di Indonesia kembali.

Bagaimana rasanya akan tampil bersama Chaka Khan?
Bluey: Saya sendiri sangat menunggu penampilan bersama Chaka karena mungkin kolaborasi ini tidak akan pernah terjadi lagi. Saya mengagumi Chaka Khan karena vocal dan penampilan yang dia berikan jadi saya tidak sabar untuk tampil bersama Chaka nanti.

CD: Saat ini musik funk booming kembali. Sebagai orang yang mempelopori musik funk bagaimana Bluey melihat hal ini?
Bluey: Sebenarnya musik funk tidak akan pernah padam. Fashion dan trend selalu berulang kembali dan memang sudah saatnya musik funk berdengung kembali because quality music never dies sama seperti album Miles Davis – My Kind Of Blue yang terus saya dengarkan dari mulai saya kecil sampai anak saya mendengar Miles Davis.

CD: Apa arti musik untuk Bluey sendiri?

Bluey: Musik buat saya bukan hanya sekedar memainkan alat musik tapi memberikan pesan dan soul ke pendengar jadi kalau saya sedang tampil saya akan memberikan semaksimal mungkin untuk penonton. Itulah esensi dari musik yang saya bawakan.

CD: Apa album terbaik yang Bluey pernah dengarkan?

Bluey: Jika boleh memilih satu saya memilih album Marvin Gaye “What’s Going On”. Saya juga sangat menyukai album Stevie Wonder yaitu “Songs In The Keys of Life”, tetapi ada tiga album Stevie Wonder yang terus saya dengarkan back to back dan tidak bisa didengarkan satu persatu yaitu “Talking Book”, “Innervisions” dan “Fullfillingness’ First Finale”. Mendengarkan ketiga album tersebut seperti menonton trilogi sebuah film yang mempunyai keterkaitan satu sama lain jadi jika tidak mendengar satu saja maka kamu tidak bisa mendengarkan.

CD: Kenapa jarang sekali membuat materi baru?
Bluey: Saya membuat musik baru jika saya mempunyai pesan untuk disampaikan karena membuat musik bagi saya adalah menyampaikan pesan yang ada di dalam hati dan pikiran saya ke khalayak umum.

CD: Apa hal yang kami tidak ketahui tentangmu?
Bluey: Saya bisa memasak dan ketika saya pensiun dari dunia musik saya ingin membuka usaha kuliner sendiri. Saya punya cerita sewaktu saya datang di Jerman ada pembukaan restoran baru dan saya diundang kesana untuk memberikan penampilan. Besoknya hampir semua tukang masak teler akibat terlalu mabuk karena berpesta semalaman, saya yang masih sadar ditunjuk untuk menjadi tukang masak dadakan di restoran tersebut dan memasak spagetti. Untungnya semua orang yang datang ke restoran tersebut menyukai masakan buatan saya. Saya juga mempunyai hobi mengumpulkan perangko dari seluruh dunia.

Interview by: Luthfi
Special thank to Java Festival Production

Related posts

Leave a Reply