Trending News

Blog Post

Album of the Month: OneRepublic – Oh My My
Album of The Day

Album of the Month: OneRepublic – Oh My My 

Released by: Universal Music Indonesia

Oh My My“, album keempat OneRepublic, berangkat dari kegundahan seorang Ryan Tedder, pentolan band ini. Tedder yang merupakan produser dan penulis lagu kenamaan ini menyebutkan jika sebagian besar lagu yang ada saat ini adalah diolah dari laptop dan kehilangan sentuhan “kemanusiaan”. Oleh karenanya ia ingin mengembalikan lagu-lagu organis, dimana instrumen dimainkan oleh manusia sebenarnya, bukan hanya mengandalkan mesin. Jadi pendengarnya bisa mendengar jika instrumen dalam lagu-lagu tersebut benar dimainkan oleh playernya sehingga sisi humanis pun bisa lebih kuat. Itulah yang kemudian melatari lahirnya “Oh My My”.

Bukan berarti “Oh My My” meminggirkan mesin juga, karena bagaimanapun OneRepublic lekat dengan musik synth, namun lebih kepada ornamen ketimbang motif, karena sesuai janjinya, Tedder mengemas lagu-lagu dalam album berdasarkan instrumen yang dimainkan oleh manusia. Terlepas dari latar belakang atau latar pengerjaan album, yang pasti “Oh My My” masih berisi barisan lagu catchy dan sing-a-long, sebagaimana yang bisa diharapkan dari Ryan Tedder dan OneRepublic.

Tedder, sebagaimana Sia, adalah penulis lagu terdepan masa kini. Tampaknya dua musisi ini memimiliki sumber inspirasi berlebih yang bisa datang kapan saja mereka hendaki. Tidak hanya mereka sempat menulis untuk banyak musisi lain, namun juga masih memiliki stok untuk diri mereka sendiri. Tidak heran jika materi “Oh My My” sangat berlimpah. Ada 16 track untuk edisi standar dan bonus 3 lagi untuk edisi deluxe. Mungkin yang terbanyak untuk album OneRepublic. Tampaknya jeda tiga tahun dari album tersukses mereka, “Native”, dimanfaatkan dengan baik untuk menghadirkan banyak lagu, yang kemudian masuk menjadi bagian dari “Oh My My”.

Hadirnya Tedder sebagai penulis lagu, tidak hanya bagi OneRepublic namun untuk banyak penyanyi lain, menjadi kekuatan sekaligus kelemahan untuk OneRepublic. Sudah album keempat, namun secara konsep mereka masih menghadirkan barisan materi yang dapat berdiri sendiri sebagai single ketimbang album dengan konsep yang singular. “Oh My My” masih terdengar sebagai kumpulan single ketimbang album kohesif, sebagaimana yang disebutkan AllMusic dalam ulasan mereka.

Mungkin ini memang titik lemah dari album. Hanya saja, jika kita bisa menepikan hal ini dan kemudian mendengarkannya secara utuh, apalagi jika merujuk pada konsepnya sebagai playlist yang terdiri atas berbagai lagu dengan corak berbeda, maka “Oh My My” adalah sebuah playlist yang menyenangkan untuk disimak.

Berbagai track pop dalam album menghadirkan ritme, intensitas, warna, dan tone variatif. Sehingga tidak membosankan. Track yang juga menjadi judul album, ‘Oh My My’ adalah anthem funk yang menggandeng Cassius. Dalam ‘Kids’, band tampaknya mencoba menghadirkan sentuhan arena rock, meski tetap dalam balutan ciri khas OneRepublic yang kerap menambahkan electropop dalam musikalitas mereka. ‘Born’ memastikan nyanyian Tedder berpadu dengan hentakan beat dalam skala medium dan mengalirkan sebuah lagu manis dan catchy. Agak mengingatkan akan Coldplay sebenarnya. Dan beberapa lagu Coldplay-esque juga terdapat dalam “Oh My My”. Contohlah ‘Future Looks Good’ atau ‘Heaven’, yang mengingatkan Coldplay di era “Ghost Stories”.

Bukan berarti OneRepublic tidak ingin mengeksplorasi musikalitas mereka dan hanya menampilkan track-track radio friendly atau Top 40 saja. “Oh My My” masih menyimpan beberapa amunisi untuk itu. Paling mencorong tentu saja dalam track ‘A.I.’ yang mengundang Peter Gabriel sebagai kolaborator. Secara beat, lagu mengusung rock progressive dengan melodi gampang dicerna dan kemudian bridge higga akhir lagu menghadirkan beat sedang dengan tone atmosferik, sehingga soundnya terdengar kaya dan penuh kejutan. Sementara kerjasama bersama Santigold dalam ‘NbHD’ adalah sebuah pop-tronica, yang meski kadang psychedelic namun terutamanya bersandar pada semangat anthemik dalam chorusnya.

Untuk edisi deluxe, tampaknya OneRepublic ingin menghadirkan lagu-lagu yang lebih organis, dengan meminggirkan synth, dan mengedepankan instrumen tradisional secara utuh. Lagu-lagu bonus inilah yang paling pas untuk mewakili keinginan Tedder seperti yang disebut di atas, yaitu lagu-lagu dengan sentuhan humanitas tebal. Maka simak saja balada ‘Colors’ atau country menyenangkan dalam ‘The Less I Know’. Dua track lain adalah versi akustik untuk ‘Heaven’ dan string untuk ‘Better’, yang memberi warna tersendiri bagi “koleksi” “Oh My My” secara keseluruhan.

Sebenarnya, jika dibandingkan album-album sebelumnya, “Oh My My” terdengar lebih kaya warna dan variatif. Namun juga paling tipis karakteristik OneRepublic-nya. Banyak lagu yang sepertinya dihidangkan dengan penyanyi lain hadir di benak saat proses komposisinya. Jika Sia punya “This Is Acting”, maka Ryan Tedder, ok OneRepublic, punya “Oh My My”. Hanya saja jika kemudian menimbang sisi eksistensi setiap lagu secara tunggal atau mandiri, maka “Oh My My” adalah sebuah album solid. Apalagi di tengah trend playlist menjadi pilihan ketimbang album utuh, maka “Oh My My” bisa menjadi jawabannya. Lagu-lagu catchy dan cukup memorable yang terkandung di dalamnya adalah kunci kekuatan dari album.

iTunes

iTunes

Official Website

TRACKLIST
1. “Let’s Hurt Tonight” 3:14
2. “Future Looks Good” 3:30
3. “Oh My My” (featuring Cassius) 3:38
4. “Kids” 3:58
5. “Dream” 3:31
6. “Choke” 3:46
7. “A.I.” (featuring Peter Gabriel)5:09
8. “Better” 3:24
9. “Born” 4:25
10. “Fingertips” 4:15
11. “Human” 3:40
12. “Lift Me Up” 3:46
13. “NbHD” (featuring Santigold) 3:44
14. “Wherever I Go” 2:49
15. “All These Things” 3:19
16. “Heaven” 4:18

DELUXE EDITION
17. “Colors” 3:51
18. “The Less I Know” 3:44
19. “Heaven” (acoustic version) 3:53
20. “Better” (string version) 3:23

Related posts

Leave a Reply