Quantcast

Nickelback Hadirkan Konser Perdana di Singapura Yang Nyaris Sempurna

By - 5 months ago in Concerts Review

Jika ada band yang paling cuek dengan label yang melekat pada diri mereka, mungkin Nickelback, band rock asal Kanada adalah salah satunya. Bersama dengan Imagine Dragons, mereka dijuluki “The most hated band in the music history”. Saya sendiri yang terus terang tidak terlalu mengikuti musik mereka pun tidak tahu kenapa secara pasti. Yang pasti, dua band tersebut sering dijadikan bahan olok-olok dan dibuat memes oleh netizen. Termasuk Slipknot dan Dave Grohl dari Foo Fighters salah satunya yang pernah membuat joke tentang Nickelback di Twitter-nya.

Namun di sisi lain, penggemar mereka seakan tak ambil pusing dengan itu semua. Konser Madison Square Garden mereka terjual ludes. Dan hits mereka, ‘How You Remind Me’ menjadi salah satu hits yang paling sering diputar di radio di tahun 2000-an mencapai 1.2 juta pendengar.

Baru-baru ini mereka merilis album kesembilan yang bertajuk “Feed The Machine”. Dan Singapura dipilih sebagai satu-satunya negara Asia Tenggara yang dikunjungi mereka sebagai rangkaian world tour mereka. Creative Disc merasa beruntung kembali diundang oleh LAMC Productions Singapura untuk menyaksikan pertunjukan mereka secara langsung.

Konser digelar di Zepp@Bigbox di ujung barat Singapura tanggal 20 Februari lalu. Saya yang tiba awal pukul 06.30 petang, 90 menit lebih awal dari jadwal, tak melihat padatnya penonton yang biasanya selalu memadati konser-konser rock dari awal. Barulah sekitar pukul 7 lebih, penonton mulai terlihat berdatangan membanjiri venue. Didominasi remaja, yang kelihatannya terbagi rata antara pria & wanita, berkaus hitam Nickelback diiringi celoteh khas mereka, satu persatu kami pun masuk ke dalam melewati bag check.

Pukul 08.05, setelah menunggu kurang lebih sejam, lampu yang semula terang benderang, mendadak gelap. Penonton yang semula asyik bergurau dengan grupnya, wefie, meng-update status dan lain-lain, mendadak sontak berteriak riuh dan fokus kompak terpusat kearah panggung, seiringan dengan empat sosok siluet yang berjalan diatas.

Serentak dengan berpendarnya lighting set dari panggung, intro ‘Feed The Machine’ dari judul album yang sama bergemuruh sebagai pembuka konser. Disusul berturut-turut ‘Woke Up This Morning’ dan hits yang tak asing lagi ditelinga penggemarnya ‘Photograph’ yang langsung dilahap koor penonton sembari dihiasi slideshow kolase foto-foto lama koleksi pribadi para personil di LCD raksasa panggung.

Sebagai konser perdana di Singapura, para personil Nickelback terutama Chad Kroeger, sang vokalis terlihat sangat rileks dan lepas, berkomunikasi dan bergurau dengan para penonton. Hampir di setiap lagu yang akan dimainkan mereka selalu melontarkan obrolan dan joke-joke ringan. Celetukan-celetukan jail dari arah penonton pun disambut hangat oleh Chad atau Ryan Peake yang tentu saja membuat mereka mereka kegirangan. Seperti ketika tiba-tiba lighting berubah menjadi redup membuat suasana syahdu, namun Chad dengan spontan berteriak kepada lighting crew “Dude! if you leave me in the dark, I’m not gonna be able to see where the f***ing chords I’m playing are!” yang langsung disambut gemuruh gelak tawa penonton.

Termasuk juga mem’bully’ salah satu crew mereka sendiri yang pemalu, Bradley, yang berulang kali diminta keatas panggung untuk menghantarkan Jägerbomb kesukaan Chad & Ryan.

Konser malam itu terasa hangat dan begitu komunikatif. Dan nampaknya sebagian besar penonton memang menikmati suguhan lagu demi lagu Nickelback yang meskipun sebagian terdengar ‘heavy’ namun dilain sisi juga sangat mudah dicerna. Tak dapat dipungkiri, Nickelback memang bukan tipe rock band yang personilnya memiliki kemampuan mumpuni masing-masing. Tidak ada keahlian yang menonjol, tidak ada melodi-melodi rumit, tak ada solo gitar berteknik tinggi yang ditampilkan dalam konser-konser mereka. Namun mungkin ini yang dicari para pendengarnya. Sederhana dan simpel. Riff yang terdengar keren dan bersemangat, lagu-lagu yang enak untuk sing-along, dengan tempo up-beat untuk joget, dan lirik yang rasanya mewakili gejolak hati mereka. Namun di sisi lain, hal tersebut pula yang dijadikan bahan untuk banyolan bagi para pendengar musik rock yang umumnya mencari dan menggali keahlian para personil.

Puncak antusias penonton terjadi ketika Chad meminta dua orang penonton untuk maju ke panggung untuk bernyanyi bersama di lagu “Rockstar”. Dua orang, pria & wanita yang beruntung, tanpa ragu langsung jejingkrakan dan menyanyi bersama band secara akustik.

Sebagai lagu penutup menjelang encore, rasanya sudah bisa ditebak. ‘How You Remind Me’ yang merupakan anthem Nickelback dibawakan secara sempurna diiringi penonton yang tampaknya sudah mulai lupa untuk merekam lewat handphone-nya, sembari mengikuti aba-aba Chad mengepalkan tinju mereka ke udara; “And I’ve been wrong, I’ve been down, Been to the bottom of every bottle!”

Konser malam itu memang nyaris sempurna. Ya, nyaris. Sayangnya di encore dua lagu terakhir yang seharusnya merupakan pamungkas dan klimaks di penghujung konser, malah mengalami kendala teknis. Seluruh tata lampu panggung mendadak mati di lagu ‘Million Miles An Hour’. Hebatnya penonton yang awalnya mengira itu adalah bagian dari show seolah tak ambil pusing. Tak terdengar sekalipun nada protes. Hanya Chad yang berulang kali bertanya dari panggung apakah sudah OK? Namun setelah menunggu sekian lama dan tak ada tanda-tanda akan dapat kembali menyala, band memutuskan untuk tetap bermain. “We are a rock band. We’re gonna play no matter what. Even with candle lights. Most importantly, we still have the sound!” dan mengalir lah lagu yang memang cocok untuk dijadikan pamungkas malam itu, ‘Burn It To The Ground’ yang sayangnya malah menjadi anti klimaks bagi pertunjukkan mereka.

Sayang memang. Namun semoga hal tersebut tidak membuat kapok Chad dan kawan-kawan untuk kembali lagi ke Asia. Ditunggu kehadirannya di Indonesia, Chad!

Setlist:
‘Feed The Machine’
‘Woke Up This Morning’
‘Photograph’
‘Far Away’
‘What Are You Waiting For?’
‘Hangnail’
‘Something In Your Mouth’
‘Hero’ (Chad Kroeger cover)
‘Figured You Out’
‘Someday’
‘Lullaby’
‘Animals’
‘When We Stand Together’
‘Rockstar’
‘Gotta Be Somebody’
‘How You Remind Me’

Encore:
‘Million Miles An Hour’
‘Burn It To The Ground’

Terima kasih kepada LAMC Productions.
Foto: Aloysius Lim
Text dan foto: Wisnu H. Yudhanto, w1snu.com

Comments

Leave a Reply

Related Articles

Concerts Review | May 18, 2019 By

Jason Mraz Good Vibes Tour – Singapura 2019: Lebih Dari Sekedar “Good Vibes”

Concert News Music News | May 8, 2019 By

Jason Mraz kembali ke Singapura Sabtu ini Untuk Good Vibes 2019 Concert

Music News | May 6, 2019 By

DJ Kenamaan Singapura Asal Melbourne, Adam Sky, Tewas dalam Kecelakaan Tragis di Bali