Trending News

Blog Post

The Best of DEWA 19: Konser Nostalgia Sekaligus Reuni Band Legendaris
Concerts Review

The Best of DEWA 19: Konser Nostalgia Sekaligus Reuni Band Legendaris 

The Hall Kasablanka menjadi saksi konser nostalgia dari band lintas generasi yang masih tetap menunjukkan kharismanya hingga saat ini. Dewa 19, salah satu band yang layak dikategorikan sebagai band legendaris Indonesia, berhasil memukau penontonnya di konser “The Best of DEWA 19”, yang dipromotori oleh CMA Entertainment. Melihat judul lengkap dari konser malam itu, Dewa 19 menampilkan formasi lawas yang cukup nostalgic. Sebut saja Once Mekel, yang pernah bertindak sebagai vokalis di tahun 1999-2011, serta Tyo Nugros, drummer yang pernah bergabung pada 1999-2007. Tak ketinggalan, anak bungsu Ahmad Dhani, yaitu Dul Jaelani, menjadi keyboardist malam itu menggantikan posisi ayahnya.

Digelar pada hari Jumat, 04 Oktober lalu, The Hall Kasablanka dipenuhi oleh penonton yang sudah tidak sabar menyaksikan penampilan dari band yang muncul di era 90an tersebut, terlebih dahulu dihibur oleh Second Born sebagai band pembuka. Band yang mengkhususkan dirinya untuk memainkan repertoire band Queen itu sukses menaikkan mood penonton dengan lagu-lagu yang dimainkan serta jokes ringan yang dilontarkan oleh vokalisnya. Setelah hampir satu jam tampil, Second Born menutup setlistnya dengan ‘We Are the Champion’. Tak berapa lama, panggung pun disiapkan untuk menyambut bintang utamanya.

Yang ditunggu-tunggu pun akhirnya muncul. Once bersama Andra Ramadhan (gitar), Yuke Sampurna (bass), Agung Yudha (drum) dan Dul muncul diatas panggung yang langsung disambut riuh penonton, membuka penampilan mereka dengan ‘Angin’ dan ‘Sayap Patah’ berturut-turut. “Apa kabar semuanya? Senang rasanya bisa tampil kembali di depan anda semua,” sapa Once. Tak berapa lama, Once beralih ke piano yang ada di belakangnya dan langsung melantunkan ‘Dewi’ bersama band yang pernah digawanginya selama 12 tahun tersebut dengan nama Dewa (tanpa 19).

Beberapa kali Once mengucap syukur atas kesempatan yang ia dapatkan untuk bisa kembali bernyanyi bersama mantan rekan-rekan bandnya tersebut, dan bisa tampil membawakan lagu-lagu hits yang hingga saat ini masih diputar dimana-mana.

Setelah membawakan ‘Hidup adalah Perjuangan’ dan ‘Larut’, Once pun melontarkan pertanyaan kepada penonton. “Disini ada yang lagi jatuh cinta?” tandasnya yang disambut gemuruh sahutan penonton. ‘Lagu Cinta’ pun dilantunkan, yang disambung dengan ‘Manusia Biasa’.

“Kali ini saya akan menyanyikan beberapa lagu yang berkesan dan spesial bagi saya,” ucap Once sebelum memanggil Andra dengan gitar akustiknya untuk menemaninya membawakan medley ‘Hidup ini Indah’ – ‘Selimut Hati’ – ‘Air Mata’ – ‘Kucinta Kau Apa Adanya’, yang ditutup dengan ‘Sempurna’ milik Andra & The Backbone.

Tak ingin menurunkan nuansa nostalgia yang menjadi atmosfer keseluruhan konser malam itu, Dewa 19 kembali mengajak penonton untuk bernyanyi bersama lewat ‘Cukup Siti Nurbaya’, serta salah satu lagu yang paling ditunggu malam itu, ‘Kangen’.

Setelah ‘Kangen’, semua personil turun panggung untuk break sementara, yang tak lama kemudian audio lagu ‘Aku Cinta Kau dan Dia’ dengan vokal Ahmad Dhani pun diputar. Sontak, sambutan riuh penonton yang kangen dengan vokal Dhani tersebut langsung membahana. Tak sampai disitu, kejutan berikutnya pun datang dari sosok Dul yang tiba-tiba tampil di balik piano dan melantunkan bait demi bait bersama vokal sang ayah yang melatarinya. Terasa suasana haru dan emosional di sepanjang penampilan Dul saat itu.

Kesenduan pun diganti dengan sorak sorai setelah personil band kembali keatas panggung untuk membuka penampilan paruh keduanya dengan ‘Roman Picisan’. Surprise! Posisi drummer berganti ke Tyo Nugros yang memang menjadi magnet tersendiri bagi band yang masuk dalam daftar 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa versi majalah Rolling Stone tahun 2008. Sudah bisa dipastikan banyaknya kaum hawa yang jejeritan histeris melihat drummer berusia 48 tahun ini yang belum kehilangan pesona ketampanannya. Penampilan dilanjutkan dengan ‘Dua Sedjoli’, serta ‘Risalah Hati’ yang didedikasikan Once untuk para joker alias jomblo keren yang hadir saat itu.

Kehadiran Tyo di konser reuni tersebut tentu tidak semata-mata hanya sebagai personil pengiring yang jauh dari spotlight, kharisma serta kemampuan drummer yang sekarang tergabung di band Wolftank itu turut diapresiasi lewat penampilan solo drum yang begitu hebat, selama lebih dari 6 menit.

Setelah sukses mempesona penonton, Tyo kembali ditemani seluruh personil yang naik keatas panggung untuk melanjutkan setlist mereka dengan berturut-turut membawakan ‘Cemburu’, ‘Kosong’, ‘Arjuna’ dan ‘Pupus’.

Mendekati akhir konser, Dewa 19 tak menunjukkan anti klimaks sedikit pun. ‘Separuh Nafas’ yang diambil dari album “Bintang Lima” (th 2000) dibawakan sebelum Once memperkenalkan satu-persatu anggota band yang tampil malam itu, sekaligus mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada penonton yang terus mendukung Dewa 19 dan juga musik Indonesia selama ini. ‘Kamulah Satu-satunya’ dipilih menjadi lagu pamungkas malam itu, menutup rangkaian konser nostalgia sekaligus reuni dari band fenomenal yang menjadi salah satu pilar musik Indonesia selama ini.

Penampilan Dewa 19 malam itu tentunya memuaskan rasa kangen para Baladewa –sebutan untuk penggemarnya– terhadap aksi panggung, lagu-lagu serta formasi anggota yang menghiasi perjalanan karir bermusik mereka selama rentang waktu 27 tahun sejak perilisan album pertamanya.

Teks: Rendy Salendu
Foto: Andi Bestari

Related posts

Leave a Reply