Medyareyon Takipci Hizmetleri

windows 10 pro kaufen office 2019 pro kaufen office 365 pro kaufen windows 10 home kaufen windows 10 enterprise kaufen office 2019 home and business kaufen office 2016 pro kaufen windows 10 education kaufen visio 2019 kaufen microsoft project 2019 kaufen microsoft project 2016 kaufen visio professional 2016 kaufen windows server 2012 kaufen windows server 2016 kaufen windows server 2019 kaufen Betriebssysteme kaufen office software kaufen windows server kaufen https://softhier.com/ instagram takipçi satın al instagram beğeni satın al instagram görüntüleme satın al instagram otomatik beğeni satın al facebook beğeni satın al facebook sayfa beğenisi satın al facebook takipçi satın al twitter takipçi satın al twitter beğeni satın al twitter retweet satın al youtube izlenme satın al youtube abone satın al https://takipci33.com/

Şişli Esc Kızlar

kadıköy escort ümraniye escort

Trending News

Blog Post

Creativedisc Exclusive Interview with COIN: Membuat Dreamland Selama Tour Membuat Kami Berkembang
Artist Interviews

Creativedisc Exclusive Interview with COIN: Membuat Dreamland Selama Tour Membuat Kami Berkembang 

Salah satu band pop rock asal Tennessee, Amerika Serikat bernama Coin bulan Februari lalu merilis album terbarunya yang berjudul “Dreamland” setelah 3 tahun tidak merilis album. Dengan ‘Crash My Car’ sebagai single pertama untuk album ini, Coin kembali menyapa pendengarnya dengan musik yang masih mengusung genre Pop Rock yang kental. Creativedisc mendapat kesempatan dari LoveDa Records Indonesia untuk bisa ngobrol bersama Chase Lawrence, Ryan Winnen, dan Joe Memmel untuk menceritakan pengalaman mereka menulis album “Dreamland”, hingga hal-hal yang mungkin tidak diketahui oleh fans tentang mereka.

Chase menjelaskan ada alasan khusus mengapa mereka baru merilis album “Dreamland” ini setelah 3 tahun terhitung sejak album “How Will You Know If You Never Try” dirilis. Menurutnya, selepas mereka merilis album “How Will You Know If You Never Try” itu, mereka disibukkan dengan tour ke berbagai negara. Sehingga itu membuat mereka sibuk memikirkan tentang performance mereka, travel ke berbagai negara, dan lain sebagainya. Walau begitu, Chase menjelaskan lagi bahwa sebenarnya album “Dreamland” itu proses pembuatannya dimulai di sela-sela tour mereka tadi. Saat berada dalam perjalanan menuju ke tempat tour berikutnya, mereka bertiga menyempatkan untuk menulis dan membuat lagu-lagu terbaru yang nantinya akan masuk ke dalam album “Dreamland” ini. Selain itu, hal ini menjadi pengalaman pertama mereka memaksimalkan kerjasama antara mereka bertiga untuk menghadirkan lagu-lagu terbaru. Sebelumnya mereka mendapatkan bantuan dari beberapa produser untuk merampungkan lagu atau album. Tapi, justru dengan adanya keterbatasan tersebut, mereka merasa berkembang sebagai seorang musisi dan bisa memaksimalkan apa yang mereka bertiga punya.

Sementara itu, pemilihan nama “Dreamland” ini sebenarnya cukup unik. Ryan menjelaskan bahwa dia beberapa kali menemukan kejadian yang mengandung unsur kata Dreamland di dalamnya. Seperti saat mereka sedang berada di pesawat, ada seorang wanita yang punya obat penenang bernama Dreamland. Lalu, saat di sebuah tempat mereka bertemu seorang pria yang berujar, ‘Hidupku bagaiman di dalam Dreamland’. Itulah sebabnya, mereka bertiga sepakat menamai album ini “Dreamland”.

Simak obrolan lengkap Creativedisc bersama dengan Coin lewat podcast yang ada di bawah. Termasuk di dalamnya adalah pengalaman mereka bertiga memasak bersama yang ternyata berakhir pada sesuatu yang mereka bertiga sukai.

Related posts

Leave a Reply

izmir eskortlar bursa eskort bayanlar ankara escort bayanlar Antalya escort bayanlar Eskişehir escort bayan Konya bayan escort escort Kayseri İzmit escort kızlar Alanya escort Kocaeli escort Kuşadası escort Gaziantep escort Malatya escort Diyarbakır escort Denizli escort Samsun escort Adana escort Bodrum escort Dubai escort porno izle seks hikayeleri sex hikayeleri paply.org