Trending News

Blog Post

Creativedisc Exclusive Interview with Violette Wautier: Album “Glitter and Smoke” Mewakili 2 Sisi Pribadiku
Artist Interviews

Creativedisc Exclusive Interview with Violette Wautier: Album “Glitter and Smoke” Mewakili 2 Sisi Pribadiku 

Cantik, Berbakat, dan Punya Suara yang Luar Biasa. Itulah kata-kata yang bisa menggambarkan sosok Violette Wautier. Perempuan 26 tahun asal Thailand yang punya darah Belgia ini baru saja merilis album terbarunya yang diberi judul “Glitter & Smoke”. Setidaknya sudah 4 lagu yang dirilis oleh Violette untuk menandai dimulainya era album terbarunya ini. Vi (sapaan Violette) yang ditemui secara virtual seminggu sebelum albumnya dirilis mengatakan dirinya sangat tidak sabar menantikan album ini untuk dirilis. Sedikit kilas balik, karier Violette di dunia hiburan dimulai sejak tahun 2013. Saat itu, Vi mengikuti ajang The Voice Thailand untuk membuktikan diri akan hobi menyanyi yang selama ini dimilikinya, “Jadi memang itu adalah ajang untuk membuktikan ke diriku sendiri apakah suaraku cukup bagus. Walau aku tidak lolos waktu itu di babak Knock Out,” kenang Vi. “Penampilanku waktu itu pre-recorded, dan tidak diunggah dimana-mana. Tapi, suatu hari, entah bagaimana, Video performance-ku di The Voice itu muncul. Dari situ tiba-tiba aku mendapat banyak sekali followers tambahan, bahkan ada yang bikin akun Facebook fanpage juga. Aku tidak tahu apa yang terjadi. Jadi, itulah awal mulai aku terjun ke dunia entertainment,” cerita Vi.

“Glitter & Smoke” menjadi album debut milik Vi. Ketika ditanya alasan tentang pemilihan namanya sendiri, Vi menjelaskan bahwa album ini merupakan representasi dari dirinya. “Album ‘Glitter & Smoke’ ini adalah wujud 2 sisi pribadiku. Ada sisi dimana aku sangat glittery, ada juga sisiku yang sangat dark dan diwakili oleh Smoke itu. Tapi, memang album ini merupakan proses aku bertumbuh secara musik,” terangnya. Ada satu cerita unik dari Vi saat proses penulisan lagu yang ada di albumnya ini. Dia menceritakan bahwa saat proses penulisan, dia selalu berusaha mentranslate suara glitter yang didengar olehnya. “Aneh memang, tapi aku seperti bisa mendengar suara glitter itu, dan aku berusaha untuk menuangkan suara glitter yang aku dengar tadi ke dalam lagu-laguku. Jadi, ya, itulah caraku untuk menulis lagu. Kebanyakan, lagu yang kutulispun berdasarkan ceritaku sendiri. Jadi, aku bisa meletakkan sudut pandangku juga dalam setiap lagu yang aku tulis”, pungkasnya.

Sempat datang ke Indonesia di tahun 2016, Vi mengaku rindu dan ingin segera kembali ke Indonesia jika memungkinkan. Diapun berjanji akan mewujudkan hal itu dalam waktu dekat. Simak obrolan Creativedisc bersama Violette Wautier selengkapnya lewat podcast dan video di bawah ini.

Special Thanks to Universal Music Indonesia!

Related posts

Leave a Reply