Menggabungkan vokal yang komersil dengan gaya songwriting yang “niche”, Raissa Anggiani seolah-olah merintis kariernya sebagai artis rekaman dengan menjunjung strategi “be the best of both worlds”. Pertama kali menggebrak industri musik dengan kolaborasi bersama Arash Buana (“if you could see me cryin’ in my room”), Raissa Anggiani memulai karier solo dengan single debut beraliran adult contemporary (“Satu Tuju”) yang selanjutnya diikuti dengan karya beraliran chamber pop (“Losing Us.”).
Di bawah bendera label muda Story of the Stars, Valerie Pola pertama kali memperkenalkan dirinya melalui single debut “Hujan Menjadi Cerah” yang dirilis pada bulan Oktober 2020 yang lalu. Tidak tanggung-tanggung, satu bulan kemudian Valerie Pola segera merilis follow-up single bertajuk “Masih Kutunggu”– yang menghadirkan Dul Jaelani sebagai model video musiknya. Tampaknya Valerie Pola memiliki konsistensi yang dibutuhkan dari seorang artis wanita muda untuk menjadi “The Next Pop Sweetheart”.
Bila harus dirangkum, singkat kata Krista Monica adalah “jawaban kaum Hawa” untuk Ardhito Pramono. Berbekal bakat seorang vokalis, songwriter, dan composer, Krista Monica menawarkan musik jazz dengan kemasan yang melanggar tradisi. Single debutnya “Mind” ‘menikahkan’ genre jazz pop dengan genre R&B, lo-fi, dan dream pop. Akhir Januari tahun ini, Krista Monica merilis follow-up single “Be Alright”– kombinasi lezat antara jazz, ethereal pop, dan country pop.
TENTANG PENULIS
Felix Martua adalah penulis, editor, traveler, kurator, dan cataloger bilingual (Bahasa Inggris dan Indonesia) untuk musik, hiburan dan all things pop culture. Felix bisa dihubungi via martuafelix00@gmail.com