Persaingan ranah musik pop yang sengit tidak menghentikan pendatang baru berusia 22 tahun ini untuk mengambil langkah pertamanya bersama label Trinity Optima Production. Pasca menjadi cover artist di Youtube, Nadiya Rawil merilis single debut beraliran orchestral pop bertajuk “Satu Di Antara Berjuta” pada bulan September 2020 yang lalu. Co-writer single tersebut, Simhala Avadana, adalah songwriter yang bertanggung jawab atas kesuksesan single seperti “Sedang Sayang Sayangnya” (Mawar de Jongh) dan “Sudah” (Afgan).
Satu lagi pendatang baru di bawah bendera label Trinity Optima Production, wanita muda berusia 23 tahun ini menyita perhatian massa berkat kemenangannya di ajang pencarian bakat POP Academy 2021. Single debut yang dirilisnya “Cinta Tanpa Tapi” menjadi pembuktian bahwa Waode tidak hanya memiliki mental juara, tetapi juga daya saing seorang artis rekaman. “Cinta Tanpa Tapi” digubah oleh musisi legendaris Melly Goeslaw (“Cinta”) dan diproduseri oleh Tito P. Soenardi (Mahen, “Pura Pura Lupa”).
Brigita Meliala (alias Idgitaf) bisa dikatakan sebagai artis rekaman Indonesia pertama yang merintis karier bermusiknya berkat popularitasnya di media sosial TikTok. Pertama kali menggebrak blantika musik dengan “Hal Indah Butuh Waktu Untuk Datang” pada bulan Desember 2020 yang lalu, Idgitaf kemudian bekerja sama dengan TikTok Indonesia untuk single kedua “Terpikat Senyummu”.
Bila konsep single debutnya “hung up” menjadi sinyal akan individualisme NAJA sebagai seorang artis, maka besar kemungkinan NAJA akan menjadi salah satu artis muda paling orisinil di angkatannya. Selain itu, bila “hung up” berhasil menuai popularitas yang seharusnya, NAJA sanggup menjadi perintis aliran musik lo-fi/chill pop di ranah musik mainstream Indonesia. Estetika NAJA yang lain daripada yang lain turut menjadi daya tarik tersendiri.