Trending News

Blog Post

10 Musik Terbaik Garapan Pika Iskandar
Top 10 Lists

10 Musik Terbaik Garapan Pika Iskandar 

7. Quinn Salman – “Sahabat Terbaik” (2020)
Musik anak-anak adalah genre yang kerap diremehkan—sekaligus genre yang paling sulit untuk dieksekusikan dengan sempurna. Akan tetapi, rasanya tidak mengejutkan bahwa songwriter/producer seperti Pika Iskandar tidak ragu untuk merengkuh tantangan tersebut. “Sahabat Terbaik” merupakan salah satu karya musik anak-anak yang paling memorable di dekade baru ini berkat pemahaman Pika Iskandar bahwa pada akhirnya, usia tidak semestinya mempengaruhi kualitas.

6. Devano Danendra – “Menyimpan Rasa” (2018)
Bila boleh ditebak, mungkin menggarap sebuah lagu untuk Devano Danendra adalah tantangan yang cukup kompleks bagi seorang songwriter/producer—tidak terkecuali Pika Iskandar. Devano Danendra memang bukanlah vokalis yang powerful ataupun versatile, namun tidak bisa disangkal pemuda yang kini berusia 18 tahun ini memiliki warna vokal yang mengingatkan pendengar dengan Hedy Yunus muda. Seolah-olah memahami hal tersebut, “Menyimpan Rasa” pun disulap Pika Iskandar menjadi perpaduan antara pop klasik era 90-an dan sensibilitas abad 21 yang lebih easy listening. Strategi ini terbukti berhasil—“Menyimpan Rasa” merupakan lagu tersukses Devano Danendra hingga saat ini, dengan lebih dari 23 juta spin di Spotify.

5. Mawar de Jongh – “Mesin Waktu” (2021)
Terlepas dari portofolio musik Pika Iskandar yang masih didominasi oleh karya beraliran teen pop, ironisnya Pika Iskandar lebih bersinar ketika dia mengeksplorasi narasi yang lebih dewasa. Kualitas ini dibuktikan oleh “Mesin Waktu”—yang dibawakan dengan kedewasaan yang belum pernah dieksplor oleh Mawar de Jongh. Setelah merilis dua lagu beraliran teen pop, “Mesin Waktu” seolah-olah menjadi transisi yang dibutuhkan wanita muda berusia 19 tahun ini dari idola remaja menjadi kandidat diva.

4. Hanin Dhiya & Aldy Maldini – “Benar Cinta” (2020)
Menggarap lagu untuk dua vokalis dengan karakter yang berbeda tidak pernah menjadi perkara yang mudah. Hanin Dhiya memiliki warna vokal yang melankolis namun bertenaga sedangkan Aldy Maldini memiliki rentang vokal yang cenderung terbatas namun nyaris melengking. Terlepas dari itu, Pika Iskandar berhasil menikahkan kompleksitas vokal tersebut dengan lagu yang sama kompleksnya, yakni balada pop “Benar Cinta”. Narasi romansa yang melampaui demografi remaja ini kemudian dieksplor kembali lewat karya-karya Pika Iskandar selanjutnya seperti “Mesin Waktu” (Mawar de Jongh) dan “Seribu Kali Cinta” (Christie).

Related posts

Leave a Reply

windows 10 pro kaufen office 2019 pro kaufen office 365 pro kaufen windows 10 home kaufen windows lizenz kaufen instagram follower kaufen tiktok follower kaufen windows 10 pro satın al office 2019 pro satın al office 365 pro satın al windows 10 home satın al windows lisans satın al windows 10 satın al